Selamat Jalan Bunda
Oleh Hermin Agustini
# Hari ke-346
# Tantangan Menulis Gurusiana
Sudut retina tak lagi mampu menampung
Luruh bulir bening dalam untaian do’a
Bukan ku tak rela atas kehendakNYa
Ku hanya tak siap kehilangan kasih sayangnya
Hangat rengkuhmu membeku
Senyum teduhmu lekat di sudut bibir membisu
Tercekat hening tak percaya kau telah tiada
Selaksa sesak membuncah dalam dada
Kucium tangan keriput nan lembut
Tak akan ada lagi teduh senyum ma’afmu
Peluk hangat dalam pangkuan redakan resahku
Tak kan kudapati lagi kasih sayang seluas hatimu
Tersisa sesal atas waktu menunda rindumu
Do’a terbaik tetap kau sertakan untukku
Tak ada pintamu kecuali bahagiaku
Kau adalah muara seluruh kasih untukku
Kini hanya harum bunga di atas pusara
Bersama seluruh kenangan dalam dada
Kulangitkan sepenuh do’a
Semoga surga adalah tempatmu di sana.
Selamat jalan Bunda…
(Puisi khusus kepada Bapak Abdul Munip atas meninggalnya ibunda tercinta. Kami sekeluarga turut berbela sungkawa. InshaAllah Ibunda husnul khotimah. Aamiin…)
Balung, 9 Juli 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
