Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kecanggihan Technology Tak Mampu Menggantikan Hatimu, Guru!
gurusiana.id/herminagustini

Kecanggihan Technology Tak Mampu Menggantikan Hatimu, Guru!

Oleh: Hermin Agustini

SMPN 4 Tanggul

H17

Kemajuan teknologi adalah keniscayaan yang tak bisa dihindari. Hampir seluruh sendi kehidupan manusia hari ini bergantung pada keberadaan gawai. Dari bangun tidur hingga kembali terlelap, teknologi hadir menawarkan kemudahan. Bahkan dalam kehidupan keluarga, gawai kerap menjadi solusi instan, cukup diberikan kepada balita yang sedang tantrum, suasana pun kembali tenang.

Di dunia pendidikan, teknologi juga membawa wajah baru pembelajaran. Media belajar berbasis teknologi informasi menjadikan kelas lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan. Akses pengetahuan terbuka luas tanpa batas ruang dan waktu. Secara ideal, semua kemudahan ini seharusnya mampu meningkatkan kompetensi peserta didik, bahkan pendidiknya.

Namun, benarkah demikian yang terjadi?

Nyatanya, semua hanpir bertolak belakang. Kemudahan mengakses ilmu pengetahuan sering kali kalah oleh daya tarik hiburan digital yang melenakan. Anak-anak lebih mudah larut dalam konten hiburan, bahkan yang sama sekali tidak mendididk. Arus informasi yang begitu deras membuat batas antara kebenaran dan hoaks semaki tipis. Semua informasi tampak serupa, sementara kemampuan literasi dan berpikir kritis peserta didik belum sepenuhnya terbangun.

Keprihatinan lain terlihat pada lunturnya pemahaman nilai kebangsaan. Lagu-lagu nasional dan kebangsaan sejatinya sangat mudah diakses dan dipelajari melalui berbagai platform digital. Namun, semakin banyak murid yang justru tidak mengenalnya. Lagu Indonesia Raya, yang seharusnya menjadi simbol kebanggaan dan mampu menggetarkan jiwa saat dinyanyikan, belum sepenuhnya dihafal oleh sebagian anak-anak kita. Di sisi lain, budaya asing justru lebih akrab dan mendominasi keseharian mereka.

Fenomena ini menunjukkan satu hal penting, teknologi yang maju tidak otomatis membentuk karakter, nilai, dan kesadaran kebangsaan. Di sinilah peran guru tak tergantikan. Guru tidak cukup hanya dituntut “melek” teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak dan bermakna. Guru harus hadir sepenuh hati mendampingi murid agar tidak salah memilih informasi. Guru berperan membimbing, memberi arah, serta menanamkan kemampuan memilah konten mana yang bermanfaat dan mana yang harus dihindari.

Lebih dari sekadar penyampai materi, guru adalah penjaga nilai. Melalui dialog, diskusi, dan keteladanan, guru membantu murid memahami makna di balik informasi yang mereka konsumsi. Teknologi hanyalah alat; tanpa pendampingan guru, alat itu bisa kehilangan arah dan bahkan menyesatkan.

Pada akhirnya, secanggih apa pun teknologi berkembang, ia tidak akan pernah mampu menggantikan kehadiran hati seorang guru. Mesin dapat menyediakan data dan informasi, tetapi hanya guru yang mampu menanamkan nilai, membangun karakter, dan memanusiakan manusia.

Guru, bimbinganmu di kelas sangat dibutuhkan. Bersama Siswa! Bukan bersama gawai atau laptop hingga kau lupa menyapa.

Guru, kehadiranmu sangat dibutuhkan. Di kelas! Bukan sekedar di presensi apalagi di warung kopi.

NdaeCha, 28 Desember 2025.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post