Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Memuarakan Gelisah
gurusiana.id/herminagustini

Memuarakan Gelisah

Oleh: Hermin Agustini

SMPN 4 Tanggul

Untuk memberikan muara kegiatan literasi sekolah tentu saja memerlukan kesiapan mulai dari tim yang solid, sarana prasarana dan alur muara literasi. Bagaimana kelengkapan langkahnya? InshaAllah saya lanjutkan besok. Salam Literasi

Jawaban dari pertanyaan di atas saya tuangkan ke dalam sebuah program berjudul "Memuarakan Gelisah," Memuarakan Gerakan Literasi Sekolah.

Untuk menentukan langkah ke depan, diperlukan penelusuran situasi secara jernih dan menyeluruh. Februari 2022 menjadi titik mula kegelisahan itu bermuara. Setelah hampir dua tahun lumpuh akibat pandemi, sekolah mulai beraktivitas kembali. Namun, denyut kehidupan pendidikan belum sepenuhnya pulih.

Ketika pembelajaran berpindah ke moda daring, ruang-ruang kelas menjadi sunyi dan berdebu. Perpustakaan lebih menyedihkan lagi, rak-rak buku yang semula tertata rapi berubah lembap, tak tersentuh, seolah kehilangan fungsinya sebagai jantung literasi sekolah. Secara fisik, proses belajar mengajar memang terhenti; secara psikologis, semangat belajar pun perlahan meredup.

Kondisi tersebut kian kompleks jika dikaitkan dengan latar belakang orang tua siswa yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan pedagang. Mereka harus beradaptasi dengan peran baru sebagai pendamping belajar anak di rumah, sebuah peran yang tidak mudah dijalani. Situasi menjadi lebih berat bagi siswa yang orang tuanya merantau dan hanya ditemani kakek atau nenek. Keterbatasan ekonomi pun menjadi penghalang nyata: dalam satu keluarga hanya tersedia satu gawai yang harus digunakan bergantian, bahkan ada yang sama sekali tidak memiliki perangkat memadai. Belum lagi persoalan paket data internet dan jaringan yang tidak stabil, menjadikan pembelajaran daring semakin jauh dari kata efektif.

Berbagai keterbatasan tersebut berdampak langsung pada kualitas pembelajaran. Guru berupaya mengatasi situasi dengan menjadwalkan pertemuan luring terbatas melalui program “guling”, guru keliling dengan mendatangi rumah siswa. Kehadiran guru keliling setidaknya menjadi ikhtiar untuk memastikan proses belajar tetap berlangsung, meski dampaknya belum mampu menjangkau seluruh aspek pembelajaran secara optimal. Minat membaca siswa tak tertolong, yang pada akhirnya berimbas pada rendahnya minat dan motivasi belajar secara umum.

Dalam situasi demikian, kegiatan literasi sekolah otomatis ikut lumpuh. Tidak ada lagi waktu lima belas menit membaca sebelum pembelajaran dimulai. Tidak ada interaksi tatap muka antara guru dan siswa untuk memburai makna aksara, menumbuhkan daya nalar, dan menghidupkan dialog kritis. Literasi kehilangan ruang hidupnya.

Dampak dari kondisi tersebut tercermin jelas dalam data. Nilai rapor pendidikan SMPN 3 Bangsalsari pada tahun 2022 menunjukkan capaian literasi yang rendah, yakni hanya mencapai angka 22,44%. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cermin dari krisis yang sedang dihadapi.

Kegelisahan itulah yang kemudian menjadi dasar lahirnya sebuah ikhtiar bernama “Memuarakan Gelisah.” Sebuah kegiatan yang dimaksudkan sebagai titik awal membuka lembaran baru pascapandemi. “Memuarakan Gelisah” bukan sekadar program, melainkan muara dari Gerakan Literasi Sekolah yang dirancang untuk kembali menghidupkan budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, diharapkan literasi tidak hanya hadir sebagai rutinitas administratif, melainkan tumbuh sebagai budaya yang berakar, menguatkan karakter, dan menghidupkan kembali denyut pendidikan di sekolah. Semoga mengispirasi. Salam Literasi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post