Menjaga Nyala Menulis, Menyebarkan Vibes Literasi
Oleh: Hermin Agustini
SMPN 4 Tanggul
Menulis bagi saya bukan sekadar keterampilan, melainkan kebiasaan yang harus terus dijaga agar tak pupus ditelan waktu. Karena itulah, saya memilih tetap mengikuti berbagai lomba menulis bersama para penulis Nusantara. Di sanalah adrenalin diuji, menaklukkan tantangan deadline yang justru terasa candu. Setiap tenggat waktu menghadirkan ketegangan yang menyenangkan, memaksa pikiran dan rasa bekerja selaras untuk melahirkan karya.
Tak pernah terlintas sebelumnya bahwa sebuah buku dapat menjadi alat komunikasi yang begitu kuat. Melalui buku, kata-kata menemukan jalannya sendiri untuk menyapa pembaca, bahkan mempertemukan penulis dengan orang-orang hebat dari berbagai latar. Dalam beberapa kesempatan, saya berfoto bersama mereka. Sebuah momen sederhana namun bermakna, yang menjadi sumber motivasi baru untuk terus berkarya dan mensyi’arkan literasi.
Perjalanan ini tentu tidak selalu mudah. Respon yang datang pun beragam, ada yang positif, ada pula yang bernada negatif. Namun bagi saya, semua respon itu tetap bermuara pada satu hal: semangat untuk terus menulis. Setidaknya, vibes literasi telah saya sebarkan. Soal diterima atau tidak, diapresiasi atau diabaikan, itu urusan nanti. Yang terpenting, proses berkarya tidak berhenti.
Dalam upaya meningkatkan kompetensi, saya belajar untuk selalu “mengosongkan gelas”. Terus membuka diri, mengikuti pelatihan literasi baik secara luring maupun daring. Dari setiap pelatihan, hampir selalu lahir satu karya antologi, jejak kolaborasi yang menegaskan bahwa menulis bukan perjalanan sunyi. Di sanalah saya belajar, bertumbuh, dan saling menguatkan.
Bersama komunitas Media Guru Indonesia, mood menulis tetap terjaga. Salah satu momen paling ditunggu adalah Temu Nasional Guru Menulis yang rutin diadakan setiap Hari Guru. Momen itu seperti perayaan frekuensi yang sama, frekuensi menulis. Di sana, haru atas penghargaan berpadu dengan rindu kebersamaan yang kerap tak terucap. Sebuah pertemuan yang selalu meninggalkan jejak emosi dan semangat baru untuk kembali menulis, kembali berbagi, dan kembali menyalakan literasi.
NdaeCha, 23 Desember 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
