Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Menyuarakan Literasi
gurusiana.id/herminagustini

Menyuarakan Literasi

Oleh: Hermin Agustini

SMPN 4 Tanggul

Menyuarakan literasi menuntut kesabaran untuk berjalan di jalan yang sunyi. Namun, kesunyian itu tak pernah mampu memadamkan semangat. Di balik langkah yang tampak sendiri, hati justru selalu riuh oleh ide, harapan, dan gema semangat yang tumbuh bersama para kerabat literasi, khususnya dalam naungan Media Guru Indonesia. Ikatan kebersamaan itulah yang terus menguatkan tekad untuk melangkah tanpa ragu. Penolakan maupun penerimaan maknanya sama, keduanya menjadi amunisi dan lecutan semangat agar suara literasi terus bergema.

Salah satu ikhtiar nyata dalam menghidupkan literasi adalah dengan menyumbangkan buku karya sendiri sebagai koleksi pojok literasi. Buku-buku tersebut dihadirkan untuk melengkapi perpustakaan sekolah, pojok baca di Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, hingga di PGRI Kabupaten Jember. Giat sederhana ini diharapkan menjadi lentera kecil yang terus menyala, menerangi ruang-ruang belajar agar semangat membaca dan menulis tak pernah padam.

Momentum Hari Guru tahun 2023 menjadi tonggak penting dalam upaya menyemai literasi di kalangan pendidik. Pada momen tersebut, PGRI Kabupaten Jember menggelar lomba menulis cerpen yang terbuka untuk seluruh guru. Dari kegiatan ini terungkap fakta menggembirakan bahwa Kabupaten Jember memiliki begitu banyak guru yang merindukan ruang berekspresi literasi. Kerinduan itu menjelma menjadi karya-karya yang sarat makna, inspirasi, dan ketulusan.

Tak berhenti pada pemberian apresiasi kepada para pemenang terbaik, panitia juga menghadirkan muara agar kenangan dan gagasan para guru tercatat rapi dalam untaian langkah literasi. Apresiasi tersebut diwujudkan dalam sebuah buku kumpulan cerpen berjudul Pelangi Kota Tembakau, yang memuat kisah-kisah inspiratif para guru di Kabupaten Jember. Buku ini mendapat restu sekaligus apresiasi dari Bupati Jember, Ir. H. Hendy Siswanto, S.T.,IPU. Hal tersebut menjadi bukti bahwa literasi guru layak mendapat ruang bergiat.

Sebagai guru, keterlibatan dalam komunitas Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) juga menjadi ruang strategis untuk terus menyuarakan literasi. Dalam berbagai pertemuan dan kegiatan, literasi disemai melalui berbagi pengalaman, praktik baik, dan karya. Dari ruang-ruang inilah lentera literasi kembali dinyalakan, diteruskan dari satu guru ke guru lain, agar nyalanya tak pernah redup.

Menyuarakan literasi memang bukan tentang seberapa ramai tepuk tangan yang diterima, melainkan tentang kesetiaan menjaga nyala. Selama masih ada keyakinan dan langkah kecil yang dilakukan dengan cinta, nyala literasi tak pernah redup. NdaeCha, 24 Desember 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post