Ku Rela Melepasmu
Oleh:Hermin Agustini
SMPN 4 Tanggul
Nanti, di saat aku melipat rindu ini dengan rapi, Jangan sebut itu sebagai putus asa. Sebab aku tidak sedang kalah, Aku hanya sedang mengeja arti "cukup".
Aku mulai belajar membaca isyarat langit, Bahwa namaku tak pernah tertulis di garis tanganmu. Aku memahami, sekeras apa pun aku menanti, Hatimu adalah rumah yang kuncinya tak pernah kumiliki.
Nanti, bila langkahku tak lagi searah dengan bayangmu, Ketahuilah, aku sedang belajar membebaskan diri. Melepaskan apa yang tak pernah bisa kugenggam, Mengikhlaskan doa yang tak kunjung menemukan jawaban.
Aku sedang belajar menjadi kuat, Tanpa harus bersandar pada bahu yang bukan milikku. Aku sedang belajar bernapas, Tanpa harus menyesakkan dadamu dengan cintaku.
Kini, pergilah tanpa beban. Sebab di titik ini, aku sudah berhenti memintamu tinggal. Aku telah menemukan jalan pulang, meski sepi itu harus kutempuh sendirian.
NdaeCha, 24 Januari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
