Masih Adakah Kita?
Oleh: Hermin Agustini
SMPN 4 Tanggul
Kopi pagi masih mengepul hangat di atas meja. Aromanya menguar ke seluruh dapur, bercampur dengan bau tembakau dari rokok yang kau nyalakan seperti biasa. Kau duduk di kursi yang sama, menghadap meja yang sama, satu tangan memegang cangkir, tangan lain menjepit rokok yang perlahan memendek oleh bara. Asapnya naik tipis, menggantung di udara, seolah enggan pergi, seperti banyak hal di antara kita.
Aku di dapur, melakukan rutinitasku yang tak pernah berubah: menyiapkan sarapan, merapikan meja, menahan napas setiap kali asap itu menyusup ke hidungku. Kita jarang saling menatap. Kau lebih lebih focus ke gawaimu bersama asap rokokmu, sementara aku sibuk dengan piring dan pikiran yang semakin riuh.
Percakapan kita tetap sama, membahas masa depan anak kita. Tentang sekolah, tentang biaya, tentang rencana yang terdengar matang namun terasa dingin. Kali ini tak ada perdebatan, tak ada perselisihan. Jika tak lagi sepaham, kau hanya mengisap rokokmu lebih dalam, lalu terdiam. Aku pun memilih diam. Keheningan menjadi kesepakatan tak tertulis, membiarkan waktu yang mengambil keputusan.
Di sela hening itu, aku sadar kita telah berubah menjadi dua orang asing yang duduk dalam ruang yang sama. Kebersamaan kita terlalu gersang untuk disebut damai. Tak ada hangat selain kopi, tak ada yang mengepul selain asap rokok dan sisa-sisa rasa yang tak terucap.
Langkah kita masih searah, namun tanpa irama. Kita berjalan berdampingan, seperti asap yang mengikuti angin tanpa tujuan. Dan di pagi yang berulang, aku kembali bertanya dalam diam: masih adakah kita? ataukah yang tersisa hanyalah kebiasaan, kopi pagi, rokok, dan kesunyian yang kita rawat bersama?
NdaeCha, 12 Januari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
