Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Badai Dusta
gurusiana.id/herminagustini

Badai Dusta

Oleh: Hermin Agustini

SMPN 4 Tanggul

Matahari pagi itu tersenyum sempurna saat Nora berdiri di tepi dermaga kecil. Gaun putihnya berkibar ringan, disentuh angin yang seolah ikut merayakan. Ketika cincin harapan melingkar di jari manisnya, Nora percaya, hidup telah memilihkannya bahagia bersama Bayu, lelaki yang kini menggenggam hatinya dengan hangat.

Bumi seakan terharu dalam balutan gaun sempurna. Layar pun terkembang diiringi restu semesta. Bayu berdiri di haluan biduk mereka, matanya menatap laut biru yang tersipu dalam kerling penuh rindu. Angin sepoi mengantarkan perahu cinta itu melaju. Bersama deburan ombak, janji-janji mereka berpadu. Nora pun tak pernah ragu.

Bagai biduk yang dilepas ke laut tenang, Nora menggalah harapan dengan penuh keyakinan. Bersama lelaki yang ia cintai, ia membentangkan layar bersulam harapan dan do'a semesta. Laut biru tampak syahdu, ombak berdebur mesra, dan angin sepoi mengantar mereka mengarungi bahtera.

Hari-hari berlalu bagai puisi yang tak kehabisan rima. Tawa mereka menyatu dengan desir angin, janji-janji tumbuh di antara senja dan pagi. Nora percaya sepenuhnya percaya. Baginya, cinta adalah laut yang setia pada pasang surutnya.

Hingga menjelang senja, tetiba langit datang dengan warna berbeda.

Ada sepoi membawa bisikan asing. Nora menepisnya. Baginya, Bayu adalah jangkar, mustahil menyimpan dusta. Namun debur ombak mulai kehilangan mesra. Kata-kata Bayu tak lagi utuh, tatapannya kerap menghindar. Bisikan dusta sayup menyelinap di sela percaya. Hati Nora bagai layar yang robek perlahan hingga perahu mulai kehilangan haluan.

Nora terdiam di tengah laut kenangan. Biduk itu masih ada, tapi tak lagi menuju arah yang sama. Ia akhirnya mengerti bahwa bukan laut yang mengkhianati, melainkan manusia yang menyematkan janji tanpa keteguhan hati.

Nora tak ingin tenggelam. Ia bertahan di antara pecahan kenangan dan harapan. Dengan luka yang belum sembuh, ia menarik layar baru, bukan untuk kembali, tapi untuk pulang pada dirinya sendiri.

NdaeCha, 5 Januari 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post