Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Dekatkan Buku, Bersamai SIswa Merajut Asa
gurusiana.id/herminagustini

Dekatkan Buku, Bersamai SIswa Merajut Asa

Oleh: Hermin Agustini

SMPN 4 Tanggul

Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis. Literasi adalah kemampuan individu dalam mencerna informasi, mengolahnya melalui pemikiran kritis, lalu menggunakannya untuk menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan. Namun, kebiasaan mencari informasi secara mendalam dan memahami makna sebagai landasan solusi belum sepenuhnya membudaya di masyarakat kita, terutama di lingkungan sekolah. Gadget yang seharusnya mempermudah akses pengetahuan justru sering menumpulkan kemampuan berpikir kritis akibat penggunaan teknologi yang tidak bijak. Dari sinilah lahir budaya instan, ingin serba cepat tanpa proses memahami.

Padahal, membangun budaya literasi , khususnya literasi sekolah , tidak terjadi dalam hitungan hari. Ia lahir dari proses panjang yang menuntut ketekunan, konsistensi, dan dedikasi seluruh warga sekolah, terutama guru. Guru bukan hanya pengajar, tetapi teladan yang mengajak murid dan lingkungan sekitarnya masuk ke dalam budaya literasi. Kebiasaan membaca, berdiskusi, dan menulis yang ditunjukkan guru akan menjadi contoh nyata bagi siswa. Selain keteladanan, ketersediaan sumber bacaan yang mudah dijangkau juga memegang peran penting dalam menumbuhkan minat baca.

Salah satu upaya nyata untuk menumbuhkan budaya literasi di sekolah adalah dengan melengkapi segala kebutuhan yang mendukung kegiatan membaca. Kami sebagai guru, orang tua bagi murid di sekolah, tidak dapat berharap anak-anak gemar membaca jika buku tidak pernah hadir di sekitar mereka sebagai bahan bacaan yang menarik dan mudah diakses.

Pada era digital seperti saat ini, teknologi memang memudahkan perolehan informasi. Dunia terasa berada dalam genggaman. Namun, kemudahan akses melalui gawai juga membawa tantangan tersendiri. Arus informasi tanpa batas sering membuat siswa, bahkan orang tua, terjebak dalam ketergantungan terhadap gadget. Dalam kondisi seperti ini, menghadirkan buku secara fisik di dekat siswa menjadi langkah penting untuk menyeimbangkan kebiasaan digital sekaligus mengarahkan mereka pada aktivitas membaca yang lebih mendalam dan reflektif.

Menyadari pentingnya hal tersebut, SMPN 4 Tanggul menghadirkan buku lebih dekat kepada siswa. Meskipun keterbatasan gedung belum memungkinkan tersedianya perpustakaan yang ideal, semangat untuk membangun budaya literasi tidak pernah surut. Sekolah menghadirkan berbagai inovasi sederhana namun berdampak nyata.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan pojok baca di setiap kelas. Pojok baca menjadi ruang kecil yang memberi kesempatan siswa berinteraksi dengan buku setiap hari. Selain itu, ruang sempit yang sebelumnya terbengkalai dimanfaatkan menjadi perpustakaan mini. Upaya ini membuktikan bahwa keterbatasan ruang bukan penghalang untuk menghadirkan budaya membaca.

Tidak hanya itu , SMPN 4 Tanggul juga bekerja sama dengan perpustakaan daerah untuk menghadirkan layanan perpustakaan keliling. Kehadirannya memberi pengalaman baru bagi siswa dalam memilih bacaan yang beragam. Selain itu, program buku bergulir setiap bulan memungkinkan koleksi bacaan terus diperbarui. Dengan demikian, siswa dan guru dapat menikmati buku-buku baru serta informasi terkini yang relevan dan menarik. Langkah itu kami harapkan mampu menumbuhkan minat baca, memperkaya wawasan, serta membentuk kebiasaan literasi yang berkelanjutan. Lebih dari sekadar kegiatan membaca, literasi adalah fondasi berpikir kritis, kemampuan memahami informasi, serta keterampilan menyampaikan gagasan secara bijak.

Membangun budaya literasi bukan hanya tentang menghadirkan buku, tetapi tentang menghadirkan kesempatan bagi siswa untuk jatuh cinta pada pengetahuan. Ketika buku menjadi dekat dan akrab dalam kehidupan sehari-hari, membaca bukan lagi kewajiban, melainkan kebutuhan. Dari kebiasaan sederhana inilah lahir generasi pembelajar sepanjang hayat yaitu generasi yang siap menghadapi tantangan zaman dan merajut asa masa depan dengan pengetahuan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post