Di Ambang Pintu Cahaya
Oleh: Hermin Agustini
SMPN 4 Tanggul
Satu lingkaran tahun telah genap berputar,
Membawa sisa luka yang belum sepenuhnya pudar.
Di gerbang Ramadhan, aku kembali bersujud,
Membawa kepingan hati yang tak pernah utuh.
Aku pulang, bukan karena kalah oleh keadaan,
Namun demi senyum kecil yang menjadi titipan Tuhan.
Biarlah kusimpan pedih di balik lipatan doa,
Menelan sombong demi utuhnya jiwa sang buah hati tercinta.
Ya Rabb... Ramadhan ini adalah saksi bisu,
Tentang senyum yang kupaksa di sela isak yang kelu.
Tentang drama yang harus kumainkan.
Aku ingin meminta kepastian pada-Mu.
Tentang akhir dari segala lelah dan ragu.
Namun lidahku kelu, tertimbun rasa tak berdaya,
Hanya air mata yang mampu bicara di hadapan-Mu yang Maha Mulia.
Ampuni hamba yang lemah dalam tiap sandiwara ini.
Sucikan hati yang seringkali ingin lari.
Jadikan lapar dan dahagaku penggugur dosa,
Dan ketabahan ini sebagai lentera jalan menuju terang.
Aamiin Ya Rabbal Alaamiin.
NdaeCha, 17 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
