Dunia Mengajarinya Berani
Oleh: Hermin Agustini
Apa yang terlintas di benak Anda ketika mendengar kata kecoa? Jijik? Ngeri? Atau refleks ingin menjauh? Saya pun demikian. Kata itu saja sudah cukup membuat bulu kuduk meremang.
Suatu malam, Chaca pernah berteriak histeris ketika hendak ke kamar mandi. Seekor kecoa tiba-tiba muncul di dekat pintu. Suasana rumah mendadak panik. Namun alih-alih menjadi penolong, saya justru ikut naik ke kursi mencari tempat aman. Saya sama takutnya dengan Chaca. Hanya ayahnya yang berjuang sendiri mengatasi “musuh” kecil bersayap itu.
Karena itulah, pagi ini saya benar-benar terkejut ketika menerima foto dari Chaca. Di layar ponsel, tampak seekor kecoa berjalan di atas telapak tangannya.
“Itu hidup, Dek?” tanya saya melalui WhatsApp, setengah tak percaya.
“Iya, Bun. Jalan di telapak tanganku. Tidak menggigit,” jawabnya santai.
“Sudah buang saja! Jijik!” seru saya spontan.
“Loh, ini pameran, Bun. Ada belalang, ada lalat besar, macam-macam serangga. Tapi yang paling ingin kupegang kecoa,” cerocosnya ringan.
Saya terdiam. Seolah-olah kaki-kaki kecoa itu merayap juga di telapak tangan saya. Hiii… bergidik rasanya. Namun di balik rasa ngeri itu, ada sesuatu yang jauh lebih besar: rasa syukur dan bangga.
Keterlibatan Chaca dalam ajang Search for SEAMEO Young Scientists 2026 di Penang, Malaysia, ternyata bukan sekadar pengalaman akademik. Di sana ia belajar mandiri, bekerja keras, pantang menyerah, membangun kekompakan tim, saling menghargai dan mendukung, serta bertanggung jawab pada diri sendiri dan kelompoknya. Lebih dari itu, ia belajar berani. Berani tampil, berani mencoba, bahkan berani memegang sesuatu yang dulu membuatnya histeris.
Saya membayangkan, bagaimana jika suatu hari ia sendirian dan bertemu kecoa? Dulu mungkin ia hanya bisa berteriak. Namun kini, ia mampu tetap tenang. Keberanian kecil itu ternyata menyimpan makna besar. Apalagi Chaca bercita-cita menempuh pendidikan di bidang Teknik Kimia, dunia yang menuntut fokus, ketelitian, dan ketenangan dalam menghadapi berbagai situasi tak terduga. Mengendalikan rasa takut, sekecil apa pun bentuknya, adalah bagian dari proses pendewasaan.
Bagi saya yang masih memiliki fobia kecoa, keberanian Chaca terasa luar biasa. Dunia memang tidak selalu mengajarkan melalui buku dan teori. Kadang, ia menghadirkan pelajaran lewat pengalaman sederhana, bahkan lewat seekor kecoa.
Hari ini saya belajar satu hal dari anak saya: keberanian tidak selalu lahir dari hal-hal besar. Ia bisa tumbuh dari keputusan kecil untuk tidak lagi lari, tetapi menghadapi. Dan mungkin, begitulah cara dunia membentuknya, pelan-pelan, namun pasti—menjadi pribadi yang lebih tangguh dan berani.
NdaeCha, 11 Februari 2026.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
