Hermin Agustini

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MBG di SMPN 4 Tanggul, Antara Gizi, Tanggung Jawab, dan Kesadaran Bersama
gurusiana.id/herminagustini

MBG di SMPN 4 Tanggul, Antara Gizi, Tanggung Jawab, dan Kesadaran Bersama

Oleh: Hermin Agustini

SMPN 4 Tanggul

Sorak riuh para siswa menggema dari lantai atas saat dua unit mobil MBG memasuki halaman SMPN 4 Tanggul. Hari itu, Jumat pagi, menjadi penanda dimulainya program MBG, Makan Bergizi Gratis di sekolah kami. Antusiasme anak-anak begitu terasa. Bagi mereka, ini bukan sekadar menerima makanan, tetapi juga merasakan perhatian.

Namun di balik sorak gembira itu, ada tanggung jawab yang tidak kecil. Sebelum makanan dibagikan, kepala sekolah dan beberapa guru terlebih dahulu memeriksa dan mencicipi hidangan. Langkah ini bukan formalitas, melainkan bentuk kehati-hatian untuk memastikan kelayakan konsumsi serta kualitas gizinya. Aroma, warna, dan tekstur menjadi indikator awal sebelum makanan sampai ke tangan siswa.

Alhamdulillah, hingga hari ini, bahkan dalam suasana puasa Ramadan, MBG tetap hadir di SMPN 4 Tanggul dengan penyesuaian makanan yang bisa dikonsumsi saat berbuka.

Apabila ada sekolah yang menerima MBG tidak sesuai harapan, bisa jadi persoalannya terletak pada manajemen dapur atau distribusi. Namun sekali lagi, satu hal yang tak boleh dilupakan yaitu peran kepala sekolah dan guru sebagai garda terdepan pengawasan. Pengecekan sebelum pembagian adalah tanggung jawab yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Jangan langsung marah. Hindari saling menyalahkan, apalagi langsung menyudutkan pemerintah, lebih bijak bila setiap pihak melakukan refleksi. Sudahkah kita menjalankan peran sesuai standar operasional? Sudahkah pengawasan dilakukan maksimal?

Marah, menyalahkan, memang mudah. Tetapi memahami persoalan secara utuh jauh lebih penting. Jangan lupa, kita adalah guru yang dalam kondisi apapun tetap digugu dan ditiru. Persoalan apapun bisa dibicarakan baik-baik tanpa harus saling ngotot. Kasihan dampaknya kepada siswa, jangan sampai mereka meniru kearoganan daripada kesantunan.

MBG bukan sekadar program, melainkan ikhtiar bersama. Keberhasilannya tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerinta pusat, tetapi juga oleh integritas pelaksana di lapangan dan kepedulian semua pihak. Jika semua bergerak dengan kesadaran bahwa ini adalah tanggung jawab bersama, maka manfaatnya akan benar-benar terasa bagi siswa, bukan hanya hari ini, tetapi untuk masa depan bangsa.

Yuk, belajar untuk lebih paham sebelum bereaksi. Karena membangun generasi bangsa tidak cukup dengan kritik, melainkan dengan komitmen dan kolaborasi sepenuh hati.

NCha, 2 Februari 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post