Ujung Penantian
Oleh: Hermin Agustini
SMPN 4 Tanggul
Hari ini sangat melelahkan, bahkan napas terasa seperti tugas yang harus kuselesaikan dengan paksa.
Ingin kuhempas semua ini, bukan untuk menyerah, hanya untuk berhenti sejenak dari pura-pura kuat.
Kupikul sunyi di bahu yang retak, kupendam lelah di dada yang sesak, aku berjalan tanpa sorak, tanpa tahu siapa yang benar-benar menunggu di ujung penantian.
Jika boleh, biarkan aku rebah sebentar di antara detik yang tak menuntut, di waktu yang tak bertanya mengapa aku belum sampai.
Aku hanya ingin diam, menjadi manusia biasa yang letihnya tak perlu dijelaskan, yang air matanya tak perlu disembunyikan.
Esok, mungkin aku akan bangkit lagi. Namun malam ini, izinkan aku menghempas segalanya dan beristirahat di ujung penantian.
NdaeCha, ! februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
