Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Kangen Mereka (Tantangan hari ke-1) TantanganGuruSiana

Suara notifikasi di gawaiku yang silih berganti membangunkan tidurku. Mataku menatap ke jam yang berada di dinding kamar, jam menunjukan pukul 23.45 WIB. Siapalah yang malam begini masih kirim-kirim komen, hatiku membatin.

Tanganku menjangkau handphone yang aku letakan di atas nakas yang berada di samping tempat tidur. Aku usap benda pipih itu, dan melihat aplikasi hijau yang ada dilayar, terdapat puluhan notifikasi yang belum kubaca pada grup kelas yang aku ampu. Ya Allah, sudah jam segini anak didikku belum tidur, apa yang mereka diskusikan?, aku jadi penasaran.

[Ibu sudah bangun], Nadya salah seorang siswaku kirim pesan di grup kelas yang lagi aku buka.

[O, iya.... Ibu baca chat kita], sebuah pesan lagi masuk dari siswaku yang lain, Lala.

[ibu...., ibu... kami kangen ibu, kita VC yok bu], Dila muridku yang paling pendiam juga ikutan komen.

[anak-anak ini sudah malam, ayo semuanya pada tidur. kalian harus jaga kesehatan, tak baik tidur terlalu lama], aku membalas chat anak didik ku.

[Tapi Bu..., besok kan masih libur, kami kangen sama ibu], Dila kembali kirim pesan.

[Kita VC Grup yok, Bu], Dion sang ketua kelas ikutan nimbrung di grup WA .

[Kami janji bu, habis VC Grup nanti kami tidur, Please],sambung Dion lagi.

[Oke deh, tapi janji ya, habis ini anak-anak harus tidur], perasaan tak enak mengecewakan mereka membuatku menyetujui permintaan mereka.

Malam itu kami VC Grup. Aku dengan ketiga siswaku, Nadya, Dila dan Lala. Kami berempat VC. Dion tak ikut. Aku senang menatap wajah tiga orang siswaku. Wajah mereka kelihatan sedih, mereka ingin ke sekolah. Ketiganya berebut bercerita kegiatan selama libur. Ketiganya mengatakan rindu dan kangen suasana sekolah, kangen sama guru-guru. Sekitar 15 menit kami VC, setelah itu aku meminta mereka menghentikan obrolan, aku menyuruh mereka segera tidur.

Selesai VC dengan anak didikku, aku duduk di sisi tempat tidur, jujur aku juga rindu dengan mereka semua. Rindu dengan canda tawa dan kekonyolan mereka. Libur yang mendadak dan terpaksa membuat rencana yang sudah tersusun jadi gagal. Kedatangan virus covid 19 membuat semua rencana jadi berantakan.

Sebelum mereka UNBK kami sudah punya rencana mau jalan bersama ke pantai, semua rencana terpaksa dibatalkan. Sebenarnya libur seperti ini juga sudah pernah terjadi beberapa bulan yang lalu. Sewaktu kabut asap melanda daerah kami, hampir dua minggu sekolah diliburkan, tapi libur kali ini sungguh beda. Terasa mencekam.

Setiap hari pemberitaan bertambahnya korban akibat viirus ini selalu ditayangkan di TV. Media sosialpun selalu memberitakan ini. Hati ini terasa pilu mendengar korban selalu bertambah. tanpa sadar air mataku mengalir, ya Allah kapankah ini semua akan berakhir. Kapankah aku bisa menatap siswa-siswaku lagi, aku kangen mereka.

Aku berwuduk dan menunaikan sholat malam, hanya kepada Nya lah tempat kita mengadu dan memohon pertolongan.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post