Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Jangan Panggil Bundaku Pelakor (Part 1) Tantangan Guru Hari ke-14

#TantanganGuruSiana

Oplet yang membawa Arumi sepulang sekolah berhenti pas di ujung gang menuju rumahnya. Gang ini merupakan satu-satunya akses untuk menuju ke rumah Arumi. Sebuah gang yang tidak terlalu besar dengan deretan rumah-rumah petak yang sangat rapat. Ramainya penduduk yang tinggal di gang ini membuat gang ini tidak pernah sepi dari lalu lalang penghuninya.

Kalau ada jalan alternatif lain Arumi tidak mau lewat gang ini. Arumi paling malas melewati gang ini. Sebenarnya tidak ada yang aneh dari gang ini, yang membuat Arumi tidak nyaman lewat gang ini adalah sekelompok ibu-ibu yang biasa mangkal di warung Mbak Tuti, satu-satunya warung menjual barang harian yang ada disekitar sini.

Warung Mbak Tuti setiap sore sudah menjadi markas ibu-ibu sekitar tempat tinggal Arumi. Ibu-ibu sekitar rumah Arumi yang rata-rata ibu rumah tangga punya kebiasaan kumpul-kumpul. Kadang-kadang mereka menggosip. Ibu-ibu yang kurang kerjaan, pikir Arumi.

Setiap Arumi lewat di depan mereka, ibu-ibu tersebut menatap sinis kepada Arumi. Arumi tidak tahu apa salah yang pernah dibuatnya kepada ibu-ibu tersebut. Bahkan Arumi pernah mendengar mereka mengatakan Arumi sebagai anak pelakor. Yah benar... ibu-ibu di komplek ini menggelari Arumi anak pelakor.

Sesampai di rumah Arumi termenung. Rumah yang sepi menandakan bunda belum pulang kerja. Bunda Arumi bekerja sebagai pelayan di sebuah kafe. Kalau kafe ramai terkadang Bunda bekerja sampai malam. Kasihan Bunda, batin Arumi.

Arumi dan Bunda baru sekitar satu tahun tinggal di daerah ini. Bunda Arumi adalah istri kedua dari Papa Arumi. Seorang pengusaha yang sukses dan kaya raya. Tapi walaupun istri kedua, istri pertama papa, yang Arumi panggil dengan sebutan mama, sangat menyayangi bunda dan dirinya. Kondisi mama yang tidak bisa memberikan anak kepada papa, membuat mama mencarikan istri kedua buat papa.

Arsila, Bunda Arumi adalah wanita yang dipilihkan mama buat papa. Bunda dan mama sangat rukun, mereka seperti dua orang kakak beradik. Mama sangat menyayangi adik madunya, bunda Arumi. Tidak pernah ada perkelahian diantara mereka.

Sewaktu Arumi kecil bunda pernah pergi meninggalkan Arumi dengan mama, karena bunda tidak mau menjadi orang ketiga di rumah tangga mama dan papa. Tapi mama mencari bunda dan berhasil menemukan bunda. Mama meminta bunda berjanji untuk tidak meninggalkan rumah lagi.

Tinggal di rumah dengan mama, papa dan bunda yang sangat menyayangi Arumi membuat Arumi bahagia. Fasilitas yang serba lengkap membuat Arumi dan Bunda sangat dimanjakan. Tapi semuanya tidak berlangsung lama, satu tahun yang lalu sewaktu Arumi duduk di kelas 8 SMP kecelakan mobil yang dialami mama dan papa membua dua orang tersayang itu meninggalakan Arumi dan Bunda untuk selamanya.

Disitulah semuanya berawal. Kedudukan Bunda yang hanya sebagai istri kedua, membuat bunda tidak bisa mendapatkan harta warisan dari papa. Bunda yang dinikahi secara siri oleh papa membuat kedudukan bunda di mata hukum jadi lemah.

Dengan semena-mena keluarga mama menguasai seluruh warisan papa. Papa sudah tidak memiliki keluarga, karena papa dari kecil sudah yatim piatu. Papa dibesarkan di panti asuhan. Kerja keras dan keuletan membuat papa berhasil dan sukses.

Kehadiran bunda sebagai adik madu mama, dari awal ditentang oleh keluarga mama. Mereka tidak menyetujui keinginan mama untuk mencarikan istri kedua untuk papa. Kematian mama dan papa membuat mereka bertindak semena-mena kepada Bunda dan Arumi. Mereka mengusir Bunda dan Arumi dari rumah mama dan papa.

Berkat bantuan seorang teman, mama diajak bekerja di kafe miliknya. Gaji bunda yang tidak begitu besar, membuat bunda hanya mampu mengontrak rumah disekitar sini. Sebuah kawasan sederhana dan padat penduduknya.

Pertama tinggal disini semua baik-baik saja, tetangga tidak ada yang mengusilin hidup mereka. Tetapi semuanya berubah setelah salah seorang istri pelanggan kafe tempat bunda bekerja menyerang bunda ke sini. Bunda dituduh menggoda suaminya. Bunda diteriaki pelakor olehnya. Semua tetangga dihasut untuk membenci bunda.

Inilah yang terjadi sekarang. Tetangga yang dahulu ramah berubah jadi sinis kepada Arumi dan Bunda. Julukan pelakor disematkan kepada Bunda. Paras bunda yang cantik memang membuat beberapa pelanggan menyukai bunda. Tapi Arumi tahu bunda tidak mungkin mau merebut suami orang. Karena Arumi tahu bunda punya hati yang baik seperti malaikat.

“Assalamualaikum....,” suara bunda membuyarkan lamunan Arumi. “Kamu kenapa, Nak? Kok nampak sedih?” Bunda bertanya sambi mencium pipi Arumi.

“Kamu diusilin oleh ibu-ibu itu lagi, ya?” Bunda kembali bertanya kepada Arumi

“Nggak kok Bun, Rumi baik-baik saja. Tadi Rumi Cuma ingat mama dan papa,” jawab Arumi sedih.

Arsila, bunda Arumi termenung. Rasa sedih yang dialami Arumi menjalar ke hatinya. Mbak Tasya kakak madunya seorang wanita yang sangat baik. Tidak pernah Mbak Tasya berlaku jahat kepadanya. Mbak Tasya menerima kehadirannya sebagai adik madu dengan tangan terbuka, malah Mbak Tasya yang memintanya untuk bersedia jadi adik madunya.

Perkenalannya dengan Mbak Tasya terjadi tanpa sengaja, ketika dia menolong wanita cantik itu waktu terjatuh di depan supermarket tempat dia bekerja. Semenjak itu dia berteman baik dengan Mbak Tasya Dua tahun setelah mereka berteman, Mbak Tasya meminta dia untuk menikah dengan suaminya. Kondisi Mbak Tasya yang tidak mungkin memberikan anak buat suaminya, membuat Mbak Tasya rela mencarikan istri buat suaminya. Arsila dipandang Tasya sebagai istri yang cocok untuk suaminya. Arsila menolak keras, karena dia tidak mau dikatakan sebagai perebut suami orang. Mbak Tasya setiap hari membujuk Arsila, sehingga akhirnya Arsila luluh juga dan menyetujuinya.

Pak Teddy suami Mbak Tasya pada awalnya juga menolak ide itu. Tapi kegigihan Mbak Tasya memaksa Pak Teddy membuat pernikahan itu terjadi. Dan resmilah dia menjadi adik madunya Mbak Tasya, Istri kedua Pak Teddy.

“Kita makan dulu ya Nak. Tadi tante Ditha membungkuskan ini untukmu.” Bunda mengeluarkan sebuah bungkusan.

Tante Ditha temannya bunda adalah pemilik kafe tempat bunda bekerja. Tante Ditha orang yang sangat baik. Dia sangat perhatian kepada Bunda dan Arumi. Tante Dita menyayangi Arumi seperi menyayangi putrinya sendiri.

Arumi membantu bunda menata makan malam di meja. Mereka makan berdua. Tidak ada suara yang terdengar. Suasana hening. Hanya dentingan sendok dan piring beradu yang terdengar. Mereka berdua hanyut dalam pikiran masing-masing.

Arumi teringat waktu mama dan papa masih ada suasana di meja makan adalah suasana yang paling menyenangkan. Mama yang pintar dan hobbi memasak, selalu memasakan makanan yang enak-enak untuk mereka berempat. Papa sangat menyukai masakan mama. Kata Papa masakan mama tiada duanya. Arumi kangen. Kangen masakan mama. Tapi sekarang mama tidak bisa lagi memasak untuknya dan bunda.

“Arsila..., keluar kamu.” Suara teriakan dari luar mengagetkam Arumi dan Bunda yang lagi makan. Siapa ya, batin Arumi.

Dumai, 12-04-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post