Mancing Ikan dapat Buaya di Bukit Cahaya ( Tagur hari ke-30)
#TantanganGuruSiana
.
Hari kelima puasa tepatnya hari Selasa tanggal 28 April 2020 warga Bukit Cahaya Kelurahan Bukit Datuk Kecamatan Dumai Selatan dihebohkan dengan ditemukannya satu ekor buaya berukuran 4 meter. Buaya ini merupakan buaya terpanjang yang pernah ditemukan di Dumai. Buaya tersebut ditemukan di Parit Chevron Jln Abdul Rabkhan Kelurahan Bukit Datuk.
Penemuan binatang reptil yang cukup besar ini sontak menjadi perhatian masyarakat sekitar. Ditengah suasana stay at home rasa penasaran membuat sebagian masyarakat tak bisa dilarang untuk melihat penemuaan hewan berdarah dingin ini. Jadilah hewan melata ini menjadi tontonan masyarakat.
Posisi Bukit Cahaya Kelurahan Bukit Datuk yang tidak jauh dari tempat tinggalku juga memancing semangat ke”kepo”an ku untuk berangkat melihatnya ke sana. Karena penemuan hewan yang dilindungi pemerintah ini jarang terjadi.
Informasi yang didapatkan di lapangan penemuan buaya ini berawal pada saat beberapa orang penduduk memasang pancing di Parit Chevron sehari sebelumnya, Senin tanggal 27 April 2020. Dan sewaktu pancing dicek tadi pagi sekitar pukul 07.00 WIB masyarakat mendapatkan salah satu mata pancing dimakan oleh buaya.
Bapak Sabaruddin dan kawan-kawan yang memasang pancing sangat beruntung, rencana memancing ikan yang dapat buaya. Dengan dibantu beberapa warga Bapak Sabaruddin dan kawan-kawan menangkap hewan besar dan bersisik ini. Penangkapan berlangsung dengan aman, tak ada yang terluka baik masyarakat yang menangkapnya maupun buaya sendiri. Ikut hadir di TKP aparat polsek Dumai Selatan. Buaya diamankan oleh masyarakat dan akan diserahkan ke Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSAD).
Masih menurut informasi masyarakat diduga masih ada beberapa ekor buaya yang ada di parit Chevron tersebut. Hal ini perlu diwaspadai oleh masyarakat sekitar, dikarenakan Parit Chevron ini sering dijadikan masyarakat sekitar untuk menyalurkan hobbi memancing.
Penemuan hewan melata ini bukan kali yang pertama di Dumai, sekitar bulan Februari tahun 2017 seekor buaya dengan panjang 2 meter juga ditemukan oleh warga di jalan Meranti Darat Kelurahan Ratu Sima Kota Dumai. Buaya ditemukan bersembunyi di dalam parit lingkungan pemukiman masyarakat. Jenis buaya yang ditemukan di jalan Meranti ini termasuk buaya muara.
Kalau dibandingkan dengan buaya yang ditemukan tahun 2017 di Kelurahan Ratu Sima, buaya yang di temukan di Bukit Cahaya jauh lebih besar. Panjangnya hampir dua kali panjang buaya ya di Kelurahan Ratu Sima. Masyarakat sekitar juga tidak mengetahui sebelumya kalau ada buaya yang sepanjang itu mendiami parit di sekitar tempat tinggal mereka.
Hewan reptil ini dalam bahasa Inggris disebut crocodile. Crocodile adalah sebuah kata yang sering diucapkan oleh masyarakat tradisional yang tinggal di dekat sungai Nil. Crocodile berasal dari kata “croco”dan “deilos”, yang bermakna “kerikil” dan “cacing”. Jadi kalau kedua kata ini digabung menjadi istilah “crocodilos” mempunyai makna “cacing batu”.
Selain sebagai hewan reptil dan berdarah dingin karena memiliki suhu tubuh yang adaftif, buaya dikenal juga sebagai hewan ovivar karena berkembang biak dengan bertelur. Untuk bertahan hidup buaya umumnya memakan hewan-hewan bertulang belakang seperti bangsa ikan, reptil dan mamalia, sehingga buaya dikenal juga sebagai hewan karnivora (pemakan daging).
Buaya termasuk hewan yang dilindungi. Walaupun keberadaannya terkadang mengancam masyarakat, buaya tidak boleh dibunuh. Masyarakat yang menemukan buaya harus menyerahkan kepada Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSAD) untuk selanjutnya dilepaskan kehabitatnya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan