Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Pelatihan Kurikulum Bermuatan Kemaritiman Mempertemukan Kami (Last Part) Tagur hari ke-11

#tantangangurusiana

Teman-teman pada part ini saya akan menceritakan latar belakang Menko Kemaritiman dan Mendikbud menjadikan Kemaritiman menjadi muatan kurikulum dan bagaimana mengimplementasikannya dalam mapel diselingi dengan kegiatan seru saya dengan teman-teman guru IPA. Yuks di baca.

Acara pembukaan berlangsung dengan lancar. Dilanjutkan dengan penyampaian materi umum oleh salah seorang nara sumber yang berasal dari Kementeriaan Koordinator Bidang Kemaritiman. Dari penjelasan nara sumber beberapa faktor yang melatar belakangi kenapa kurikulum bermuatan kemaritiman ini diberikan disekolah mulai dari tingkat dasar sampai menengah adalah

1. Indonesia adalah negara kepualau terbesar dengan 2/3 wilayahnya terdiri dari lautan, sebagai wilayah dengan lautan yang luas dan letaknya yang strategis Indonesia menjadi salah satu wilayah dengan lautan tersibuk. Setiap tahun 58 % perdagangan international melewati Selat Malaka, Selat Sunda, and Lombok, nilai ekonomi sktr USD $ 435 milyar (source: Institute of Defense and Strategic Studies Nanyang Technological University, 2006 )

2. Sejaran mencatat bahwa di Indonesia banyak terdapat kerajaan-kerajaan besar dengan armada maritim yang tangguh. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya temuan-temuan situs prasejarah di beberapa pulau. Pada masa kerajaan Sriwijaya, Majapahit dan Demak, Indonesia menjadi negara yang disegani di Asia Tenggara. Bukti-bukti kehebatan nenek moyang kita sebagai pelaut dapat dilihat pada relief dinding Candi Borobudur yang mengilustrasikan pelaut-pelaut nusantara telah berlayar mengarungi Samudera Hindia dengan kapal Samudera Raksa. Jadi nenek moyang Indonesia adalah para pelaut hebat dan tangguh yang sangat disegani.

3. Tantangan pembangunan masa mendatang. Setiap tahunnya pertambahan penduduk selalu meningkat. Ledakan populasi penduduk dunia memacu peningkatan konsumsi protein sebagai sumber makanan dan sumber energi baru . Untuk itu diperlukan sumber daya protein yang sangat banyak. Laut dianggap sumber pangan dan penggerak ekonomi masa depan .

4. Indonesia akan menghadapi bonus demogarafi. Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun.

Jumlah penduduk usia produktif yang besar akan menimbulkan masalah lapangan pekerjaan. Kemajuan tekhnologi menyebabkan beberapa sektor pekerjaan yang dulunya dikerjakan oleh manusia diambil alih oleh tekhnologi. Untuk itu diperlukan bidang pekerjaan yang dapat mengakomodir tenaga produktif ini. Lapangan pekerjaan dibidang kemaritiman adalah salah satu solusinya. Karena kalau bidang kemaritiman dan kelautan terkelola dengan baik akan banyak menyerap tenaga kerja.

Faktor-faktor diatas mendorong pemerintah untuk mengembangkan kemaritiman. Melalui Perpres 16/2017 Tentang kebijakan Kelautan Indonesia ditetapkan menjdi poros maritim dunia dan diharapkan Indonesia menjadi negara maritim yang berdaulat, mandiri, maju, kuat, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi keamanan dan perdamaian kawasan dan dunia sesuai kepentingan nasional. Yang mendasari kenapa Indonesia merupakan poros maritim dunia adalah letak geografis Indonesia yang diapit oleh dua samudera dan dua benua yang memiliki peran penting dalam penyeimbangan kekuatan poros maritim (geopolitik).

Faktor lain yang dianggap perlu untuk memberikan kurikulum nermuatan kemaritiman kepada siswa sekolah adalah untuk mengubah mindset 3 D menjadi 3 C. Konsep tentang kemaritman yang selama ini Dangerous, Dirty, dan Difficult harus dirubah menjadi Clean, Clear dan Competent. Selama ini sebagaian siswa beranggapan bahwa profesi yang berhubungan dengan kelautan itu identik pekerjaan yang berbahaya, kotor dan susah. Konsep ini menyebabkan banyak siswa tidak tertarik dengan profesi-profesi yang ada di laut. Konsep tersebut harus dirubah dengan menyatakan bahwa kemaritiman itu aman, bersih dan tidak membahayakan.

Selesai pemberian materi umum seluruh peserta dipersilahkan istirahat dan mempersiapkan diri karena malamnya kelas akan dimulai pada pukul 17.00 WIB.

Malam itu nara sumber yang mendampingi kami Ibu Santi dan Ibu Vina dari P4TK-IPA mengawali pertemuan dengan mengadakan post test. Selesai post test kami diberikan waktu untuk saling mengenal dengan rekan guru IPA dari seluruh Indonesia. Latar belakang georafis dan mata pelajaran yang diampu sama membuat kami jadi dekat satu sama lain. Ada 34 orang guru IPA yang tergabung pada kegiatan ini. Kami saling bertukar informasi mengenai sekolah masing-masing. Setelah pembagian kelompok untuk belajar besok kami dipersilahkan istirahat.

Shalat subuh yang dimulai sekitar jam 04.15 WIB membuat saya terbangun lebih cepat. Kebiasaan tidak tidur setelah sholat subhuh membuat saya jadi bingung mau mengerjakan apa. Ibu Fitri teman sekamar saya mengajak turun ke lobby hotel karena teman-teman satu daerahnya menunggu di sana.

Saya ikut dengan teman-teman bu Fitri dan guru-guru dari propinsi Sulawesi Selatan. Salah seorang teman ibu Fitri rekan saya sesama guru IPA ibu Syahidatul Islamiyah menjadi teman dekat saya pada pelatihan ini.

Taman Bungkul adalah tujuan kami. Letak geografis Surabaya yang terletak lebih ke timur menyebabkan matahari lebih cepat menyinari bumi. Pukul 04.30 WIB disini sudah seperti jam 06.00 WIB di Riau. Kami mengitari taman. Ternyata memang tamannya sangat indah dan tertata dengan baik. Bunga-bunga dan tanaman lain yang ada di taman sangat terawat. Beberapa spot-spot menarik sangat cocok buat yang hobby berselfie ria. Tempat pijat refleksi kaki injak batu juga disediakan disini. Saya bersama bu Ida mencoba fasilitas ini. Keindahan taman dilengkapi dengan air mancur yang berada di tengah taman. Saya teringat taman yang ada di derah saya Dumai, Riau. Saya membatin Kapankan Taman Bukit Gelanggang yang ada di Dumai seperti taman ini.

Berdua dengan ibu Ida kami duduk disalah satu kursi yang ada di taman. Kami berdiskusi banyak hal. Usia bu Ida masih sangat muda seperti ibu Fitri. Ceritanya yang lucu membuat saya sering tertawa, mendengar beliau bercerita saya terbayang ustazd Das’ad Latif. Hobbinya yang suka di photo membuat saya suka menjepret-jepretnya dengan kamera. Teman-teman yang menyenangkan.

Petugas kebersihan pagi itu sudah mulai bekerja. Surabaya memang kota yang bersih. Pohon-pohon dipinggir jalan tumbuh subur, disetiap batang pohon terdapat tanaman anggrek. Anggrek dengan bunganya yang indah tinggal bebas dipohon tanpa ada yan berani mengganggu.

Sekitar 1,5 jam kami mengitari dan berselfie di taman, kami kembali ke hotel untuk bersiap-siap memasuki kelas. Setelah selesai sarapan pukul 06.50 WIB saya memasuki kelas. Kami mulai mendapat materi inti dari kedua ibu narsum. Muatan kurikulum kemaritiman tidak menambah muatan kurikulum yang ada di sekolah. Kemendikbud menyadari muatan kurikulum di sekolah sudah banyak. Mulai dari muatan Adiwiyata, Ramah Anak, Karakter, Siaga Kependudukan dan Kemaritiman. Jadi para guru tidak usah cemas dengan implementasi muatan kurikulum ini dalam mata pelajaran.

Selanjutya nara sumber menjeaskan cara pengimlementasian kurikulum berwawasan kemaritiman di sekolah adalah dengan menyisipkan materi kemaritimn pada kompetens dasar (KD) yang sudah ada di silabus. Jadi tidak ada penambahan Kompetensi Dasar. Kalau seandainya KD yang ada di silabus tidak memungkinkan untuk disisipi dengan muatan kemaritiman jangan dipaksakan. Dan semuanya disesuaikan dengan situasi dan kodisisi sekolah berada.

Pagi itu dalam kelompok kami diminta untuk menganalisi KD yang sesuai dengan kemaritiman. Kami berdiskusi dengan semangat. Suasana pelatihan yang tidak kaku membuat kami merasa nyaman. Disela-sela diskusi kami berbagi pengalaman mengajar dengan rekan-rekan guru. Saya sangat senang mendengar pengalaman-pengalaman rekan guru yang sudah mengimplementasikan kurikulum ini disekolahnya. Pengalaman terbanyak saya apatkan dari Pak Bahktiar seorang guru IPA SMP 9 Tegal, Jawa Tengah.

Untuk buku panduan Kemendikbud menyediakan beberapa buku sebagai acuan. Ada 5 buku yang disediakan. Setiap mapel bisa mengguanakan buku ini tinggal disesuaikan dengan materi yang ada di KD. Buku-buku tersebut adalah, Buku 1 tentang Sumber Daya Maritim, buku 2 tentang Geomaritim dan Dimanika Laut, buku 3 tentang Trasportasi laut dan Industri Maritim, buku 4 Sejarah, Budaya dan Inovasi Maritim dan buku 5 tentang Geopolitik, Hukum dan Kemaritiman.

Dihari keempat kami diajak berkunjung ke sebuah sekolah yang sudah lama melaksanakaan kemaritiman, sekolah SMP Hang Tuah 5 Surabaya. Kami disambut dengan atraksi baris berbaris ala militer dari siswa siswi SMP Hang Tuah 5. Sebagai sekolah yang berada dibawah binaan Angkatan Laut sekolah SMP 5 Hang Tuah memiliki pengalaman dan fasilitas yang lebih lengkap dari sekolah lain.

Kami ikut masuk kelas dan melihat bagaimana cara salah seorang guru IPA menerapkan materi kemaritiman pada KD dalam pembelajaran. Setelah itu kami diajak mengunjungi fasilitas sekolah yang berhubungan dengan kemaritiman. Di sekolah ini mereka mempunyai laboratorium kemaritiman, yang berisi segala hal yang berbau kemaritiman mulai dari reflika-reflika kapal tradisonal sampai modren, lukisan-lukisan, hasil laut, pakaian-pakaian kemaritiman untuk angkatan laut dan pekerja kapal disertai literasi-literasi berhubungan dengan kemaritiman.

Sepulang dari SMP hang Tuah 5 Surabaya kami menyempatkan diri untuk mampir di Kebun Binatang Surabaya. Kerana moment pergi bersama seperti ini tidak bisa kami lakukan diwaktu pelatihan. Jadwal pelatihan yang padat membuat kami tidak bisa jalan-jalan ke kebun binatang. Disini kami mengabadikan kenang-kenagan dengan teman-teman guru IPA dengan berphoto bersama di depan patung Sura dan Baya icon kota Surabaya.

Banyak ilmu dan kenangan yang didapat. Teman-teman hebat dengan berbagai cerita dan pengalaman serunya membuat betah dan kerasan rasanya mengikuti pelatihan ini. Tapi waktu pelatihan yang terbatas membuat kami harus berpisah. Suasana mengharukan kami rasakan sewaktu bersalam-salaman dan photo bersama dengan seragam yang sama dengan teman-teman dan ibu-ibu Nara Sumber. Semoga persahabatan dan pertemanan yang terjalin membuat kita bisa dipertemukan pada pelatihan berikutnya dan semoga kita bisa mengimplementasikan ilmu yang didapat di sekolah-sekolah kita nantinya. Aamiin

Dumai **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post