Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Pelatihan Kurikulum Bermuatan Kemaritiman Mempertemukan Kami (Part 1)

Tantangan Hari ke-10

#TantanganGurusiana

SMPN 2 Dumai adalah salah satu sekolah yang ditunjuk oleh Kemendikbud untuk melaksanakan kurikulum bermuatan kemaritiman. Agar implementasi kurikulum berbasis kemaritiman dapat terlaksana dengan baik, pemerintah dalam hal ini Kemenko Kemaritiman bekerjasama dengan Kemendikbud mengadakan pelatihan pengintegrasian kurikukulum Kemaritiman kedalam mapel untuk guru-guru mata pelajaran.

Untuk tahap awal ada 3 mata pelajaran yang ditunjuk untuk mengikuti pelatihan ini yaitu mapel IPA, IPS dan Bahasa Indonesia. Sebagai salah seorang guru yang mengampu mapel IPA di SMPN 2 Dumai, kepala sekolah kami ibu Hj. Saidatun Syabibah, S.Pd, M.Pd mempercayakan kepada saya untuk mengikuti pelatihan ini.

Pelatihan dilaksakana di Surabaya tanggal 21-27 Oktober 2019. Saya sangat berbahagia diberi kepercayaan mengikuti pelatihan ini, karena disamping nanti mendapat materi pelatihan dari nara sumber-nara sumber tingkat nasional, pelatihan ini juga akan mempertemukan saya dengan guru-guru hebat se -Indonesia yang berasal dari daerah pesisir/kepulauan. Karena dari surat tugas yang saya terima pelatihan diikuti oleh 34 sekolah project yang ada di Indonesia.

Kota Dumai adalah satu-satunya kabupaten/kota yang ditunjuk mewakili propinsi Riau. Setiap jenjang pendidikan diwakili masing-masing oleh satu sekolah. Untuk tingkat SMA/SMK diwakili oleh SMAN 2 Dumai, tingkat SMP diwakili oleh SMPN 2 Dumai dan SD diwakili oleh SDN Binsus Kota Dumai. Pelaksanan pelatihan untuk guru SD dan SMP dilaksanakan serentak diwaktu dan tempat yang sama, sedangkan untuk SMA dilaksanakan diwaktu yang berbeda.

Saya dan tiga orang rekan guru yang lain berangkat dari Dumai hari senin malam jam 22.00 WIB, karena kami mengejar pesawat pagi yang berangkat jam 06.00 WIB dari Pekanbaru langsung ke Surabaya. Kami tidak ingin terlambat sebab acara pembukaan akan dilaksanakan keesokan harinya, selasa jam 16.00 WIB.

Sesampai di Surabaya kami langsung menuju Hotel Grand Darmo tempat pelatihan diadakan. Saya sangat senang sekali karena dari informasi yang saya lacak di google posisi Hotel Grand Dharmo tepat berada di depan Taman Bungkul. Taman Bungkul merupkan salah satu destinasi hiburan bagi wisatawan. Taman Bungkul merupakan taman kebanggan masyarakat Surabaya. Saya berpikiran keberadaan taman ini bisa dimanfaatkan untuk refreshing disela-sela waktu pelatihan.

Hotel Grand Dharmo terletak di jalan Progo. Lokasi hotel yang sangat strategis dan di pusat kota membuat hotel ini ramai pengunjungnya. Pegawai hotel menyambut kami dengan sangat baik dan ramah. Kami dan beberapa peserta yang sudah datang dipersilahkan menunggu di lobby dulu menunggu panitia acara.

Jam menunjukan pukul 11.00 WIB, sesuai dengan jadwal di surat tugas registrasi jam 14.00 WIB masih ada waktu 2 jam sebelum registrasi. Kami berempat berencana mau ke Taman Bungkul. Setelah menitipkan barang di resepsionis hotel saya dan tiga rekan guru yang lain, melangkahkan kaki ke luar hotel. Yah... tentu ke taman Bungkul. Dari informasi yang kami dapat dari sopir taxi bandara yang mengantar kami tadi, di taman Bungkul banyak tempat-tempat yang sangat memanjakan selera. Diantaranya nasi rawon. Kami penasaran mau mencobanya.

Banyak tempat kuliner yang menyediakan nasi rawon disekitar Taman Bungkul. Kami berempat berhenti di depan sebuah tempat kuliner yang bernama Rawon Kalkulator. Rasa penasaran dengan namanya membuat kami berhenti di sini. Pelayanan yang cepat dan ramah kesan pertama yang kami dapatkan. Empat piring sup rawon dan nas putih terhidang cepat untuk kami.

Rawon adalah masakan khas Jawa Timur. Berupa sup daging yang berkuah hitam sebagai campuran bumbu. Sebagai pelengkap rawon dimakan dengan nasi putih. Aroma yang lezat dan menggugah selera membuat kami tanpa basa basi menyantap hidangan tersebut. Rasa lapar karena dari pagi belum jumpa makanan berat membuat makan itu terasa lebih nikmat. Memang masakan yang sungguh enak dan lezat. Indonesia memang kaya dengan kuliner yang bercita rasa tinggi.

Rasa penasaran nama tempat kuliner yang kami masuki terjawab sewaktu kami membayar harga makanan dan minuman yang kami santap. Ternyata nama Rawon Kalkulator diambil dari keunikan kasir tempat kuliner ini. Kasir di tempat ini bisa menghitung dengan sangat cepat makanan dan minuman yang kami pesan, tsnpa menggunakan kalulator. Kasir menghitung cepat tanpa salah seperti kalkulator, makanya dinamakan rawon kalkulator.

Selesai makan kami kembali ke hotel karena kami harus regitrasi dulu ke panitia. Selesai registrasi kami di beri schedulle acara, ATK dan kunci kamar hotel. Saya mendapatkan kamar no 501. Teman sekamar saya adalah ibu Fitrianti, S.Pd beliau adalah seorang guru SDN 7 Karanrang, Kecamatan Pangkep, Kabupaten Pangkajene, Sulawesi Selatan.

Menjelang acara pembukaan saya bercerita dengan teman sekamar saya. Usia beliau yang masih sangat muda, dan jauh dibawah saya membuat saya memanggilnya dengan panggilan adik. Guru yang sangat luar biasa menurut saya, karena walaupun beliau belum ASN beliau mau mendedikasikan dirinya disalah satu SD yang berada di salah satu pulau di Propinsi Sulawesi Selatan. Sekolah tempat beliau mengajar hampir semuanya adalah guru honorer. Yang ASN hanya ada 2 orang, kepala sekolah dan 1 orang lagi guru yang baru lulus diangkat jadi ASN.

Tempat ibu Fitrianti mengajar hanya satu buah sekolah SMP, tapi biasanya banyak anak yeng lebih memilih meninggalkan pulau ke kota kecamatan untuk melanjutkan SMP. Beliau menceritakan tentang putri beliau yang harus kos di pulau lain karena melanjutkan sekolah SMP di salah satu SMP yang ada di kota kecamatan.

Dek Fitri begitu saya memanggilnya memulai karirnya sebagai guru honorer, karena kekurangan guru di daerah tempatnya tinggal. Berbekal ijazah SMA yang dimilikinya, beliau diterima mengajar disana. Tapi Alhamdulillah... sekarang beliau sudah sarjana. Semangat dan motivasi yang kuat membuat beliau sudah berhasil menamatkan S.1 melalui jalur Universitas Terbuka. Doa saya buat beliau semoga tes CASN tahun ini beliau bisa diangkat sebagai ASN. Aamiin.

Walau baru berjumpa banyak pelajaran yang saya ambil dari dek Fitri. Rasa ikhlas dan mensyukuri apa yang ada akan membuat kita bahagia. Beliau dengan semua keterbatasan bisa mencapai cita-cita melanjutkan ke strata 1. Yang membuat saya salut keinginan beliau mau mengikuti strata 2. Sebelum kami turun ke ruang pertemuan mengikuti acara pembukaan beliau masih sempat berkata dengan logat Makassarnya, “Bunda, nanti ceritakan ya tentang kuliah S.2 nya di Manajemen Pendidikan, saya mau melanjutakan ke S.2, seperti bunda”.

Ya Allah luar biasa sekali. Walaupun belum ASN dengan honor yang terbatas dia bersemangat mau menambah ilmu, sementara banyak teman-teman saya yang ASN dan mampu dari segi finansial masih enggan untuk mengambil stara dua. Guru yang luar biasa. A Proud for you, Sister.

[Terima kasih pembaca sudah singgah, nantikan cerita saya selanjutnya ya teman guru dengan berbagi pengalaman materi yang saya dapat selama pelatihan dan kisah pengalaman dengan guru-guru hebat lainnya. See yoou next... SALAM LITERASI]

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post