Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Sekolah Tinggi Ilmu Beruk (STIB) Tagur hari ke 29

#TantanganguruSiana

.

Liburan lebaran adalah moment yang sangat ditunggu oleh semua orang. Moment dimana kita dapat bersilahturahmi dengan sanak saudara, handai taulan dan tak lupa moment untuk berekreasi ke berbagai objek wisata.

Moment ini juga sangat dinanti oleh  keluarga kecilku. Apalagi kalau liburan lebarannya ke kampung kelahiranku di Pariaman. Banyaknya objek wisata bahari di Pariaman membuat anak-anak betah berlama-lama di sana.

Salah satu agenda wisata yang akan  aku kunjungi dengan keluarga diliburan lebaran tahun ini adalah mengunjungi Sekolah Tinggi Ilmu Beruk (STIB) yang terletak di desa Apar, Pariaman.  Tapi agenda ini terpaksa dibatalkan karena larangan mudik untuk memutus rantai pandemi covid-19 diberlakukan.

Aku sendiri belum pernah berkunjung ke sekolah ini secara langsung. Tapi berita mengenai sekolah ini sudah sering aku dengar dari teman-teman yang sudah kesana dan bahkan sekolah ini sudah pernah di publish oleh salah satu stasiun TV nasional.

Sekolah Tinggi Ilmu Beruk (STIB) adalah sebuah sekolah yang diperuntukan untuk beruk. Satu-satunya sekolah beruk yang ada di Indonesia bahkan mungkin di dunia. Beruk yang nama latinnya Macaca nemestrina  adalah hewan sejenis kera yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memanjat pohon kelapa, dalam bahasa Pariaman beruk disebut dengan  ‘baruak’. Beruk dikenal juga dengan nama lain kera. Tapi bukan monyet ya guys.

Samakah kera dengan monyet ? Kera tidak sama dengan monyet. Kera dan monyet adalah dua spesies yang berbeda tetapi primatanya sama. Perbedaan keduanya secara sederhana dapat dilihat dari ciri fisiknya. Kera memiliki ekor yang lebih pendek dibandingkan monyet. Bentuk tubuh, cara berjalan dan besarnya volume otak adalah ciri lain yang membedakan antara kera dan monyet.

Menurut KBBI beruk adalah kera besar yang berekor pendek dan kecil, dapat diajarkan memetik buah kelapa.

Pariaman merupakan daerah penghasil kelapa terbesar di Sumatera Barat. Tanaman kelapa dapat dijumpai di setiap tempat. Pohon kelapa yang ada di Pariaman umumnya adalah pohon kelapa yang tinggi. Masyarakat Pariaman menyebut kelapa dengan sebutan ‘karambiah’.

Untuk mengambil buah kelapa yang sudah matang biasanya di Pariaman orang lebih suka  menggunakan beruk. Karena kalau menggunakan tenaga manusia sangat beresiko. Pohonnya yang tinggi sangat membahayakan, apalagi kalau pemanjat tidak memiliki safety yang bagus.

Jasa beruk di Pariaman sangat diperlukan. Tidak semua beruk bisa memetik kelapa. Perlu keahlian khusus untuk itu. Beruk yang digunakan untuk  memanjat kelapa adalah beruk yang sudah terlatih.  Karena beruk harus bisa membedakan mana kelapa yang sudah tua dan yang muda.

Untuk mendapakan beruk terlatih bisa dengan melatih beruk secara mandiri atau dengan membeli beruk yang sudah terlatih. Beruk yang sudah   terlatih biasanya dijual dengan harga yang cukup mahal bahkan ada sampai  jutaan. Harga itu sebanding nanti dengan  penghasilan yang didapat oleh pemilik  beruk.

Penyedia jasa beruk  berkeliling daerah dengan menggunakan motor atau sepeda. Biasanya beruk duduk di boncengan motor atau sepeda pemiliknya. Setiap selesai menggunakan jasanya para pemilik beruk mendapat upah dari hasil pembagian kelapa yang sudah diturunkan beruk  atau dengan uang sesuai dengan kesepakatan pemilik kelapa. 

Bagi hasil biasanya sesuai dengan kesepakatan pemilik beruk dengan pemilik kelapa, biasanya seperempat  atau  sepertiga dari jumlah kelapa sesuai kesepakatan. Pemilik kelapa juga bisa membayar dengan uang biasanya untuk satu kelapa upahnya  berkisar Rp 150,- sampai Rp 200,- per butir.

Mengingat jasa beruk terlatih sangat diperlukan, maka diperlukan suatu sekolah  untuk melatih beruk ini.  Latar belakang inilah yang menyebabkan sekolah ini didirikan.

Layaknya sekolah lain, sekolah beruk ini juga memiliki kurikulum. Apa kurikulumnya? Kurikulum sekolah ini dapat dilihat pada banner yang terletak di lokasi sekolah. Adapun kurikulumnya di STIB ini terdiri dari enam pembelajaran, yaitu:

1.   Pembelajaran 1

Pembelajaran 1 mengenai pengenalan  diri, berlangsung tiga bulan pembelajaran  pengenalan diri pada beruk meliputi memberi makan, memandikan beruk dan lain-lain

2.   Pembelajaran 2

Pembelajaran 2 selama dua  bulan  mengenai ‘karambiah pancang’. Beruk dikenalkan dengan kelapa yang dipancangkan di tengan pohon kelapa.

3.   Pembelajaran 3

Pembelajaran 3 waktunya selama satu bulan mengenai ‘karambiah sompong’.  Beruk dikenalkan dengan kelapa yang sudah bolong, beruk belajar meutar-mutar kelapa bolong  yang diletakan di media kayu.

4.   Pembelajaran 4.

Pembelajaran 4 waktunya dua bulan mengenai ‘karambiah gantuang’. Beruk belajar menjatuhkan kelapa yang digantungkan di pohon kelapa.

5.   Pembelajaran 5

Pembelajaran 5 waktunya tiga bulan mengenai ‘menjatuahkan karambiah’. Beruk belajar menjatuhkan kelapa dan mampu membedakan  kelapa yang muda dan yang tua.

6.   Pembelajaran 6

Pembelajaran 6 ini beruk sudah menamatkan pembelajaran. Beruk  siap turun ke lapangan dan diserahkan ke pemiliknya.

 

Bagaimanakah biaya pendidikan beruk di sekolah ini? Biaya yang dikeluarkan pemilik untuk menyekolahkan beruk di sekolah ini berkisar 3- 5 jutaan. biaya pendidikan  berbeda untuk jenis kelamin beruk.

Beruk  betina biasanya lebih diminati dibandingkan beruk jantan, karena sifat beruk betina yang cenderung patuh dan penurut pada pemiliknya.

Di sekolah ini setiap beruk juga disedikan pemondokan. Jadi kalau ibaratnya sekolah umum beruk ini  sekolahnya boarding school juga lho.

Penasaran sama sekolah ini ? Yuk bekunjung ke sekolah ini. Sekolah ini pun sekarang dijadikan sebagai objek wiasata. Banyak orang berkunjung ke sekolah ini untuk melihat dari dekat bagaimana keseharian hewan primata ini.

Saya pribadi walaupun sudah mengenal beruk ini dari  kecil tetap penasaran mau berkunjung ke sekolah ini. Bagaimana dengan anda? Semoga pandemi virus ini cepat berlalu kita bisa berkunjug ke sekolah beruk ini dan bisa beraktivitas seperti sedia kala. Aamiin.

 

 

Dumai, 27-04-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post