Hati Yang Terluka (part 2) Tagur hari ke 62
#tantanganguusiana
.
Dengan dibantu oleh Ayra adik iparnya, Nadya menyiapkan pesta pernikahan mas Bima. Sangat berat bagi Nadya untuk melakukannya. Istighfar selalu terlafaz dari mulutnya setiap ada rasa nyeri menusuk dada.
Nadya berusaha untuk ikhlas. Tapi ikhlas hanyalah sebuah kata yang mudah diucapkan tapi sangat susah dilaksanakan.
Bima suaminya selalu meyakinkan Nadya bahwa dia akan berlaku adil kepada Nadya dan Gayatri nanti. Nadya hanya bisa berdoa semoga janji Bima tidak di bibir saja. Nadya meragukan janji suaminya sebelum mereka menikah saja Nadya sudah melihat kalau Bima lebih mengutamakan Gayatri daripada dirinya.
*****
Pesta pernikahan Bima dan Gayatri berlangsung sangat meriah di sebuah hotel berbintang. Relasi-relasi bisnis Bima dan alm Andika banyak yang hadir. Gayatri nampak cantik sekali dengan balutan baju pengantin. Dia nampak cocok sekali dengan Bima. Mereka berdua pasangan yang serasi.
Tamu-tamu yang hadir banyak bersimpati kepada Nadya. Mereka salut melihat ketegaran Nadya. Ketegaran untuk mengizinkan suami menikah lagi.
Nadya berusaha untuk tampil setenang mungkin. Ketenangan yang tampak dilahir saja, batinnya memberontak. Kalau tidak menghargai suaminya rasanya dia ingin berlalu meninggalkan acara resepsi ini.
Beberapa orang sahabat dekat Nadya yang hadir di pesta itu memeluknya erat. Mereka memberikan kekuatan kepada Nadya. Seakan mereka mengerti bahwa Nadya sangat terpukul dengan pernikahan ini.
“Mama, papa kok jadi pengantin?” pertanyaan Kayla putri semata wayangnya yang masih berumur lima tahun membuat hati Nadya semakin tercabik.
“Iya sayang.... Nanti Kayla punya dua mama,” Nadya memeluk putri cantiknya.
“Nggak mau. Mama Kayla cuma mama saja. Kayla tidak mau punya dua mama” Anak kecil berteriak sambil menangis.
Nadya memeluk Kayla. Dia berusaha menenangkan gadis kecilnya itu. Bimo yang tegak tidak jauh dari mereka berdua menghampiri dan membujuk keponakannya.
Air mata Nadya mengalir tanpa bisa ditahan. Bimo menawarkan Nadya untuk pulang saja. Takut merusak suasana pesta pernikahan suaminya Nadya menerima ajakan Bimo. Nadya dan putrinya keluar dari ruangan pesta dengan diam-diam.
*****
Nadya termenung sendiri di ruangan tamu. Rumah Nadya sekarang sepi. Ibu mertua dan Ayra yang dulu tinggal bersama Nadya sekarang tinggal bersama Gayatri.
Bima meminta ibu dan adiknya menemani Gayatri. Bima khawatir sesuatu terjadi pada Gayatri kalau dia ke kantor. Terapi kepada Gayatri tetap diberikan. Alasan itu juga membuat Bima mengajak ibu dan adiknya tinggal di rumah istri barunya. Biar ada yang mendampingi Gayatri selama melakukan terapi.
Semenjak ibu tidak tinggal di rumahnya Bimo memilihi kost. Adik iparnya itu tidak enak tinggal di rumah kakak iparnya. Hanya sekali-kali dia ke rumah Nadya, jika kangen kepada Kayla keponakannya.
Nadya betul-betul merasa kesepian. Apalagi kalau Kayla pergi sekolah. Nadya tinggal sendiri di rumahnya hanya ditemani oleh asisten rumah tangga mereka. Keinginan Nadya untuk mengajak kedua orang tua dan adiknya untuk tinggal di rumah mereka tidak disetujui mas Bima. Mas Bima beralasan kalau keluarga Nadya sudah dibelikannya rumah.
Janji Bima untuk berlaku adil tidak terbukti. Dalam seminggu hanya dua hari Bima di rumah Nadya, Bima lebih sering di rumah istri mudanya. Terkadang sewaktu berada di rumah Nadya, Bima terpaksa balik ke tempat Gayatri. Gayatri akan histeris kalau keinginannya tidak dituruti. Nadya terpaksa mengalah.
*****
Kayla yang bermain dengan Bima diruang tamu malam itu membuat suasana rumah jadi meriah. Nadya yang duduk tidak jauh dari sana tersenyum melihat suami dan anaknya bercanda. Dulu suasana ini hampir setiap hari terjadi.
Bima sebenarnya adalah suami dan ayah yang baik. Bima selalu punya waktu buat Nadya dan Kayla. Tapi itu dulu sebelum Gayatri hadir di tengah mereka. Sikap posesif dan jiwa labil yang dimiliki oleh adik madunya itu membuat Nadya harus sering mengalah.
Kayla nampak sangat bahagia. Gadis kecilnya itu tertawa senang. Senyum selalu nampak di wajahnya yang imut. Nadya sangat senang melihat putri kecilnya bahagia.
Gawai Bima yang dari tadi berbunyi di atas meja membuat aktifitas ayah dan anak itu berhenti. Bima tergesa mengambil gawainya. Sikapnya yang menjauh waktu menerima telepon menandakan yang menelpon itu adalah Gayatri. Nadya sudah paham itu.
Cukup lama Bima menelpon Gayatri. Dia kembali ke ruangan dan melanjutkan permainan dengan Nadya.
Sebuah notifikasi masuk ke gawai Nadya. Nadya membaca chat yang ada di aplikasi whatsapp nya.
[Kak Nadya, mas Bima izinkan pulang sekarang ya] chat dari Gayatri. Nadya geram, Gayatri selalu seperti itu.
[Aku tidak bisa tidur kalau tak ada mas Bima] chat berikutnya menyusul masuk.
[Tak bisa begitu Gayatri, ini kan waktunya mas Bima untuk aku dan Kayla. Kamu harus maklum dong] Nadya menjawab chat itu.
[Kak Nadya jahat. Aku benci kak Nadya] Nadya membaca chat itu dengan tersenyum.
Selama ini dia selalu menurutkan keinginan adik madunya, dia selalu mengalah. Kondisi psikis Gayatri menjadi alasan Nadya. Tapi sekarang Nadya tidak peduli lagi. Pembicaraanya dengan Bimo sore tadi sudah membuat dia tersadar, bahwa Gayatri selama ini sering memanfaatkan Nadya.
Informasi dari Ayra yang menyebutkan kalau Gayatri sudah lebih baik keadaanya, membuat Nadya sudah tidak perlu mengkhawatirkan Gayatri lagi.
Nadya mulai tidak memperturutkan keinginan Gayatri. Adik madunya itu harus belajar bahwa bukan dia saja satu-satunya istri suaminya. Dia juga harus mengerti bahwa istri pertama suaminya dan anaknya membutuhkan mas Bima juga.
Gawai mas Bima kembali berdering. Gayatri kembali menelpon. Mas Bima tidak mendengar pangilan di handphonenya. Nadya pindah duduk ke dekat meja tempat gawai itu berada. Setiap panggilan dari Gayatri yang masuk ke gawai mas Bima di rejectnya.
Volume panggilan di handphone mas Bima di pelankan oleh Nadya. Nadya tidak ingin kebahagian putri kecilnya yang sedang bermain bersama papanya berakhir. Nadya tersenyum. Permaianan akan dimulai Gayatri, batin Nadya.
bersambung
Dumai, 30-05-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan