Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Hati yang Terluka (Tagur hari ke 61)

#tantangangurusiana

.

Semua mata di ruangan ini menatap tak berkedip ke arah perempuan yang duduk menempel dari tadi ke badan mas Bima. Tangannya berpegangan erat seakan tidak mau dipisahkan dari mas Bima. Usianya kira-kira dua puluh tahunan.

Wajahnya sangat cantik. Hidungnya mancung, matanya indah dengan bulu mata yang lentik. Alis matanya hitam tebal nampak alami tanpa digores pensil alis. Kulitnya putih bersih seperti pualam. Pipinya yang merona merah nampak sangat halus. Rambutnya yang hitam panjang dibiarkan tergerai. Kecantikan yang betul sempurna.

Nadya merasa ada yang pedih dan perih di hatinya seakan ditusuk oleh belati yang sangat tajam. Kalau seandainya malaikat maut menawarkan untuk mencabut nyawanya saat ini dia pasti dengan senang hati menyetujuinya. Nadya tidak sanggup rasanya menjalani hidup ini.

Betapa tidak perempuan muda yang dibawa mas Bima suaminya adalah calon adik madunya. Calon adik madu yang sudah disetujui oleh Nadya. Persetujuan yang terpaksa diberikannya kepada mas Bima. Nadya merasa sangat terpukul.

Keputusan Bima untuk menikah lagi sudah diutarakan sebelumnya. Perempuan muda ini adalah adik sahabatnya, Adiguna Sanjaya. Adiguna banyak punya andil terhadap keberhasilan usaha yang dibangun suaminya sekarang. Adigunalah penanam saham terbesar pada perusahaan Bima.

Adiguna sahabat terbaik Bima. Persahabatam mereka sudah terjalin sewaktu mereka duduk di SMA. Kecelakaan yang menimpa Adiguna menyebabkan nyawanya tidak tertolong. Sebelum meningggal Adiguna meminta Bima untuk menjaga dan menikahi adiknya.

Adiguna sangat menyayangi adiknya, Gayatri. Mereka hanya hidup berdua saja. Perampokan yang terjadi di rumah orang tuanya sewaktu Bima dan Gayatri masih kecil menyebabkan mereka harus kehilangan kedua orang tua mereka. Perampok yang kejam membunuh orang tua Bima dan gayatri. Bima dan Gayatri kecil yang bersembunyi di bawah tempat tidur orang tua mereka luput dari pembunuhan.

Pembantaian orang tua yang terjadi di depan mereka menimbulkan trauma yang mendalam bagi Gayatri. Gayatri tumbuh menjadi pribadi yang labil. Terapi yang diberikan kepada Gayatri tidak banyak menolong untuk kesembuhannya. Gayatri menjadi pribadi yang harus dijaga betul perasaanya. Gayatri tidak bisa hidup dibawah tekanan. Untung ada Adiguna yang selalu menjaganya. Adiguna rela berkorban apa saja demi adiknya.

Setelah kematian kedua orang tua mereka kedua anak itu hidup berdua. Beruntung mereka dikelilingi oleh anak buah almarhum papanya yang setia dan baik hati. Mereka menjaga dua orang besaudara itu sampai dewasa. Setelah dewasa Adiguna mengelola semua aset papanya yang selama ini dikelola oleh anak buah papanya. Adiguna yang pintar dan cerdas membuat aset yang dikelolanya menjadi berkembang pesat.

Bagi Adiguna, Gayatri adalah segalanya. Tidak akan dia biarkan orang lain menyakiti adiknya. Adiguna rela menceraikan istrinya sendiri demi Gayatri. Istri Adiguna kedapatan memberlakukan Gayatri tidak baik.

Kematian Adiguna membuat trauma yang dialami Gayatri menjadi lebih parah. Gadis itu histeris dan hampir mencelakai dirinya sendiri. Gadis itu sempat dirawat khusus selama beberapa bulan. Bimalah selama ini yang mendampingi gadis itu. Karena Gayatri tidak mau didampingi oleh orang lain. Karena memang hanya Bimalah yang dikenalnya selain almarhum abangnya.

“Gayatri, ini istriku, ini ibuku, dan ini adik-adiku,” Bima mengenalkan semua yang ada di ruangan itu.

Perempuan itu tersenyum. Nadya mengulurkan tangannya. Tangan Gayatri yang halus dam lembut menyambut tangan Nadya. Nadya memeluk perempuan calon adik madunya itu. Rambut Gayatri tercium sangat wangi oleh Nadya

Perempuan cantik itu beralih menyalami Bimo dan Ayra dua adik kembar Bima. Terakhir Gayatri menyalami ibunya Bima. Ibu mertua Nadya memeluk calon istri kedua putranya dengan pelukan yang sangat erat.

Nadya bisa melihat tatapan sayang dari ibu mertuanya kepada Gayatri. Kisah hidup Gayatri yang sudah diceritakan sebelumnya oleh mas Bima telah menarik simpati ibu mertuanya. Begitu juga ipar perempuanya, Ayra juga nampak sayang kepada gadis itu. Ipar perempuan Nadya memang orang yang gampang kasihan dan iba kepada orang lain. Nadya jadi iri. Iri akan perhatian ibu mertua dan adik iparnya akan beralih kepada Gayatri.

Hanya Bimo yang nampak bersikap cuek. Karena memang dialah yang kurang suka keputusannya abangnya menikahi Gayatri, walaupun itu wasiat dari orang yang sudah meninggal. Karena menurut Bimo, Nadya sebagai kakak ipar sangat baik. Dan tidak semua wasiat harus dipenuhi. Tapi keberatan Bimo tidak menghalangi niat abangnya untuk menikahi Gayatri.

“Pernikahan kami akan berlangsung dua minggu lagi. Nadya aku minta tolong kamu yang menyiapkan semuanya.” Bima berkata sambil menoleh kepada Nadya.

Setelah berbasa-basi seperlunya Bima pamit mau mengantarkan Gayatri pulang. Sepeninggal Bima dan gayatri suasana hening. Nadya terisak di dalam hati. Dia berusaha air matanya jangan tumpah. Hatinya sungguh pedih dan sakit sekali. Jujur dia belum ikhlas menerima Gayatri sebagai adik madunya. Persetujuan yang diberikannya ke Bima hanya karena terpaksa. Karena Nadya tahu suaminya pasti akan tetap menikahi Gayatri walaupun dirinya tidak mengizinkan.

Bercerai dari Bima suatu hal yang mustahil. Nadya tidak bekerja. Nadya sangat tergantung kepada Bima. Orang tua dan seorang adiknya yang masih kuliah semua memerlukan biaya dari Bima. Nadya seperti memakan buah simalakama.

“Kamu harus ikhlas, Nadya. Lagian kamu kan lihat Gayatri perempuan yang lemah. Kasihan dia.” Ibu mertua Nadya berkata manatap mata Nadya.

“Kalau ibu diposisi mbak Nadya, apa ibu bisa ikhlas ?” Bimo bertanya sambil menatap tajam wajah ibunya.

“Bimo tahu perasaan mbak Nadya , Bu. Kasihan mbak Nadya dia tertekan.” Lanjut Bimo.

Ibu mertua Nadya terdiam. Nadya tahu ibu mertuanya orang yang baik. Posisinya sama dengan Nadya. Nadya tahu ibu mertuanya juga terpaksa mengiyakan keputusan putra sulungnya untuk menikahi Gayatri.

“Jadi kita harus bagaimana Bimo. Kamu kan tahu sifat abangmu. Dia keras kepala. Niatnya untuk melaksanakan amanah Adiguna sudah kuat. Kita restui atau tidak pernikahan itu pasti akan terjadi.” Suara ibu terdengar pelan.

“Dasar mas Bimo saja yang kegatalan. Dia juga menyukai Gayatri. Nafsu duniawinya yang membuat dia ingin menikahi Gayatri.” Terdengar emosi suara Bimo.

“Sudahlah Bimo, mbak mencoba untuk ikhlas. Semoga nanti mas Bimo bisa berlaku adil.” Gayatri menenangkan hati adik iparnya itu.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post