Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Cerpen 'Sabar' (tagur hari ke 57)

#tantanganGuruSiana

.

Reina keluar dari rumah kakak iparnya dengan dada yang bergemuruh menahan marah. Dari tadi dia berusaha menyabarkan hatinya mendengar kak Karina bercerita. Cerita yang membuat Reina merasa sangat sakit sekali. Betapa tidak, Mas Doni suaminya membantu kak Karina setiap bulan membayar uang bulanan Kalista, keponakannya yang kuliah di kedokteran. Sementara untuk istri dan anak-anak tidak pernah dia pikirkan.

Reina kesal karena mas Doni membohonginya. Setiap Reina minta uang, dia selalu bilang tidak ada. Tapi nyatanya setiap bulan dia mengirim uang buat Kalista. Padahal kakak mas Doni tidak susah betul hidupnya. Suaminya yang bekerja sebagai seorang PNS disebuah kantor pemerintahan punya gaji yang cukup untuk membiayai kuliah anak mereka.

Sebagai istri Reina tidak pernah lagi diberi uang belanja oleh mas Doni. Uang yang menjadi haknya setiap bulan diabaikan oleh suaminya. Untuk biaya kebutuhan mereka sehari-hari mas Doni tidak pernah mau tahu. Tidak pernah ada tanya dari mulutnya darimana berasal uang untuk keperluan mereka sehari-hari. Padahal tanpa disebutkan Reina yakin mas Doni tahu bahwa gaji Reina tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarga kecil mereka. Tapi suaminya itu nampak cuek.

Untuk membiayai kebutuhan keluarga dengan dua anak mereka Reina mengandalkan gaji bulanan yang diterimanya. Bekerja sebagai pegawai di sebuah kantor gaji Reina cukup besar. Tapi karena semua pengeluaran rumah tangga dan cicilan bank Reina yang bayar, gaji bulanan itu tak pernah bersisa ditangannya. Jangankan untuk menabung, untuk memenuhi kebutuhan mereka sebulan saja Reina harus pandai-pandai mengakalinya.

Reina terkadang iri melihat teman-teman sekantor bisa beli baju dan tas mahal. Reina juga ingin seperti mereka tapi kondisi keuangannya tidak memungkinkan. Reina harus menahan selera melihat itu semua.

Mas Doni suaminya dulu bekerja dengan temannya mengelola jasa pengangkutan. Waktu usahanya lancar mas Doni masih mau membantu keuangan keluarga. Mas Doni selalu transfer uang belanja tiap bulan untuknya. Reina tidak merasa sepusing saat ini.Tapi semenjak usaha mereka bangkrut lima tahun yang lalu mas Doni tidak pernah lagi memberi uang belanja buat Reina.

Reina pernah meminta uang tambahan untuk keperluan sehari-hari, tapi mas Doni selalu menyuruhnya bersabar. Mas Doni berjanji akan memenuhi kewajiabnnya sebagai suami kalau nanti mendapatkan pekerjaan. Janji yang sampai saat ini belum terwujud karena mas Doni masih menganggur.

Reina mamahami keadaan suaminya. Dia tidak mau suaminya terbeban dengan masalah keuangan. Reina berpikir selagi masih bisa ditanggulanginya dia akan menyelesaikan masalah ini sendiri. Terkadang kepalanya sering berdenyut memikirkan bagaimana mengatur keuangan biar cukup setiap bulannya. Wajahnya terlihat lebih tua dari umurnya karena sering berpikir. Reina berusaha menerima ikhlas takdirnya.

Tapi mendengar suaminya membatu Kalista setiap bulan, Reina tidak bisa terima. Ini tidak bisa dibiarkan mas Doni tidak adil kepadaku, batin Reina.

*****

“Mas, untuk bulan ini aku mohon kamu bisa bantu aku bayar kredit bank, Mas.” Reina berkata kepada mas Doni malam itu sewaktu mereka di kamar.

“Aduh, kamu ini bagaimana sih Rein? Aku kan menganggur Rein, mana aku punya uang.” Mas Doni mengelak.

“Mas aku tidak sanggup setiap bulan seperti ini. Seluruh biaya kebutuhan rumah tangga dan cicilan kredit bank aku yang bayarkan. Gajiku tidak cukup, Mas. Aku pusing setiap bulan memikirkannya.” Reina berkata sedih.

“Aku rasa kamu bisa berhemat dengan memberhentikan mbak Darmi, ART kita.” Mas Doni bekata sambil menatapku.

“Jadi maksudmu, semua pekerjaan rumah tangga aku yang mengerjakan?” Reina menatap suaminya.

“Ya apa salahnya. Banyak kok wanita pekerja yang menhandle pekerjaan rumah tangga sendiri,” mas Doni berkata tanpa rasa salah.

Reina membayangkan kesibukannya di kantor luar biasa padatnya. Pulang kerja di rumah sudah pukul lima sore. Harus mengerjakan lagi setumpuk pekerjaan rumah tangga.

Bukan Reina tidak bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga. Reina mampu melakukannya. Tapi itu jelas akan menguras seluruh energinya apalagi siangnya dia sudah bekerja seharian di kantor. Ya Tuhan, apa aku sanggup? Membayangkannya saja Reina sudah stres duluan.

“Mengapa tidak kamu saja yang menggantikan mbak Darmi, kamu toh juga tidak bekerja,” Reina menatap tajam suaminya.

“Kamu jangan kualat Reina, mentang-mentang aku pengangguran kamu ngomong seenaknya kepada suami, itukan pekerjaan perempuan,” suara mas Doni terdengar keras.

Tangannya menyambar kunci mobil di nakas. Pintu kamar dihempasnya kuat. Tak lama terdengar suara deru mobilnya mendengarkan halaman rumah. Selalu seperti itu kalau dia marah. Nanti pulang lagi ke rumah lewat tengah malam. Kebiasaan yang sudah dihapal Reina.

*****

“Reina, tadi aku ke kantor diantar suamimu loh.” Windi rekan kerja Reina memberi laporan pagi itu.

Reina menatap Windi heran. Kenapa Windi bisa diantar mas Doni ? batinnya.

“Tadi akukan pesan grab mobil, eh nggak tahunya grab yang aku pesan mobil suami kamu.” Penjelasan Windi menjawab tanya Reina.

Syukurlah, mas Doni sudah bekerja. Reina jadi lega. Setidaknya mas Doni sudah berusaha untuk menjadi suami yang baik dengan menununjukan tanggung jawabnya. Jujur Reina tidak pernah malu apapun pekerjaan suaminya, yang penting baginya halal.

*****

“Mas, kok nggak pernah cerita ke aku kalau Mas jadi driver grab.” Reina berkata pada mas Doni sewaktu mereka santai di depan TV.

“Sudah hampir enam bulan aku jadi driver grab. Aku pakai akun temanku. Habis harus bagaimana aku kan harus membantu biaya kuliah Kalista.” Mas Doni menjawab pelan.

“Membantu Kalista ? Mas, kamu sadar nggak sih Mas. Aku dan dua anak kita itu tanggung jawabmu. Bukan Kalista. Kenapa tidak kami yang kamu biayai?” Reina bertanya dengan suara bergetar menahan diri.

“Kamu kan bekerja, gaji kamu kan cukup. Buktinya selama ini kita nggak pernah kekurangan. Tapi kakakku kan suaminya hanya PNS golongan kecil. Anak mereka kuliah di kedokteran. Wajar dong aku membantu mereka,” mas Doni menjawab tanpa rasa bersalah.

“Kamu boleh Mas bantu keluargamu. Tapi penuhi dulu tanggung jawabmu. Tanggung jawab kamu itu aku dan anak-anakmu.” Reina kembali mengingatkan suaminya.

“Reina, waktu aku sekolah dulu yang menyekolahkan aku kak Karina. Jadi sudah saatnya aku bantu kakakku menguliahkan anaknya, kamu harus maklum dong“ mas Doni berkata dengan suara agak tinggi.

“Jadi apa tanggung jawabmu kepada aku dan anak-anakmu?” Reina kembali bertanya, suaranyapun tak kalah tinggi dari suara mas Doni.

“Jangan mengajariku tanggung jawab Reina. Aku rasa kamu masih bisa menanggulangi biaya rumah tangga kita. Kamu saja dulu yang menanggulangi. Setidaknya sampai Kallista tamat kuliah.” Mas Doni menjawab dengan suara keras. Mas Doni adalah tipe suami yang gampang emosi.

Reina kesal luar biasa. Reina tidak tahu hati laki-laki di depannya ini terbuat dari apa, kenapa tidak pernah peduli dengan dirinya dan keluarganya.

“Mas, rumah tangga ini tanggung jawab kamu, karena kamu tulangg punggung keluarga. Aku ini bukan tulang punggung keluarga, Mas. Aku ini adalah tulang rusukmu. Jangan jadikan aku tulang punggungmu.” Reina mulai terisak.

Mas Doni tegak dari kursi wajahnyan nampak memerah menahan marah. Dia berjalan ke kamar. Seperti biasa dia akan mengambil kunci mobil dan pergi keluar rumah. Kebiasaan yang selalu dilakukannya apabila dia marah. Reina merasa sangat tertekan. Selalu seperti itu. Reina tidak tahu apakah dia masih akan bisa bersabar menghadapi suaminya. Tuhan beri aku kesabaran, semoga suamiku sadar dari kesalahannya, batinnya.

tamat

Dumai. 25-05-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post