Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Khilaf (Last Part ) Tagur hari ke 44

#TantanganGuruSiana

Ketukan di pintu sore itu mengagetkan Wilda yang lagi menikmati tayangan sebuah entertainmet. Dengan langkah sedikit malas Wilda membukakan pintu. Seseorang yang berdiri di depan pintu membuat napasnya serasa mau berhenti.

Seorang perempuan muda yang sangat cantik. Kulitnya yang putih bersih saperti pualam. Rambutnya yang sedikit kemerahan panjang bergelombang sampai bahu. Tubuh yang tinggi langsing sangat proporsional dengan badannya. Hidung, mata dan alis terukir indah tanpa cela semua menambah kesempurnaan kecantikan yang dimilikinya. Dia istri Raditya, tetangga depan rumahnya.

Wilda baru kali ini berjumpa dari jarak dekat dengan perempuan cantik ini. Rasa bersalah Wilda karena dekat dengan suaminya membuat dia gugup.

“Mbak tidak mempersilahkan saya masuk?,” sapaan lembut dari perempuan itu mengagetkan Wilda.

Wilda membuka pintu lebih lebar tangannya mempersilahkan perempuan muda itu untuk duduk.

“Saya Jesllyn, Mbak. Istrinya Raditya.” Dia mengulurkan tangannya sebelum duduk di sofa,

Wilda menyambut uluran tangan itu dengan keringat dingin. Wilda betul-betul cemas dan takut. Wilda pasrah kalau perempuan itu memaki dan memarahinya karena sudah berhubungan dengan suaminya. Aku berhak menerima makian dan kemarahannya, batin Wilda.

Tak ada suara yang terdengar. Mereka berdua saling diam. Suasana jadi hening dan kaku. Wilda tidak tahu mau mulai bicara dari mana. Kedatangan Jesllyn yang mendadak membuat Wilda jadi kaget.

“Mbak Wilda, saya sudah tahu kedekatan Mbak dengan suami saya. Saya tahu suami saya yang mengejar Mbak. Tapi saya yakin Raditya tidak akan mendekati Mbak kalau Mbak juga tidak memberi peluang,” Jesllyin bicara dengan lembut.

“Saya mohon Mbak, jauhilah suami saya. Kita sama-sama perempuan, Mbak pasti tidak tega menyakiti hati perempuan lain,” lanjutnya.

Perkataan Jesllyn yang pelan dan tanpa amarah sangat mengena di hati Wilda. Wilda tadi membayangkan kalau perempuan ini akan memaki atau memarahinya, tapi ternyata tidak. Justru ini membuat Wilda merasa seperti ditusuk oleh sembilu yang sangat tajam.

Wilda tidak menyalahkan Jesllyn. Perempuan cantik itu berusaha menyelamatkan pernikahannya. Wajar dia seperti itu. Aku yang tidak punya harga diri berhubungan dengan suami orang, batin Wilda.

“Jangan kuatir Jesllyn, aku janji akan menjauhi suami kamu. Aku mohon maaf sudah membuat masalah dalam rumah tanggamu,” sesal Wilda.

“Mbak tidak salah, Radityalah yang selalu mengejar-ngejar Mbak. Makasi atas pengertian, Mbak.” Perempuan cantik itu memeluk Wilda erat.

*****

Semenjak pertemuan dengan Jesllyn, Wilda berusaha menjauhi Raditya. Pertemuan dengan Raditya sudah mulai jarang seiring dengan selesainya proyek yang di kerjakan dengan perusahaan Yoana. Tidak ada perpanjangan proyek setelah itu. Yoana tidak ingin sahabatnya terjebak dalam cinta terlarangnya.

“Apa khabar sayang?” Wilda kaget sewaktu duduk di belakang stirnya Raditya sudah ada di kursi belakang. Hembusan nafasnya ditelinga Wilda membuat Wilda merinding. Raditya segera pindah duduk di samping Wilda.

“Kenapa kamu bisa ada di mobilku?” Wilda menatap Radit heran. Raditya tersenyum. Tangannya meraba bibir Wilda. Wilda menepis dengan kasar.

“Kamu memblokir semua kontakku, Wilda. Aku terpaksa melakukan ini. Kau membuatku gila. Jalankan mobilnya,” perintah Raditya.

*****

Mobil melaju sesuai arahan Raditya. Keberadaan Radit disampingnya membuat Wilda gugup. Apalagi dari tadi Radit mencoba menyentuhnya. Radit mengambil alih kemudi, mobil Wilda diarahkan ke kafe tempat mereka biasa bertemu.

“Kenapa kamu menjauhi aku, Wilda?” sorot mata Raditya yang tajam membuat Wilda bergidik.

Wilda ketakutan, dia tidak berani menatap laki-laki itu. Tidak pernah Wilda melihat Raditya semarah ini.

“Aku sudah berjanji dengan Jesllyn istrimu. Aku tidak mau merusak rumah tanggamu.” Wilda menjawab pelan. “Aku juga mau memperbaiki rumah tanggaku,” lanjut Wilda.

Raditya terdengar ketawa keras mendengar jawaban Wilda.

“Kamu sudah terlambat mau memperbaiki rumah tanggamu Wilda. Sebentar lagi kamu akan kehilangan Handika suamimu selamanya. Selamanya Wilda.”

“Kamu bohong,” Wilda berteriak keras.

“Wilda aku tahu siapa Teddy. Dia cinta mati kepada suamimu. Teddy orangnya posesif. Dia tidak akan membiarkan Handika kembali ke kalian.”

Wilda terdiam. Dia berharap cerita Raditya mengenai suaminya tidak benar. Dia masih berharap rumah tangganya bisa normal seperti semula.

“Kamu memiliki istri yang sangat cantik, Radit. Jesllyn mencintaimu, jauhi aku,” Wilda memohon.

“Aku lebih mengenal Jesllyn, Wilda. Hati wanita itu tidak secantik wajahnya. Dia dan keluarganya hanya mau hartaku saja. Ada atau tidak ada kamu kami akan tetap berpisah,” pelan suara Raditya.

“Setelah menikah dengan aku, dia masih berhubungan dengan pacar-pacarnya,” lanjut Raditya geram. “Aku terjebak menikah dengan perempuan licik itu.” lirih suara Raditya

*****

Sejak pertemuan terakhir dengan Radit. Wilda tak pernah lagi berjumpa dengan laki-laki itu. Rumah Raditya yang di depan rumahnya nampak kosong. Tidak nampak tanda-tanda kehidupan disana. Kemana mereka, tanya Wilda dalam hati. Wilda berusaha melupakan dan menghapus jejak dan bayangan laki-laki itu dalam hatinya.

Wilda berusaha menata rumah tangganya. Ajaran agama yang selama ini ditinggalkannya sudah mulai di jalankannya. Wilda rajin mengikuti ceramah agama melalui youtube dari ustazd-ustazd terkenal.

Shalat kembali didirikannya. Al Quran yang bertahun-tahun tak pernah disentuhnya sudah mulai dibuka dan dibacanya. Wilda kembali belajar membaca huruf Hijaiyah itu, lama tidak membacanya membuat Wilda lupa sebagian huruf-hurufnya.

Wilda sering menangis kalau ingat semua kekhilafannya selama ini. Semoga Allah mengampuni dosa-dosaku, munajad Wilda setiap malam kepada Rabbnya.

Handika masih bekerja di kantor Teddy. Masih sering pulang larut malam dengan wajah yang lelah dan letih. Wilda berusaha mempengaruhi suaminya setiap hari agar berhenti dari kantor Teddy. Tapi Handika masih belum bersedia.

*****

Sudah lebih dua minggu Handika tidak pulang ke rumah. Tidak ada khabar mengenai keberadaanya. Handika hilang bagaikan di telan bumi. Nomor kontaknya tidak bisa lagi dihubungi. Beberapa temannya yang dijumpai Wilda tidak ada yang tahu dimana Handika. Para karyawan perusahan pak Teddy seakan tutup mulut.

Sebuah pesan singkat dari suaminya diterima Wilda dari nomor yang tidak dikenalnya, Dalam pesan itu Handika mengatakan bahwa dia baik-baik saja. Handika meminta agar Wilda tak usah mencarinya dan melaporkan kehilangannya kepada yang berwajib.

Kedatangan pengacara sore itu ke rumahnya mengagetkan Wilda. Pengacara datang sambil menyerahkan surat cerai untuknya. Handika menceraikan Wilda. Wilda kaget dan tak menyangka Handika menceraikannya secara sepihak.

Beberapa photo yang ditunjukan pengacara memperlihatkan kalau Handika berada dengan pak Teddy di Belanda. Sebuah negara yang melegalkan hubungan sejenis.

Sebuah surat dititipkan untuk Wilda. Permohonan maaf buat Wilda dan anak-anaknya. Handika meminta Wilda menjaga anak mereka baik-baik. Dia juga mendoakan semoga Wilda cepat menemukan penggantinya yang lebih baik dari dirinya.

Handika mengatakan akan menetap di Belanda menghabiskan sisa hidupnya. Sejumlah uang di rekening diberikan oleh Handika untuk Wilda dan anak-anaknya. Wilda tergugu dia tak menyangka akhir kisah pernikahannya berakhir tragis seperti ini.

*****

Wilda minta resign dari perusahaan Yoana. Yoana mendukung semua keputusan Wilda. Wilda mau merubah dirinya menjadi lebih baik. Wilda memperbaiki penamplannya, rok pendek yang biasa dikenakannya sudah berganti dengan pakaian yang lebih sopan. Hijab sudah menutup rambutnya.

Dengam uang yang diberi Handika mantan suaminya, Wilda membuka toko busana Muslim. Wilda memilih untuk membesarkan kedua putri cantiknya. Mendidiknya agar bisa menjadi wanita yang sholeha.

Raditya yang sudah berpisah dengan istrinya masih berusaha mengejar Wilda. Berbagai usaha dia coba untuk menarik hati Wilda dan putrinya.Raditya tak pernah menyerah.

Kegigihan Raditya akhirnya membuat Wilda luluh juga. Apalagi kedua putrinya nampak menyukai laki-laki itu. Hapalan surat Ar Rohman yang diminta Wilda sebagai mahar kalau ingin menikahinya, membuat Raditya mempelajari dan mendalami agama Islam dengan sungguh-sungguh.

Perjuangan Raditya membuahkan hasil. Dengan hapalan Surat Ar Rahman sebagai mahar Raditya menikahi Wilda. Wilda berharap Raditya bisa jadi Imam dan papa sambung yang baik buat dirinya dan kedua putrinya. Semoga pernikahan kami langgeng sampai ke Jannah, doa Wilda.

tamat

Dumai, 11-5-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post