Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Khilaf (Tagur hari ke 38)

#TantanganGuruSiana

Suara jangkrik yang terdengar sayup-sayup dari kejauhan memecahkan keheningnan malam. Dentingan jam di ruang tengah sebanyak dua belas kali sudah dari tadi berbunyi menandakan hari sudah lewat tengah malam. Suasana malam yang semakin larut tidak membuat mata Wilda bisa terpejam. Entah kenapa mata ini terasa sangat susah dikatupkan. Wilda memandang ke sisi kiri tempat tidur, Handika suaminya nampak tidur dengan lelap.

Wilda menatap lama wajah itu, wajah laki-laki yang sudah sepuluh tahunnya ini mendampinginya. Laki-laki yang sudah memberinya dua orang anak. Wilda merasakan ada yang hilang di hatinya ketika menatap wajah suaminya. Tiada lagi getar-getar yang dulu sering muncul kalau dia menatap wajah teduh itu. Semunya terasa dingan dan hambar.

Ini bukan salah Wilda. Suaminya menjadi penyebab semuanya. Mas Dika begitu Wilda memanggil suaminya tidak lagi hangat seperti dulu. Wilda tidak tahu kenapa mas Dika berubah. Wilda sudah berusaha untuk tampil semenarik mungkin buat mas Dika.

Tapi semuanya tidak ada pengaruhnya. Mas Dika tetap dingin, sentuhan yang sering singgah di raga Wilda tak penah lagi Wilda rasakan. Wilda rindu suaminya yang dulu. Suami yang penuh kehangatan. Suami yang selalu membuat Wilda merasakan betah berlama-lama di kamar mereka.

Penyelidikan yang dilakukan Wilda secara diam-diam melalui Wiwid rekan kerja suaminya di kantor kalau suaminya ada ‘dekat’ dengan wanita lain memberikan hasil yang negatif. Mas Dika tidak pernah nampak dekat dengan teman wanita di kantornya. Wilda heran kenapa mas Dika berubah ‘dingin’ kepadaku? batin Wilda.

Sikap mas Dika yang sudah berbulan-bulan seperti ini membuat Wilda jadi lelah. Berangsur Wilda juga kehilangan ‘rasa’ buat suaminya. Rumah tangga mereka begitu monoton. Hanya kehadiran dua orang putri cantik mereka, Vina dan Vini yang membuat rumah bernuansa. Di depan kedua putri mereka mas Dika masih bisa berlaku manis kepada Wilda. Tapi kalau anak-anak tidak ada, mas Dika kembali jadi gunung es buat Wilda.

Suara gonggongan anjing yang tiba-tiba dari salah seorang rumah tetangga membuat Wilda terkaget. Perlahan Wilda mengintip melalu jendela kaca di kamarnya. Gorden jendela disibak oleh Wilda. Sebuah mobil milik salah seorang tetangga yang baru saja pulang menjadi penyebab gongongan anjing tadi. Dia tetangga Wilda. Sepasang suami istri yang usianya nampak lebih muda dari Wilda dan suaminya.. Rumah mereka yang selalu sepi dan tidak pernah nampak ada anak kecil disana menandakan mereka belum mempunya anak.

Walaupun bertetangga Wilda tidak begitu mengenal mereka, padahal sudah hampir satu tahun tetangga itu menempati rumah di depan rumah Wilda. Kesibukan Wilda di kantor membuat waktu untuk berinteraksi dengan tetangga jadi berkurang.

Hanya sekali-kali Wilda bertemu muka dari jauh dengan suami istri tersebut. Biasanya mereka hanya saling lempar senyum saja. Wilda melihat mereka sepasang suami istri yang harmonis. Suaminya yang tampan dan istrinya yang cantik membuat meraka nampak serasi. Rumah mereka yang bagus dan mobil mereka yang mahal memperlihatkan status ekonominya lebih dibandingkan keluarga Wilda. Menurut Surti ART nya Wilda, tetangga depan rumah mereka sangat baik. Ramah dan pemurah, cerita Surti. Wilda tak tahu kenapa Surti punya penilaian seperti itu.

Pintu mobil terbuka seorang laki-laki keluar dari dalam mobil. Laki-laki menatap ke arah Wilda berdiri, Wilda kaget. Dia takut dituduh mematai-matai tetangganya. Buru-buru dia menutup gorden jendela kamar. Wilda berharap semoga tindakannya tadi tidak menyinggung perasaan tetangganya.

Wilda kembali merebahkan raganya di samping suaminya. Wilda berusaha kembali untuk memejamkan mata. Tapi matanya tak juga dapat terpejam. Tangan Wilda menjangkau gawai di nakas samping tempat tidurnya. Tangannya mulai berselancar di dunia maya. Membaca status dan melihat photo-photo yang di share teman-teman lumayan bisa menemani matanya yang tak bisa diajak kompromi untuk tidur.

Sebuah chat tiba-tiba masuk ke gawainya. Sebuah chat dari nomor yang tidak dikenalnya.

[belum tidur, ya] chat tersebut menyapa Wilda.

Wilda hanya diam tak membalas. Siapa ini?, batin Wilda. Tangan Wilda mengklik photo yang ada di kontak gawainya. Wilda penasaran dengan orang yang mengirimnya chat malam-malam. Tetapi tidak ada photo seseorang disana. Photo profile hanya memperlihatkan sebuah klub bola terkenal dunia.

[tak baik loh tidur malam-malam, ntar kamu sakit] chat berikutnya menyusul.

[aku sedih kalau kamu sakit, tidur ya] susul menyusul chat masuk lewat aplikasi hijau di gawainya.

Wilda jadi penasaran siapa yang mengirim dia chat malam-malam begini, sok perhatian lagi.

[penasaran ya?] chat berikutnya seolah tahu isi hati Wilda.

[ini siapa ya] rasa penasaran akhirnya membuat Wilda merespon chat yang masuk.

[mau tahu atau mau tahu banget] tak menunggu lama balasan chat masuk.

Wilda tak mau mengetik lagi. Dia jadi malas melayani chat yang tak jelas. Tapi rasa penasaran masih ada di hatinya, darimana orang ini mendapat no WA nya?

[kamu pasti penasarankan darimana aku dapat nomor WA kamu. Sekarang tidur ya, udah malam semoga mimpi indah, besok kita lanjutkan lagi. Save nomor aku ya cantik] chat yang diakhiri dengan emoji senyum mengakiri chat malam itu. Pemilik chat seakan tahu isi hatinya.

Wilda melihat jam di layar gawainya pukul 01.20 WIB. Wilda masih terdiam, masih ada tanya di hatinya. Siapa yang barusan mengirim chat tadi, batinnya. Refleks dia mensave nomor tersebut. Nama orgil diketikanya buat nama kontak. Wilda tersenyum. Penasaran dengan orang yang tadi menghubunginya via whatspp terbawa ke alam mimpi.

bersambung

Dumai, **(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post