PSBB Demi Kita Semua (tagur hari ke-52)
#TantanganGuruSiana
.
Tayangan Indonesia Lawyers Club (ILC) di salah satu stasiun TV Nasional dengan tema “PSBB Berlaku: Dengarlah Suara Rakyat” hari Selasa (19/05/2020) malam sangat menarik. Pada acara itu Karni Ilyas, Presiden ILC menampilkan para pedagang. Pedagang menyampaikan aspirasi mereka terkait pemberlakuan PSBB.
Pemberlakuan PSBB akan berdampak langsung pada masyarakat yang bekerja harian. Salah satunya adalah para pedagang. Jadi wajar kalau para pedagang mengeluhkan hal ini. Hampir disemua tempat pemberlakuan PSBB menuai pro dan kontra.
Dibeberapa kota pemberlakuan PSBB mendapat tantangan dari pedagang. Termasuk di daerahku, Kota Dumai. Pemberlakuan PSBB hari pertama tanggal 18 Mei 2020 mendapat tantangan dari para pedagang. Jam pemberlakuan PSBB membuat para pedagang tidak bisa menerimanya, terutama pedagang kaki lima yang berjualan malam hari. Seminggu menjelang lebaran biasanya adalah hari yang sangat dinantikan oleh pedagang kaki lima ini, karena ada hari-hari seperti itulah mereka panen rejeki.
Gubernur DKI Jakarta Anies Bawesdan dalam ILC tadi malam mengakui bahwa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar merupakan hal paling sulit bagi masyarakat, baik sektor formal maupun informal. Pekerja sektor informal seperti ojek, pedagang kaki lima dan pekerja sektor informal lainnya terkena dampak langsung mereka tidak mendapat penghasilan. Sektor formalpun ada yang terkena imbas dengan pemberlakuan PSBB, karena ada diantara pekerja yang kehilangan pekerjaan
Tetapi walaupun kondisi ini diakui Pak Anies sangat sulit pemerintah tetap melakukan tugasnya membantu meringankan kesulitan masyarakat terdampak covid-19. pemerintah komit dengan pemberlakuan PSBB. Masyarakat diharapkan mendukung pelaksanaan PSBB. Kerja bisa dicari,tapi yang mati tak bisa kembali, lanjut beliau.
Untuk membantu masyarakat DKI Jakarta yang terdampak PSBB, pemerintah memberikan bantuan hampir ke 2/3 jumlah penduduk DKI Jakarta. Salut terhadap pemerintah propinsi DKI Jakarta. Karena menurut Pak Anies dampak pemberlakuan PSBB yang semula hanya terdampak kepada masyarakat kecil, sekarang sudah menjalar ke masyarakat menengah. Semoga bisa diikuti oleh daerah-daerah lain.
PSBB yang sudah dicanangkan pemerintah harus didukung. Kalau masyarakat banyak yang tidak patuh pada pelaksanaan PSBB maka sia-sia usaha yang telah dilakukan selama ini. Taatlah kepada PSBB bukan karena takut pada aparat. Tapi taatilah PSBB karena memang semuanya demi kita bersama. Semoga dengan ketaatan masyarakat menjalankan PSBB pandemi corana dapat kita putus penyebarannya.
Ketaatan masyarakat hendaknya didukung juga oleh pemerintah, dengan memberikan bantuan bagi masyarakat . Bantuan yang diberikan hendaknya betul-betul menyasar masyarakat yang membutuhkan. Bantuan dalam situasi seperti ini sangat diharapkan untuk kelangsuan hidup mereka.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan