Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Seputih Hati Najwa dan Inayah (Tagur hari ke 46)

#Tantangangurusiana

Fachri menutup telepon dengan hati yang gundah. Sudah kesekiankalinya Bunda menyuruh Fachri pulang. Alasan rindu ingin berjumpa dengan anak semata wayangnya selalu diucapkan bunda setiap Fachri menelpon. Tawaran Fachri agar bunda yang ke Jakarta menemuinya selalu ditolak bunda. Bunda ingin Fachri yang pulang ke Padang.

Perasaan tidak ingn mengecewakan bunda berkecamuk di hati Fachri. Sebagai anak satu-satunya Fachri tahu kasih bunda kepadanya tiada duanya.

Setiap helaan nafas bunda selalu berisikan doa untuknya. Bibir bunda tiada henti melafazkan permintaan kepada Rabb-Nya. Doa agar Fachri sukses dan berhasil. Fachri yakin kesuksesan yang diperolehnya sekarang berkat doa-doa bunda yang tiada lelah bermunajad siang dan malam untuknya.

Membayangkan mau pulang ke kampung, Fachri jadi risau. Dua orang saudara laki-laki bunda, Mak Anjang dan Mak Utiah pasti akan mendesak Fachri agar bersedia jadi menantunya.

Fachri masih ingat waktu pulang dua tahun yang lalu. Mak Anjang dan Mak Utiah berkata, kalau dalam dua tahun ini dia belum beristri, maka Fachri harus bersedia menikahi putri beliau.

Mak Anjang dan Mak Utiah masing-masing memiliki anak gadis. Fachri tidak mau menyakiti hati mamak-mamaknya dengan menikahi salah seorang putri dari mamak-mamaknya.

Kedua mamak (sebutan buat saudara laki-laki ibu di Minangkabau) sangat baik kepada Fachri dan bunda. Fahri bingung untuk menentukan pilihan. Seperti makan buah simalakama.

Semenjak ayah Fachri tiada semua tanggung jawab Fachri dan Bunda diambil alih oleh Mak Anjang dan Mak Utiah. Fachri dan bunda tidak pernah hidup kekurangan.

Mereka berdua selalu ada buat Fachri dan bunda. Mereka sangat menyayangi Fachri dan bunda. Biaya hidup sampai kebutuhan sekolah Fachri kedua mamaknya ini yang menanggung.

Sebagai laki-laki Minangkabau Mak Anjang dan Mak Utiah menjalankan fungsinya dengan baik,dalam budaya Minangkabau dikenal istilah anak dipangku kamanakan dibimbiang. Di Minangkabau seorang laki-laki harus bertanggung jawab dan peduli kepada kemenakannya (anak dari saudara perempuannya), selain bertanggung jawab terhadap anak sendiri . Sistem matrilineal yang berlaku di Minangkabau mengajarkan seperti itu.

Fachri kesal kepada dirinya sendiri. Fachri sudah berusaha mencari perempuan untuk pendamping hidupnya. Tapi sampai saat ini dia belum menemukan juga. Perempuan yang mendekatinya hanya menginginkan hartanya saja. Fachri ingin perempuan yang dapat menerimanya apa adanya.

Pembicaraan dengan bunda tadi siang masih tergiang di telinga Fachri. Bunda mengatakan kalau kedua mamaknya tidak mau mengalah, masih bersikeras agar Fachri jadi menantunya Bunda menyarankan agar Fachri menikahi saja kedua anak mamaknya itu. Fachri tersenyum mengingat candaan bunda tadi di telpon. Bunda ada-ada saja, batin Fachri.

Najwa anak Mak Anjang adalah gadis yang sholeha, dari kecil Mak Anjang sudah memasukan putrinya sekolah di Diniyah Putri Padang Panjang. Membaca Al Quran bukan main merdu suaranya. Najwa sangat akrab dengan Fahri. Wajahnya yang cantik dengan kulit yang putih sangat mempesona setiap mata yang memandang. Tutur kata yang sopan akan membuat orang betah berlama-lama bercerita dengannya.

Inayah anak Mak Utiah juga seorang gadis sholeha. Inayah satu tahun lebih muda dari Najwa. Kecantikannya tidak kalah dengan Najwa. Hidungnya yang mancung, alis yang tebal terlukis indah di wajahnya. Kecantikan kedua gadis ini menurun dari adik bapak mereka, bunda Fahri. Walaupun tidak sekolah di pesantren akhlak Inayah sangat terpuji. Dari kecil dia lebih sering tinggal dengan bunda. Istri Mak Utiah yang seorang pegawai negeri sipil terpaksa harus menitipkan Inayah setiap hari dengan bunda. Sifat-sifat baik bunda, penyabar dan penyayang menurun kepadanya.

Kedekatan dan rasa sayang mereka kepada bunda Fachri usah diragukan. Kedua-duanya sangat dekat dan lengket dengan bunda. Bundapun sangat menyayangi kedua anak abangnya. Fahri kadang-kadang iri kepada mereka berdua, setiap bunda bepergian ole-ole untuk mereka berdua tidak pernah lupa dibawakan bunda.

Kalau disuruh memilih diantar dua anak mamaknya jujur Fachri tidak bisa memilih. Najwa dan Inayah kedua-duanya punya kelebihan masing-masing. Jalan yang paling aman adalah Fachri harus menikah dengan perempuan lain. Tapi masalahnya sampai saat ini belum ada perempuan yang bisa dikhitbahnya sebagai istri.

*****

Pesawat yang membawa Fachri mendarat mulus di bandara BIM sore itu. Selamat datang Ranah Minang, batin Fachri. Sudah dua kali lebaran Fachri tak pulang ke Padang. Lebaran kemarin, bunda yang datang ke Jakarta. Kesibukan pekerjaan membuat Fachri tidak punya waktu untuk pulang.

Kepulangan Fachri hari ini mendadak, pekerjaan di kantor yang sedikit longgar membuat Fachri berinisiatif pulang. Telepon Bunda menyuruh pulang selalu membayanginya. Fachri tidak ingin mengecewakan bunda. Bagi Fachri bunda adalah segalanya.

Rumah Fachri tidak jauh dari BIM. Hanya butuh waktu sekitar tiga puluh menit dari Bandara ke rumah Bunda. Sepanjang perjalanan Fachri melihat tidak banyak yang berubah dengan tanah kelahirannya. Masih seperti dua tahun yang lalu saat terakhir Fachri pulang. Hanya jalan-jalan yang nampak baru dan lebih lebar dari biasanya.

Ucapan salam Fachri mengagetkan bunda yang sedang menyiram bunga di halaman. Selang kran air dilepaskan bunda begitu saja. Kedatangan anak kesayangannya membuat bunda sangat senang.

“Kenapa tidak beritahu bunda kalau kau pulang hari ini,” Bunda berkata sambil menciumi kening anak kesayangannya.

“Fachri sengaja buat surprise untuk Bunda,” Fachri menjawab sambil tersenyum.

Berdua ibu dan anak itu masuk ke dalam rumah. Bergegas bunda menyiapkan makan untuk Fachri. Bunda tahu Fachri pasti lapar. Bunda memasak gulai kepala ikan kakap, kesukaan Fachri. Bunda tidak tahu kenapa tadi pagi hatinya begitu kuat mau memasak gulai kepala ikan kakap tersebut. Ternyata inilah jawabannya. Allah menggerakan hati Fachri putranya untuk pulang, dan menggerakan hatinya untuk memasak gulai ikan kakap kesukaan putranya. Ikatan batin antara ibu dan anak yang sangat kuat.

*****

Malam itu Bunda dan Fachri duduk bercerita di depan TV. Fahri bercerita mengenai perusahaannya yang semakin berkembang. Usaha konveksi yang dirintisnya sudah merambah pasar internasional. Sekarang Fachri sudah mulai melebarkan bisnisnya dengan membuka restoran Padang. Bunda sangat senang mendengar cerita Fachri.

“Dari tadi kau bercerita pekerjaanmu saja. Jadi kapan kau akan memperkenalkan menantu kepada, Bunda?” tiba-tba bunda menyela cerita Fachri.

“Untuk apa kau bekerja keras membanting tulang kalau tidak ada yang menikmati.” Lanjut bunda.

Fachri terdiam. Inilah yang paling ditakutkannya pertanyaan bunda.

“Fachri, bunda sudah tua. Bunda ingin sebelum ajal memangggil melihat kau punya anak. Bunda sudah rindu ingin menggendong cucu,” suara bunda terdengar pelan. Fachri masih belum menjawab. Dia tidak tahu harus menjawab apa.

“Kalau kau belum ada calon juga, bunda rasa usul mamak-mamakmu bisa kau pertimbangkan,” lanjut bunda lagi.

“Itulah masalahnya Bunda, Fachri tidak bisa memilih salah satu diantara mereka. Fachri takut, nanti membuat perpecahan keluarga kita kalau Fachri memilih salah satu dari anak mereka.” jawab Fachri.

“Kalau Fachri pilih Najwa, Fachri takut Mak Utiah marah, sebaliknya kalau Fachri pilih Inayah nanti Mak Anjang pula yang marah. Fachri bingung bunda.” Fachri menjawab gundah.

“Kan bunda sudah katakan. Kau nikahi saja anak mamakmu keduanya. Bunda senang dan tidak keberatan punya dua menantu,” bunda menjawab dengan tenang. Wajahnya nampak serius.

Fachri terperanjat mendengar saran bunda. Selama ini dia menyangka bunda menyuruh menikahi kedua anak mamaknya hanya bercanda semata. Tapi ternyata tidak. Bunda nampak serius dengan ucapannya.

#### bersambung ####

Dumai, 14-05-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post