Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Belajar Daring di Masa Pandemi (Tagur hari ke 68 )

#TantanganGuruSiana

Belajar Daring di Masa Pandemi

oleh : Lili Herawati

Keputusan untuk meliburkan siswa demi mencegah penularan covid-19 harus dilakukan. Meliburkan siswa bukan berarti kegiatan pembelajaran juga libur. Kegiatan pembelajaran harus tetap berlanjut. Karena sejatinya belajar itu bisa dimana saja dan kapan saja.

Pembelajaran secara tidak langsung membuat sebagian rekan guru kalang-kabut. Minimnya pengetahuan sebagian rekan guru bagaimana cara menyampaikan materi pembelajaran secara daring menjadi penyebabnya. Kedepannya ini mungkin bisa jadi catatan bagi Diknas Pendidikan untuk membekali para guru dengan pelatihan penyampaian materi secara daring kepada siswa.

Kendala lain pembelajaran dengan model daring adalah keterbatasan sarana yang ada pada siswa. Pembelajaran daring harus ditunjang oleh android dan internet. Tidak semua siswa ataupun orang tua siswa yang memilki android. Makanya pembelajaran daring tidak bisa dilakukan sepenuhnya.

Untuk mengatasinya di SMPN 2 Dumai tempat penulis mengajar pembelajaran model luar jaringan (luring) juga dilakukan. Untuk pembelajaran luring guru mapel menyediakan materi dalam bentuk hard copy. Materi tersebut diserahkan ke wali kelas. Orang tua atau wali siswa menjemput materi tersebut ke rumah wali kelas. Siswa mempelajari materi dibimbing orang tua dan mengerjakan tugas yang diberikan. Setelah selesai tugas diantarkan lagi ke rumah wali kelas. Nanti wali kelas yang mengembalikan tugas siswa ke guru mapel untuk dikoreksi.

Dalam model daring pembelajaran berlangsung dengan memanfaatkan internet. Model daring yang penulis gunakan memanfaatkan aplikasi Google Classroom dan Whatsapp. Aplikasi zoom meeting tidak bisa digunakan karena sebagian siswa menggunakan android milik orang tua. Bagi orang tua yang bekerja ini merupakan kendala. Dengan menggunakan whatsapp dan google classroom materi pembelajaran yang dikirim dapat diakses siswa setelah orang tua pulang kerja.

Bagi penulis tidak masalah mau menggunakan whatsapp atau google classroom yang penting proses pembelajaran bisa berlangsung. Adapun langkah pembelajaran secara daring yang penulis lakukan adalah

1. Materi pembejalaran penulis buat dalam bentuk power point. Kemudian power point penulis kirim ke grup whatsapp dan google classroom siswa. Siswa diminta mempelajari dan memahami materi yang ada pada power point. Jika ada materi yang tidak mereka pahami penulis memberikan kesempatan siswa untuk bertanya. Siswa boleh bertanya melalui video call atau via pesan whatsapp. Bagi mereka yang terbatas data internet penulis yang menghubungi siswa melalui video call.

2. Pada slide terakhir materi pembelajaran penulis memberikan soal latihan. Siswa diminta mengerjakan latihan yang ada dan menjawabnya pada buku latihan masing-masing. Setiap latihan harus dilengkapi dengan nama, kelas, tanggal dan paraf orang tua. Setelah selesai siswa mengirim ke WA penulis. Setiap tugas yang masuk penulis koreksi, bagi siswa yang jawabannya kurang benar penulis memberikan respon balik.

Agar siswa tidak bosan dengan model pembelajaran daring menggunakan power point yang penulis buat, penulis mencoba mencari alternatif lain. Adapun usaha yang penulis lakukan agar pembelajaran daring tidak garing adalah :

1. Mengirimkan ke siswa materi pembelajaran yang penulis download dari youtube. Video penulis sesuaikan dengan materi mereka di kelas. Materi IPA siswa kelas 7 selama pembelajaran di rumah adalah Bencana Alam (gempa bumi, banjir, tsunami) dan Tata Surya. Banyak video yang menarik tentang materi ini di yuotube.

2. Meminta siswa menonton pembelajaran IPA di TVRI setiap hari senin. Setiap akhir pembelajaran di TVRI ada pertanyaan yang harus dijawab siswa. Siswa boleh menjawab langsung dengan mengirim pesan suara atau ditulis pada kertas.

3. Meminta siswa membuat usaha yang bisa mereka lakukan di rumah untuk mencegah penyebaran covid-19. Siswa boleh berkreasi sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Boleh berupa video singkat, lukisan, pantun atau narasi.

Kondisi pandemi yang belum berakhir membuat pembelajaran secara daring masih diperlukan. Guru diharapkan tetap mengupdate diri untuk belajar menyampaikan materi daring yang lebih variatif sehingga pembelajaran daring tidak membosankan siswa. Semoga kondisi kembali normal secepatnya dan pembelajaran tatap muka secara langsung bisa dilaksanakan kembali. Aamiin.

.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post