Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Apa Salahku, Bunda (Tagur hari ke 93)

#tantangangurusiana

Tatapan dingin dari mata mamanya Gunawan terasa menikam jantung Riska. Wanita separah baya yang masih nampak cantik itu menatapnya tidak berkedip. Pertanyaan yang tadi dilontarkannya kepada Riska membuat gadis manis itu terdiam. Lidahnya kelu tidak bisa mengeluarkan kata-kata.

Untuk kesekiankalinya pertanyaanya ini menggagalkan rencana pernikahan yang selalu diimpikan Riska. Terlahir dari rahim seorang perempuan yang tak jelas siapa ayahnya membuat Riska dapat julukan sebagai anak haram. Julukan yang membuat Riska sering menangis diejek olah teman-temannya waktu sekolah.

Setelah dewasa tidak ada lagi yang mengolok-olok Riska, tapi masalah selalu datang apabila Riska menjalin hubungan serius dengan laki-laki. Orang tua laki-laki yang mendekati Riska akan menentang hubungan anak mereka dengan Riska. Penyebabnya hanya satu karena Riska tidak jelas siapa bapaknya.

Sebelum dengan Gunawan, Riska sudah pernah punya hubungan serius dengan Rey dan Dito. Rencana mau menikah dengan Rey terpaksa batal karena orang tua Rey tidak setuju dengan latar belakang Riska yang tidak jelas.

Dito laki-laki yang mendekati Riska setelah Rey berusaha meyakinkan Riska bahwa dia tak peduli masa lalu Riska. Bagi Dito tak penting walaupun Riska tidak memiliki ayah. Tapi apa yang terjadi ? Sama seperti Rey, Dito juga tak berkutik sewaktu mama dan papanya melarang hubungannya dengan Riska.

Terlahir dari keluarga Jawa yang masih mempunyai darah bangsawan bibit, bobot dan bebet sangat penting dalam keluarga Dito. Bagi mereka Riska bisa membawa sial jika menikah dengan putra mereka.

Lama Riska menutup rapat hatinya dari laki-laki. Riska trauma dengan kejadian masa lalunya. Usianya yang sudah hampir mendekati kepala tiga tidak membuatnya risau. Mamanya yang paham dengan kondisi Riska tidak pernah mendesak putri semata wayangnya itu untuk menikah.

Kehadiran Gunawan teman SMA nya berhasil mencairkan gunung es di hati gadis manis ini. Gunawan mengembalikan kepercayaan Riska. Laki-laki itu berjanji akan serius menikahi Riska. Status Riska yang tidak memiliki ayah tidak membuat tekad Gunawan menikahi gadis itu berubah. Bukti keseriuasannya Gunawan membawa Riska menjumpai mama dan papanya. Disinilah Riska sekarang. Di rumah orang tua Gunawan.

Riska tidak mau membohongi mamanya Gunawan seperti rencana yang diusulkan laki-laki itu. Bagi Riska hubungan itu harus dilandasi dengan kejujuran. Prinsip yang dipegangnya itulah yang membuat Riska menceritakan dengan jujur siapa dirinya.

Sikap manis mama Gunawan berubah sewaktu Riska menceritakan bahwa dia tidak mempunyai ayah. Dia lahir dan dibesarkan oleh mamanya sendirian. Wanita cantik itu terang-terangan mengatakan tidak merestui hubungan anaknya dengan Riska. Latar belakang keluarga Riska yang tak jelas akan membuat nama baik keluraga besarnya bisa rusak. Apalagi Gunawan anak laki-laki mereka satu-satunya.

Gunawan berusaha membujuk mamanya, tapi wanita itu kekeuh pada pendiriannya. Wanita itu menyuruh Gunawan memilih, menikah dengan Riska atau dicoret dari daftar keluarga Adi Winoto. Dicoret dari keluarga Adi Winoto akan membuat Gunawan kehilangan segala-galanya. Riska tidak mau itu terjadi. Riska tahu bahwa Gunawan sangat tergantung pada orang tuanya. Riska juga tidak mau laki-laki itu meninggalkan keluarganya hanya untuk menikah dengannya.

“Kamu tinggal pilih, Gun. Menikah perempuan ini atau kau tidak mama akui sebagai anak.” Mama Gunawan berkata tajam. Ancamannya nampak membuat Gunawan terdiam.

Gunawan nampak bingung. Jujur dia sangat mencintai Riska, tapi kalau semua fasilitas yang diberikan orang tuanya dicabut dia tidak bisa membayangkan bagaimana nanti menjalani hidup. Terbiasa hidup mewah membuat dia gamang untuk meninggalkannya.

Melihat sikap Gunawan, Riska sadar bahwa Gunawan tidak berbeda dengan Rey dan Dito. Riska tersenyum sedih. Kisah lama berulang lagi, batin Riska.

“Gun, lebih baik kamu meninggalkan aku. Restu orang tua sangat diperlukan kalau kita menikah. Aku tidak mau kamu menjadi anak durhaka kepada orang tuamu. Lebih baik ikuti orang tuamu.” Riska berkata pada Gunawan.

“Bagus, ternyata kamu mengerti. Berdosa besar kalau kamu membuat Gunawan melawan kepada kami, orang tuanya.” Perempuan itu bekata sinis pada Riska. “Nanti mama akan mencarika jodoh yang lebih segala-galanya dari perempuan ini.” Mama Gunawan berkata sinis.

“Tapi aku mencintaimu, Riska. Aku akan meninggalkan orang tuaku. Aku akan belajar hidup tanpa bantuan mama dan papaku.” Laki-laki itu menggenggam tangan Riska.

Riska menepiskan tangan laki-laki itu. Riska tidak mau egois. Gunawan adalah anak laki-laki satu-satunya. Riska tidak mau demi kebahagiannya ada hati orang lain yang tersakiti.

“Tidak Gun. Aku tidak mau menikah denganmu tanpa restu orang tuamu. Lebih baik kita berpisah. Kita jalani hidup masing-masing. Aku sudah terbiasa seperti ini.” Riska berusaha menahan air mata yang sudah mau tercurah.

“Maafkan aku Gun. Aku harap kamu bahagia dengan pilihan orang tuamu. Permisi.” Riska melangkah cepat keluar dari rumah megah milik orang tua Gunawan. Riska masih bisa mendengar mama dan papa Gunawan yang melarang putranya mengejar Riska. Riska naik ke mobilnya dan melaju cepat meninggalkan tempat itu.

*****

bersambung

Dumai. 30-06-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post