Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Hati Yang Luka (Last Part) Tagur Hari ke 67

#Tantangangurusiana

.

Proses perceraian Nadya dan Bima berlangsung lancar. Ada lega di hati Nadya setelah pengadilan agama memutuskan perceraiannya. Nadya tidak menyangka pernikahannya dengan Bima akan berakhir secepat ini. Tapi Nadya merasa lega karena statusnya sudah jelas. Selama ini Nadya seperti digantung tidak betali oleh Bima.

Pengalihan aset hotel dan restoran juga berlangsung cepat. Hotel megah dan restoran itu sekarang menjadi milik Nadya. Nadya tersenyum miris. Karena hotel dan restoran didapatkannya dengan membarter suaminya. Tapi Nadya tidak menyesal.

Nadya belajar keras untuk bisa memahami semua management hotel dan restoran . Nadya perempuan yang cerdas. Tidak perlu waktu yang lama bagi Nadya untuk belajar mengelola kedua usaha itu. Dwita dan Helena selalu membantu dan mensuport Nadya. Kedua sahabatnya yang memang perempuan karir tidak setengah-setengah membantu Nadya.

*****

Di tangan Nadya hotel dan restoran berkembang pesat. Tingkat hunian hotel melonjak tajam. Promosi-promosi yang dilakukan Nadya mempunyai pengaruh yang besar terhadap tingkat hunian hotel. Ide-ide yang diberikan Helena untuk kemajuan hotel Nadya sangat manjur mendongkrak pengunjung menginap di hotel tersebut.

Suami Dwita yang orang berpengaruh juga ikut membantu. Berkat bantuan suaminya berapa event-event dilaksanakan di hotel Nadya. Restoran juga ramai pengunjungnya. Sikap Nadya yang baik kepada karyawan membuat karyawan bekerja lebih semangat.

Keuangan bukan masalah lagi bagi Nadya. Penghasilan hotel dan restoran membuat tabungan Nadya bertambah banyak. Transferan buat kedua orang tuanya tidak pernah terlambat lagi.

*****

[Mbak, jangan lupa ya hadir di hari wisudaku] sebuah chat dari Bimo masuk ke gawai Ndaya.

[Mbak usahakan ya, Bim] Nadya membalas cepat.

Nadya dan Kayla hadir di wisuda Bimo. Mantan ibu mertuanya dan Ayra juga hadir. Ibu Retno memeluk Nadya erat. Rasa sayang dia kepada Nadya masih ada, walaupun Nadya bukan menantunya.

Kayla mencium omanya. Gadis kecil yang cantik itu selalu digenggam jemarinya oleh bu Retno. Dia tak membiarkan Kayla jauh darinya.

Walaupun di rumah Bima dan Gayatri sudah ada anak kecil tapi bu Retno tidak bisa membohongi hati kecilnya. Rasa sayang kepada Kayla lebih besar dibandingkan kepada Gabbi anak angkat Bima dan Gayatri.

Bimo nampak gagah dengan baju wisudanya. Ketidakhadiran Bima dan Gayatri membuat Nadya heran. Tapi dia segan untuk menanyakannya.

Nadya tersenyum melihat Bimo. Adik iparnya itu sangat baik. Sifatnya pun berbeda dengan abangnya. Bimo lebih tegas. Pengetahuan Bimo tentang agamapun lebih bagus dari Bima. Bimo nampak lebih patuh terhadap ajaran agama.

Semenjak kos sendiri Nadya tahu, Bimo tidak mau menerima bantuan dari abangnya. Selama ini hanya Bimo yang sering membelanya jika Bima berlaku tidak adil kepadanya.

Selesai acara wisuda Bimo semuanya diundang oleh Nadya untuk mampir di restorannya. Bimo dan ibunya berusaha menolak. Tapi Nadya memaksa. Alasan untuk mentraktir karena keberhasilan Bimo dijadikan Nadya sebagai alasan.

“Apa rencanamu selanjutnya, Bimo?” Nadya bertanya kepada adik iparnya setelah mereka selesai makan.

“Aku mau mengembangkan usahaku, Mbak.” Pemuda itu menjawab sambil tersenyum. Bimo membuka usaha bengkel. Bengkel Bimo sudah besar dan maju. Pemuda itu sangat ulet.

Semangat kerjanya luar biasa. Sudah ada dua bengkel yang dimiliki Bimo. Usul dari Nadya agar Bimo membuka showroom mobil sudah mulai dijajal pemuda itu. Pinjaman modal dari Nadya membuat showroom mobilnya sudah bisa bersaing dengan showroom mobil lainnya.

“Dan aku mau melamar seseorang, Mbak. Ibu dan Ayra sudah setuju.” Bimo menjawab pelan sambil tersenyum.

Perkataan Bimo barusam membuat Nadya kaget. Nadya tidak menyangka Bimo mau menikahi seseorang. Hubungan Nadya yang akrab dengan Bimo membuat Nadya tahu bahwa selama ini tidak ada perempuan yang dekat dengan adik iparnya itu. Siapa perempuan yang mau dinikahi Bimo ? tanya Nadya dalam hati. Nadya tersenyum walau hatinya sedikit perih.

*****

Telepon dari ibu Nadya, agar Nadya datang malam ini ke rumahnya dengan membawa Kayla membuat Nadya heran. Keheranan Nadya bertambah setelah melihat di rumah ibu dan adik-adiknya sudah menyiapkan beberapa hidangan. Sepertinya ibu akan menyambut tamu, batin Nadya.

Suara mobil yang berhenti di halaman membuat ayah dan ibu Nadya berdiri tegak untuk menyambutnya. Bimo, ibu Retno dan Ayra yang tegak di pintu masuk. Tamu yang datang membuat Nadya kaget. Ada apa gerangan keluarga mantan suaminya datang ? sejuta tanya bergayut di benak Nadya.

Kedatangan Bimo dan keluarganya ternyata untuk melamar Nadya. Nadya yang tak mengetahui rencana Bimo kaget bukan main. Ibu dan ayah Nadya nampak tersenyum.

“Semuanya kami serahkan kepada Nadya, nak Bimo.” Ayah Nadya menjawab permintaan Bimo.

Semua mata memandang kepada Nadya. Nadya yang dipandang merasa sangat gugup. Hatinya Nadya berdegup kencang. Jujur dia menyukai Bimo. Niat Nadya semula mendekati Bimo hanya untuk membalas sakit hati kepada Bima, mantan suaminya membuat dia terjebak.

Ternyata Nadya benar-benar menyukai adik mantan suaminya itu. Sikap Bimo yang sangat baik membuat Nadya mencintai adik mantan suaminya itu. Perkataan Bimo untuk melamar seorang gadis sempat membuat Nadya patah hati. Tenyata perempuan yang mau dilamar Bimo adalah dirinya.

Kayla yang ada diantara mereka bersorak senang. “Kayla senang deh kalau om Bimo jadi papa Kayla.” Gadis itu berlari memeluk Bimo. Semua tersenyum melihat tingkah Kayla.

“Bagaimana Mbak? Mbak menerima lamaranku ? “ Bimo bertanya langsung kepada Nadya.

Ndaya tidak menjawab. Mulutnya seakan terkunci. Aura senang di wajahnya dapat mewakili jawabanhatinya.

“Bagaimana dengan Mas Bima?” Nadya bertanya ragu.

“Mbak Nadya tidak usah pedulikan mas Bima dan istrinya. Mbak kan bukan istri mas Bima lagi. Lagian kami semua tidak tinggal dengan mas Bima lagi, mbak Gayatri menyuruh kami keluar dari rumahnya.” Ayra yang dari tadi diam ikut nimbrung. “Aku senang Mbak tetap jadi kakak iparku.” Lanjutnya.

Semua yang ada di ruangan itu tersenyum senang. Nadya dan Bima nampak paling bahagia diantara mereka.

*****

Pesta pernikahan Nadya dan Bimo berlangsung meriah di hotel Nadya. Pesta Nadya sangat ramai. Helena dan Dwita dua sahabat Nadya mendesain pesta dengan sangat megah. Relasi-relasi Nadya dan Bimo banyak yang datang. Semua memberika ucapan selamat kepada sepasang pengantin.

Kedatangan Bimo tanpa didampingi istrinya membuat Nadya dan Bimo heran. Bima memberika ucapan selamat kepada adik dan mantan istrinya. Kayla yang dari tadi selalu disamping Bimo dan hanya melirik Bima sesaat membuat hati Bima pedih.

Bima menyesali kebodohannya. Kebodohannya untuk mengikuti wasiat sahabatnya menikahi Gayatri, adik almarhum sahabatnya. Tidak semua wasiat harus dituruti, sesal Bima dalam hati. Sesal yang tidak berguna lagi.

Hati Bima terasa kosong. Aku harus menyiapkan hatiku setiap saat agar jangan cemburu melihat kebahagian adikku dengan anak dan mantan istriku. Aku pantas menerima ini semua, laki-laki itu menatap Nadya yang terllihat sangat cantiik disamping adiknya.

tamats

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post