Menulis Jadikan Hobi (Tagur ke 86)
#TantanganGurusiana
Tidak terasa hari ini saya sudah memasuki Tantangan Guru Siana hari ke 86. Empat hari lagi saya akan sampai pada hari ke 90. Pada hari ke 90 saya berhak mengajukan Piagam Emas. Ini akan melengkapi dua piagam sebelumnya yang seharusnya sudah saya miliki yaitu piagam biru dan piagam perak.
Kenapa saya katakan seharusnya ? Karena walaupun sudah melewati hari ke-60 dan mau menuju hari ke 90, piagam perak belum saya terima. Saya maklum dan memahami banyaknya peserta dan seringnya webinar dan pelatihan yang diadakan Media Guru membuat Pak Hisyam kerja keras mengetikkan piagam-piagam buat ratusan peserta. Kerja yang cukup merepotkan.He...he.. saya sok tahu. (Mohon maaf kalau saya salah Pak Hisyam).
Saya berpositif thinking saja, mungkin Pak Hisyam akan mengirim piagam perak saya berbarengan dengan piagam emas. Dan saya maklum mengecek link-link tulisan guru yang diajukan untuk mendapatkan piagam itu tidak mudah. Salut buat Pak Hisyam dan tim. Terima kasih Pak Hisyam dan tim.
Sabuah whatsapp dari teman pernah saya terima yang menanyakan apakah sih untungnya tiap hari menulis, apakah dibayar ?
Pertanyaan yang membuat saya tersenyum. Teman, menulis bagi saya adalah hobbi. Jujur tidak diberi piagampun saya akan berusaha konsisten untuk menulis.
Saya merasa semenjak menulis di Blog Guru Siana, stres saya menjadi sedikit berkurang. Saya suka hanyut dengan tulisan yang saya ketik. Sehingga saya bisa melupakan sejenak masalah saya.
Cerita fiksi merupakan jenis tulisan yang saya sukai. Saya merasa dengan menuliskan tokoh dan cerita fiksi yang saya buat saya seperti seorang sutradara. Saya bisa membuat tokoh dalam cerita saya sesuai dengan yang saya inginkan. Itu sangat menyenangkan bagi saya.
Puisi dan pantun adalah dua buah blog yang paling sering saya kunjungi disamping blog-blog yang lain. Semua kategori tulisan yang ada di Blog Guru Siana sangat menarik bagi saya.
Seorang guru sejatinya adalah penulis. Menulis adalah pekerjaan yang tidak asing bagi guru. Karena dalam proses pembuatan RPP seorang guru sudah menulis. Dalam kegiatan pembelajaran ada sintaks yang harus dilakukan guru sesuai dengan metode pembelajaran yang dipakai di kelas.
Dalam penulisan sintaks tersebut guru sudah melakukan proses menulis . Guru menampilkan kegiatan apa yang akan disampaikannya di kelas. Kegiatan yang disampaikan oleh seorang guru menyesuaikan dengan situasi dan kondisi di tempat guru berada. Jadi tidak ada alasan bagi guru untuk tidak mampu menulis. Karena memang mereka sudah terbiasa melakukannya. Kecuali... kalau RPP yang dimilikinya pinjam atau copas punya teman. He..he...
Bagi rekan guru yang ASN, untuk pengajuan naik pangkat guru juga diminta membuat tulisan berupa PTK, makalah atau jenis tulisan lainnya. Pada proses ini guru juga menulis. Jadi menulis adalah kegiatan yang sudah biasa dilakukan guru. Kecuali PTK atau karya tulis yang digunakan untuk naik pangkat dibuat oleh orang lain. Sesuatu yang tidak boleh dilakukan oleh seorang guru.
Apalagi dengan beragam kategori tulisan yang ada di blog, guru bisa lebih mengembangkan kemampuan menulisnya. Bagi yang tidak hobbi cerita fiksi, cerita non fiksi bisa jadi pilihan.
Seorang teman saya pernah berkata, kalau dia kurang hobbi membuat dan membaca cerpen. Jangan khawatir, ada kategori best practise dan kategori non fiksi lainnya di Blog Guru Siana yang bisa teman-teman pilih.
Jadikanlah menulis itu hobi. Kalau seseorang sudah hobi dia pasti akan senang melakukannya. Menulis kalau sudah jadi hobi susah untuk menghentikan. Semua yang tampak bisa menjadi objek tulisan.
Saya pernah merasa sangat kesal dengan sikap seseorang. Saya menunggu dia minta maaf karena kesalahanya. Mungkin karena dia tidak menyadari kesalahannya, maafnya tak kunjung saya terima. Saya sangat kesal. Saya jadikan sebuah cerpen dimana tokohnya adalah teman saya tersebut. Dalam cerpen yang saya buat, dia saya perintahkan untuk minta maaf. Dan dia mau.. ha..ha... Kesal sayapun jadi hilang.
Kuncinya menulis itu adalah hati. Kalau hati kita ingin menulis, Insha Allah tulisan akan jadi. Menulislah dengan hati. Kalau diawal menulis sedikit terpakasa karena ada tantangan itu biasa. Karena pada awalnya memang perlu paksaan, Insha Allah nanti akan terbiasa. Karena bak kata pepatah Sudah Bisa Karena Biasa. Salam Literasi.
///
Dumai, 23-06-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan