Pentigraf Parenting 'Cita - Cita Sean' Tagur ke 85
#tantanagangurusiana
Sean adalah putra semata wayang kami. Umurnya baru enam tahun. Sean anak yang cerdas. Wajahnya yang ganteng potocopi Mas Sanu, suamiku. Aku sangat dekat dengan Sean. Waluapun aku sibuk aku selalu punya waktu buat Sean. Sebulan terbaring di rumah sakit akibat penyakit yang aku derita, membuat Sean punya cita-cita ingin menjadi dokter. Alasannya agar bisa merawatku setiap saat. Aku terharu mendengar alasannya. Demi cita-citanya aku selalu menyisihkan uang di tabungan khusus untuknya. Sean tahu itu.
Beberapa hari ini aku dan Mas Sanu dibuat heran. Sean putraku tidak seperti biasanya. Wajah riangnya tidak nampak lagi. Ada mendung bergayut di wajahnya. Aku dan Mas Sanu sudah berusaha membujuk agar menceritakan masalahnya tapi Sean hanya diam membisu. Pikiranku melayang kemana-mana. Aku khawatir anakku mengalami tindakan semena-mena dari teman atau orang sekitar kami. Mas Sanu menenangkanku.
Hari itu aku dan Mas Sanu berusaha membujuknya lagi. Berbekal dengan saran seorang teman yang psikolog kami membujuk Sean. Alasan Sean murung beberapa hari ini membuat kami hampir tertawa tapi kami berusaha menahannya. Sean ternyata mau merubah cita-citanyanya tapi dia takut aku kecewa. Berita di TV yang menyebutkan banyak dokter yang meninggal akibat menangani Covid-19 membuat Sean takut jadi dokter. Sean tidak ingin meninggal. Sean tidak mau meninggalkanku.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan