Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Persahabatan Yang Tulus (Tagur hari ke 73)

@Tantangangurusiana

Sekolan baru Inayah sekarang berada di sebuah daerah perkampungan dekat pinggiran kota. Inayah dan Mueza adiknya tidak pernah membayangkan akan tinggal di daerah ini.

Perusahaan papa yang bangkrut membuat papa shock dan meninggal karena serangan jantung. Papa meninggalkan Inayah, mama dan adiknya untuk selamanya dengan hutang yang banyak. Rumah megah tempat mereka tinggal, mobil dan perabotan-perabotan mahal yang mereka miliki terpaksa dijual untuk menutupi hutang papa dan membayar gaji karyawan.

Kelebihan dari penjualan semua aset papa dibelikan mama rumah sederhana di daerah ini. Warung kecil yang ada di depan rumah digunakan mama untuk berjualan bahan harian dan kue-kue basah buatan mama. Warung yang diharapkan dapat menghasilkan uang untuk biaya mereka sekeluarga. Mama yang tidak pernah bekerja sebelumnya sekarang harus banting tulang untuk menghidupi Inayah dan Mueza.

“Inayah, ini sekolah kamu sekarang ya Nak. Mama harap kamu betah di sini. Pandai-pandai membawa diri ya sayang.” Mama berkata kepadanya waktu mengantar Inayah ke sekolah barunya.

“Saya titip putri saya ya, Bu. Mohon dibimbing. Terima kasih ya Bu.” Ucapan mama kepada ibu kepala sekolah. Setelah menyalami ibu kepala sekolah dan mencium putri tersayangnya mama pamit pulang.

“Ayo Inayah ibu antar kami ke kelas baru kamu,” ibu kepala sekolah mengajak Innaya menuju kelas barunya.

Inayah melepaskan pandangan ke sekeliling sekolah. Sekolah Inayah sekarang jauh lebih kecil dibandingkan sekolah yang dulu. Dulu Inayah bersekolah di sekolah yang besar dan bagus. Fasilitas sekolah lamanya sangat lengkap. Pohon-pohon dan taman yang tertata indah membuat sekolahnya nampak asri.

Sekolah Inayah sekarang ? Sangat jauh dibandingkan dengan sekolahnya dulu. Bagaikan siang dan malam. Inayah jadi sedih. Kenapa Tuhan tidak sayang kepadaku dan keluargaku ? Kenapa Tuhan memanggil papa terlalu cepat ? Tak sadar Inayah mengeluh dalam hati.

Tiba- tiba Inayah ingat nasehat mama. Allah memberikan ujian kepada manusia biar manusia lebih bertakwa kepadanya. Tidak boleh berkeluh kesah. Jalani dengan ikhlas. Inayah tersadar, cepat dia beristighfar seperti yang diajarkan mama.

“Kita sudah sampai Inayah,” ucapan ibu kepala sekolah mengagetkan Inayya.

Inayah menatap pintu yang terkunci, di atas pintu ada tulisan “Kelas V”. Nama kelas pada plang nama sudah kabur membuat tulisan tidak terbaca dengan jelas. Pintu kelas kelihatan usang sebagian catnya sudah terkelupas.

Ibu kepala sekolah mengetuk pintu dengan pelan. Seorang ibu guru yang masih muda keluar dari kelas. Beliau menyambut Inayah dan ibu kepala sekolah dengan senyum hangat.

“Ibu Riana, ini siswa baru yang saya ceritakan kemarin. Inayah ini kelas kamu dan ibu wali kelas kamu. Selamat belajar ya.” Ibu kepala sekolah pergi setelah menyerah Inayah ke ibu wali kelasnya.

Ibu Riana membawa Inayah ke dalam kelas. Para siswa yang tadi sedang mengerjakan latihan menghentikan pekerjaaannya melihat kedatangannya. Berpasang puluh mata menatap kepadanya. Tatapan mereka yang bersahabat menghilangkan grogi di hati Inayah.

“Anak-anak hari ini kalian dapat teman baru. Ibu harap kalian bisa menerima Inayah dengan baik. Bantu dia untuk menyesuaikan diri ya,” ibu Riana berkata kepada anak didiknya.

“Inayah silahkan perkenalkan diri kamu.” Ibu Riana menyuruh Inayah memperkenalkan dirinya.

Inayah memperkenalkan dirinya. Selesai memperkenalkan diri ibu Rianan menyuruh Inayah duduk di bangku kosong yang berada di barisan belakang.

Duduk dibagian belakang membuat Inayah bisa leluasa memandang kelas barunya. Ada sekitar tiga puluh anak ada di kelas ini. Jumlah anak perempuan nampak lebih banyak. Semua duduk berpasangan termasuk Inayah. Inayah melirik teman sebangkunya. Seorang anak perempuan yang sebaya dengannya. Badannya agak kurus dengan kulit sedikit hitam. Jilbab dan pakaian yang dipakainya nampak bersih walau sedikit lusuh dan kumal. Dia memperlihatkan senyumnya yang manis kepada Inayah.

“Nama saya Dinda,” tangan mungilnya terulur kepada Inayah. Inayah menyambut hangat tangan itu.

Mata Inayah memandang sekeliling kelas berbagai macam hasil karya siswa terpajang rapi di dinding. Di sudut depan kelas sebelah kanan terdapat sebuah meja kecil dan rak berisi buku bacaan. Inayah senang melihat kelas barunya yang indah dan bersih. Semoga aku kerasan disini, batin Inayah.

Suara lonceng tanda istirahat disambut gembira oleh anak-anak di kelas. Meraka tidak langsung keluar. Mereka berkerumum ke tempat Inayah. Inayah sedikit kaget. Dia tak menyangka teman sekolahnya akan mengerumuninya.

Semua mengulurkan tangan kepada Inayah sambil memperkenalkan diri mereka. Inayah terharu disambut sangat baik dan ramah oleh teman sekelasnya. Mereka mengajak Inayah keluar untuk jajan. Inayah menolak halus karena mama sudah menyiapkan bekal untuk Inayah.

“Dinda, kamu tidak keluar,” Inayah bertanya kepda Dinda.

“Saya disini aja Nay,” Dinda menjawab pelan.

Inayah mengeluarkan kotak bekal berisi kue yang disiapkan mama untuknya. Kotak kue itu dibukanya, dia menawarkan bekal pada Dinda. Dinda menolak. Inayah memaksa Dinda mengambilnya. Bersama dua teman baru itu menikmati kue di kelas.

“Makasi ya Nay, kuenya sangat enak.” Wajah Dinda nampak senang sekali.

*****

Sudah satu bulan Inayah bersekolah disini. Guru-guru yang baik dan teman-teman yang ramah membuat Inayah jadi kerasan. Dinda adalah teman yang paling dekat dengan Inayah. Dinda anak yang pintar. Matematika adalah pelajaran yang paling disukainya. Berbading terbalik dengan Inayah. Inayah paling malas dengan pelajaran yang membuat dirinya pusing itu. Dinda tidak pelit berbagi ilmu kalau ada teman yang kurang paham. Terkadang Dinda menjadi “guru” buat teman-teman di jam istirahat kalau ada yang bertanya matematika kepadanya. Dinda yang pintar, ramah dan tidak sombong membuat Inayah suka berteman dengannya.

Persahabatan Inayah dan Dinda berlajut sampai mereka naik kelas enam. Dinda juga tidak memiliki ayah. Menurut cerita Dinda, ayahnya meninggalkan bundanya sedari dia berusia dua tahun. Bunda Dinda bekerja sebagai buruh tani. Mereka hanya hidup berdua. Inayah dan mama pernah pergi ke rumah Dinda. Waktu itu mereka pergi melihat bunda Dinda yang sakit.

Inayah sering mengajak Dinda mampir ke rumahnya. Sifat anak itu yang periang membuat mama juga menyenanginya. Kue-kue dan makanan sering diberi mama kepada Dinda sebagai ole-ole untuk bundanya.

Siang itu Inayah dan Dinda duduk di bawah sebatang pohon ketapang yang ada di samping sekolah. Tempat duduk dari semen sengaja dibuat pihak sekolah di bawah pohon agar anak-anak bisa duduk membaca di sini waktu jam literasi.

Tempat ini menjad tempat favorite Inayah dan Dinda. Di tempat ini mereka berdua sering belajar bersama di jam istirahat. Di tempat ini Inayah dan Dinda sering bercerita masaah yang mereka hadapi.

“Kamu lagi ngapain, Dinda? Kenapa kamu menoreh batang pohon itu ?. Kasihan tuh pohonnya terluka.” Inayah menegur Dinda yang sedang menulis sesuatu di batang pohon ketapang.

Dinda menatap Inayah sambil tersenyum. “Lihat Nay, aku menulis huruf D dan N di sini. Singkatan dari nama kita berdua.” Dinda berkata sambil melihatkan dua buah huruf yang digoresnya di pohon ketapang itu.

“Pohon ini adalah saksi persahabatan kita,” lanjutnya.

*****

Sudah tiga hari Dinda tidak nampak batang hidungnya di sekolah. Kemana Dinda? Kenapa Dinda tidak datang? Apakah Dinda baik-baik saja ? Berjuta tanya bergayut di benak Inayah. Dinda anak yang rajin tidak biasanya dia membolos sekolah. Ibu Siska wali kelas yang ditanya Inayah tadi juga tidak tahu kenapa Dinda tidak datang.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post