Kejutan Suamiku (Tagur hari ke 117)
#tantangangurusiana
Bang Burhan suamiku sangat kasar. Tingkahnya selalu membuatku sakit hati. Sejak menikah tujuh tahun yang lalu tidak pernah ada rasa cinta di hatinya untukku. Pernikahan kami terjadi karena perjodohan. Aku berharap setelah kehadiran dua buah hati di antara kami sikapnya berubah. Tapi ternyata tidak, sikapnya malah semakin menjadi. Pulang ke rumahpun sesuka hatinya, bahkan seminggu pernah dia tidak pulang ke rumah.
Dua tahun terakhir ini sikap Bang Burhan sudah berubah. Bang Burhan berubah jadi suami dan ayah yang sangat baik. Tak henti-hentinya aku mengucap syukur atas perubahan sikap suamiku. Sebuah hadiah ulang tahun cincin berlian yang indah dibelikan untukku oleh Bang Burhan. Aku sangat bahagia sekali. Aku mengucapkan terima kasih kepadanya karena dia sudah menjadi suami yang baik untukku. Suamiku meminta maaf karena selama ini telah belaku zholim kepadaku. Seseorang sudah mengingatkan dan menyadarkanya. Aku bahagia mendengarnya. Aku berkata kepada Bang Burhan ingin berjumpa dengan orang yang sudah menyadarkannya untuk mengucapkan teri a kasih.
Kehadiran Bang Burhan dengan seorang perempuan muda yang sedang hamil sore itu membuatku heran. “Ratih, kamu pernah berkata mau mengucapkan terima kasih kepada orang yang sudah merubah sikapku? Inilah orangnya. Dia istri keduaku, adik madumu.” Suara Bang Burhan yang pelan terdengar seperti halilintar di telingaku. Badanku rasanya lemah tak bertulang.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan