Pembalasan Mamaku (Tagur hari ke 97)
#Tantangangurusiana
Mengikuti pelajaran Bahasa Jepang dengan Ibu Sandra bagiku dulu sangat menyenangkan. Karena Ibu Sandra berbeda dengan guru-guru yang lain. Ibu Sandra masih muda dan cantik. Gaya berpakainnya yang fashionable menambah daya tariknya.
Tidak aku saja, hampir semua siswa di sekolah ini menyukai Ibu Sandra. Apalagi siswa laki-laki. Tapi aku pernah mendengar dari Mbak Ririn petugas kantin sekolah, dikalangan guru-guru Ibu Sandra kurang disukai. Mbak Ririn pernah mendengar ada guru yang tidak menyukai cara Ibu Sandra berpakaian. Pakaian yang dikenakannya kurang sopan. Apalagi yang dihadapi adalah anak sekolah menengah atas yang lagi puber-pubernya.
Tapi itu dulu, sekarang aku tidak menyukai guru yang satu ini. Aku benci padanya. Tahu kenapa ?
Namaku Randi Raditya. Aku terlahir tujuh belas tahun yang lalu sebagai anak tunggal. Mamaku meninggal sehabis melahirkanku. Aku dibesarkan oleh tante Airin, adik mama yang bungsu yang kemudian menjadi mama sambungku ketika aku berusia enam tahun. Mama Airin sangat menyayangiku apalagi setelah Mama Airin di vonis dokter tidak bisa hamil karena kanker rahim yang di deritanya. Jadilah aku anak satu-satunya.
Dari cerita yang aku dengar, aku tahu bahwa papa awalnya menikahi Mama Airin karena terpaksa. Papa selalu di desak oleh nenek dan kakekku. Mereka khawatir kalau papa menikah dengan wanita lain, aku mendapatkan mama sambung yang jahat.
Tapi walaupun pernikahan mereka terpaksa aku melihat papa dan mama Airin saling menyayangi. Mereka tak pernah bertengkar.
Tetapi semuanya berubah setelah malam itu terjadi pertengkaran antara papa dan mama. Mama menemukan bukti pembelian mobil baru di dalam tas kerja papa. Mama mendesak papa agar menceritakan mobilnya untuk siapa. Papa tidak bicara, dia hanya diam membisu.
Mama Airin tidak tinggal diam. Mama berusaha melacak untuk siapa mobil dibelikan papa. Ternyata mobilnya untuk seorang perempuan yang bernama Sandra Ayundya, seorang guru di sekolah swasta tekenal tempat aku bersekolah.
Pertengkaran episode kedua kembali terjadi. Pertengkaran kali ini lebih hebat. Beberapa perabotan terdengar dibanting. Suara mama dan papa yang keras terdengar sampai ke kamarku. Papa mengakui kalau mobil itu memang untuk Ibu Sandra. Papa juga mengakui kalau dia menyukai Ibu Sandra dan mereka berhubungan sudah hampir satu tahun.
Pengakuan papa membuat Mama Airin shock. Wanita yang selalu menyayangiku itu nampak sangat terpukul. Bagi Mama Airin, papa adalah segalanya. Papa adalah satu-satunya laki-laki yang mengisi hatinya.
Hari-hari manis yang selama ini menghiasi rumah kami sekarang tinggal kenangan. Mama dan papa seperti dua orang asing. Suasana rumah seperti kuburan. Tak pernah lagi aku lihat dua orang yang aku sayangi itu bertegur sapa. Bahkan sekarang aku melihat papa tidur di ruang tamu.
Masalah mama dan papa suah tercium oleh keluarga besar kami. Perundingan keluarga untuk mendamaikan mama dan papa sudah diadakan, tapi tidak membuahkan hasil. Bahkan pertemuan terakhir papa sudah mengutarakan keinginannya untuk menikahi Ibu Sandra. Pernyataan papa membuaku benci kepada ibu guruku itu
*****
“Randi, Bu Sandra dari tadi liatin lo tu.” Jaya teman sebangkuku menyikut sikutku.
Aku diam dan cuek saja. Terserah aku dong mau apa, batinku. Melihat wajahnya aku sangat muak. Aku terbayang wajah mama, wanita yang sudah disakiti oleh perempuan ini.
“Randi, kamu paham apa yang ibu jelaskan ?” terdengar suara Ibu Sandra menegurku. Aku melengos mendengar pertanyaannya.
“Kamu kenapa ? Biasanya kamu sangat semangat belajar dengan ibu, sekarang kok lain?” lanjutnya.
Aku masih diam. Kalau jarum jam itu bisa diputar aku ingin diputar cepat, biar guru yang sudah membuat mamaku menderita ini segera berlalu dari hadapanku.
“Sepertinya kamu ada masalah, kamu bisa cerita nanti ke ibu. Mana tahu ibu bisa membantu.” Ibu Sandra berlalu dari mejaku.
Aku muak sekali mendengar perkataannya. Perempuan sok suci. Pura-pura baik. Berbagai macam makian aku layangkan untuknya, tapi hanya adalam hati. Ingin aku membuka kedok Ibu Sandra di sekolah ini karena merebut papaku, tapi bagaimana caranya ?
*****
Mobil warna merah yang pemberian papa untuk Ibu Sandra terparkir manis di depan majelis guru. Mobil yang paling bagus diantara semua mobil yang terparkir. Mobil yang dibeli pakai uang papaku. Aku kesal sekali melihatnya. Iseng aku berhenti dekat mobil itu, sebuah paku aku tancapkan di ban mobil . Rasain, batinku.
Melihat ibu Sandra terpaksa keluar dari mobilnya karena bannya kempes aku tersenyum. Itu baru pembalasan pertama bu, siapa yang menyuruh kamu mendekati papaku, batinku. Aku tersenyum senang.
*****
Aksiku menancapkan paku di roda mobilnya Ibu Sandra akhirnya ketahuan. Rekaman cctv menunjukan akulah pelakunya. Ibu wali kelas memanggilku. Disilah aku sekarang, diruang kepala sekolah. Ibu wali kelas, Guru BK, wakil kesiswaan juga hadir di ruangan itu.
“Randi, kenapa kamu lakukan itu ke mobilnya Ibu Sandra ?” suara ibu kepala sekolah terdengar pelan.
“Ibu pingin tahu apa alasannya?” aku menatap ibu kepala sekolah. Ibu kepala sekolah mengaggukan kepalanya.
“Ibu Sandra sudah merebut papa dariku dan mama. Mobil itu papa yang belikan untuknya. Aku benci Ibu Sandra.” Jawabku ketus.
Semua yang berada diruangan itu kaget. Ibu Sandra menundukan kepalanya. Ibu Kepala Sekolah terdiam. Beliau memintaku jangan mengulangi lagi. Aku dipersilahkan ke luar ruangan.
Masih aku dengar semua di ruangan Ibu Kepsek membahas ceritaku mengenai Ibu Sandra. Aku lega, perempuan yang sudah menyakitiku dan mamaku sudah aku buka kelakuannya di depan Ibu Kepala Sekolah.
*****
Berita tentang Ibu Sandra selingkuhan papaku menyebar ke seantaro sekolah. Aku tidak tahu siapa yang menyebarkan. Siswa-siswa yang semula banyak simpati kepadanya jadi berubah sinis. Yang jelas dua hari setelah peristiwa itu, Ibu Sandra sudah tidak mengajar lagi di sekolah. Informasi dari Mbak Ririn, Ibu Sandra diberhentikan oleh pihak yayasan.
Aku senang, tidak pantas orang seperti itu mengajar. Tidak mencerminkan sikap seorang guru. Kelakuannya tidak menunjukan sikap yang baik sebagai seorang guru.
Dari Mbak Ririn aku tahu kalau Ibu Sandra sebenarnya bukan seorang guru, karena kemampuan Bahasa Jepangnya yang bagus, yayasan meminta bantuan dia mengajar di sekolahku.
Aku lega sekali. Setidaknya aku tidak melihat wajahnya lagi setiap hari. Wajah yang membuat aku tidak nyaman belajar.
*****
“Randi.... Randi. Kesini kamu.” Suara papa terdengar marah memanggilku.
Aku bergegas menjumpai papa di ruang tengah. Wajah papa terlihat sangat marah. Mama Airin mendengar papa memanggiku dengan intonasi yang keras juga keluar dari kamar. Mama berdiri tidak jauh dariku. Beliau nampak mengawasiku. Aku tahu perempuan itu pasti takut kalau papa akan menyakitiku.
“Apa yang kamu lakukan kepada Ibu Sandra?” suara papa terdengar marah.
“Randi tidak melakukan apa-apa, Pa.” Aku menjawab santai.
“Tapi Sandra diberhentikan mengajar, semua karena ulahmu. Kamu betul-betul anak kurang ajar.” Tangan papa hampir sampai ke mukaku. Mama sigap menarikku. Mata mama memerah menahan marah.
“Jangan sekali-kali kau sakiti Randi. Dia memang anak kandungmu, tapi aku yang membesarkan. Sandra diberhentikan karena kelakuannya. Kamu mengancamku agar jangan melaporkan kelakuannya ke yayasan. Tapi kamu lihat tanpa aku yang laporkan dia sudah berhenti.” Mama menjawab garang.
Papa kelihatan sangat marah. Tangannya mengepal menahan emosi.
“Kalian berdua sudah membuatku kesal. Aku akan meninggalkan kalian.” Laki-laki itu pergi meninggalkan rumah.
“Silahkan... Kamu boleh pergi. Jumpai pacarmu itu.” Mama menjawab garang. Aku melihat mama berbeda sekarang. Mama tampak lebih tegar dan berani.
*****
Sejak kejadian itu, papa tidak pernah kembali ke rumah. Mama yang menangis sore itu sambil memegang gawainya membuatku penasaran. Diam-diam aku mengambil gawai mama dan membukanya. Sebuah photo pernikahan papa dan Ibu Sandra nampak di gawai mama.
[Aku sudah menikah siri dengan suamimu. Kamu jangan khawatir, setelah surat cerai kamu terima aku akn menjadi satu-satunya istri Mas Radtya], chat dari Ibu Sandra untuk mama. Chat yang membuat mama menangis sore tadi.
Aku betul-betul kesal. Ternyata ada perempuan yang tega menyakiti hati perempuan lain.
*****
Berita kecelakan mobil yang menewaskan Papa dan Ibu Sandra kami terima dari pihak kepolisian. Kecelakan terjadi karena Papa tidak berhasil mengendalikan laju mobil yang dibawanya dalam perjalanan ke Puncak. Mobil yang dikendarai papa masuk ke dalam jurang.
Mama memelukku erat. Aku ingat malam itu, Mama Airin menelpon seseorang dengan suara pelan. Aku mendengar Mama Airin berkata, “Kalau dia tidak memilihku, maka dia juga tidak boleh memilih Sandra. Lebih baik aku kehilangannya.”
Aku tidak tahu siapa yang ditelpon mama, tapi aku tahu maksudnya. Rasa cinta yang besar membuat mama bertindak di luar kesadarannya. Aku maafkanmu, Mama Airin. Karena Aku tahu betapa hancurnya hatimu karena ulah papaku. Papa membalas semua pengorbananmu dengan pengkhianatan, Aku sudah kehilangan papa, aku juga tidak mau kehilangan Mama Airin. Biarlah ini akan mejadi rahasiaku selamanya.
tamat
Dumai, 4-7-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan