Mengajar Secara Daring, Siapa Takut ? (tagur Hari ke 98)
#Tantangangurusiana
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah menegaskan bahwa tahun ajaran baru 2020/2021 dimulai pada tanggal 13 Juli 2020. Walaupun sebagian besar daerah sudah memasuki new normal tapi pembelajaran tatap muka secara langsung belum bisa dilaksanakan. Pembelajaran tatap muka hanya boleh dilaksanakan bagi daerah yang berada pada zona hijau.
Kondisi ini menyebabkan setiap daerah melalui Dinas Pendidikan Kab/Kota mencari terobosan-terobosan bagaimana program Belajar Dari Rumah (BDR) dapat terlaksana dengan baik. Metode dan media pelaksanaan BDR dilaksanakan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
Pembelajaran Jarak Jauh dibagi kedalam dua pendekatan yaitu pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Pembelajaran Jarak Jauh menggunakan sistem daring menuntut guru harus terampil dalam menggunakan ICT. Guru harus mulai bermetamorfosis dari guru konvensional menjadi guru era digital.
Dalam rapat kerja dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Jakarta, Kamis 2 Juli 2020 Mendikbud mengatakan bahwa PJJ nantinya akan menjadi permanen tidak hanya digunakan pada saat pandemi Covid-19 ini saja. Ini memberikan sinyal kepada guru untuk meningkatkan kompetensi penguasaan ICT.
Tidak ada lagi kata tidak bisa, atau tidak mau bagi guru dalam mengajar menggunakan ICT. Karena pembelajaran daring menuntut guru untuk menggunakannya. Dalam acara Webinar yang di taja Media Guru hari Minggu tanggal 5 Juli 2020, Pak Ihsan (CEO Media Guru) mengatakan bahwa dulu semangat guru adalah learning to use ICT dan sekarang using ICT to learn.
Dulu guru-guru belajar bagaimana menggunakan ICT. Banyak pelatihan yang diberikan kepada guru untuk belajar menggunakan ICT. Tetapi sekarang guru tidak belajar menggunakan ICT lagi tetapi sudah harus menggunakan ICT untuk pembelajaran.
Guru yang berani mengajar, harus mau belajar. Guru yang tidak mau belajar akan membuat kredibilitasnya menjadi turun. Guru akan merasa minder dan tersisih. Dan ini akan berdampak ke psikis guru. Bukan tidak mungkin stres kerja akan dialami oleh guru. Guru yang tidak mau belajar akan tereliminasi dengan sendirinya.
Guru adalah ujung tombak pendidikan. Berhasil atau tidaknya pembelajaran terletak di tangan guru. Pembelajaran daring yang menyenangkan dan menarik membuat peserta didik senang dalam mengikuti pembelajaran. Dan sudah pasti pembelajaran yang menyenangkan akan berpengaruh terhadap capaian hasil belajar.
Berbagai teknik mengajar berbasis ICT bisa digunakan guru. Guru tinggal memilih, jenis aplikasi pembelajaran apa yang akan digunakannya dalam mengajar. Jangan takut tidak mampu menggunakannya. Banyak pelatihan-pelatihan pemakaian aplikasi pembelajaran yang diadakan untuk guru, baik yang berbayar maupun yang gratis. Pilihan berada di tangan guru. Kembali kepada guru, mau belajar atau tidak?
Bagi guru yang sudah terbiasa menggunakan ICT dalam mengajar, pembelajaran jarak jauh secara daring tidak masalah. Bagi yang belum terbiasa jangan menyerah. Tidak boleh patah semangat, yang penting mau belajar. Kalau guru sudah biasa menggunakan pembelajaran berbasis digital nanti akan bisa dengan sendirinya. Karena bak kata pepatah sudah bisa karena biasa.
Termotivasinya guru untuk belajar menggunakan ICT dalam pembelajaran merupakan salah satu dampak positif dari pandemi Covid-19. Guru yang semula enggan belajar ICT sekarang harus belajar. Guru adalah pembelajar, guru yang inovatif akan menyambut setiap perubahan dalam pendidikan dengan pikiran positif. Guru yang inovatif akan menggerakan rekan guru yang lain untuk belajar.
Di sekolah tempat penulis mengajar SMPN 2 Dumai, persiapan mengajar secara daring sudah dilakukan seiring dengan keluarnya SE Kemendikbud nomor 4 tahun 2020. Guru-guru menyambut antusias pelatihan mengajar secara daring. Pelatihan diberikan oleh rekan guru yang menguasai aplikasi pembelajaran. Dari kita untuk kita. Pelatihan dilaksanakan secara bertahap.
Awal pelatihan memang terasa berat, apalagi bagi guru yang jarang menggunakan ICT, tapi akhirnya guru-guru dapat juga menggunakan aplikasi pembelajaran. Saling motivasi dan saling suport membuat guru-guru yang tidak terbiasa menggunakan ICT menjadi terbiasa. PJJ tahun ajaran 2020/2021 menggunakan daring, siapa takut?
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan