Sosialisasi PJJ Bagi Orang Tua dan Siswa (Tagur hari ke 116)
#tantangangurusiana
Sosialisasi Pembelajaran Jarak Jauh yang diberikan kepada orang tua tadi memasuki hari terakhir di SMPN 2 Dumai . Total 30 rombel sudah mengikuti sosialisasi. Kelas IX.6 sampai dengan kelas IX.10 adalah kelas yang terakhir mendapatkan kesempatan sosialisasi.
Sosialisasi dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Sebelum sosilisasi di mulai siswa dan orang tua diwajibkan memakai masker dan diperiksa suhu tubuhnya oleh tim covid SMPN 2 Dumai. Sosialisasi dikelompokan menjadi tiga sesi. Masing-masing sesi selama dua jam.
Pemberian sosialisasi di kelas yang saya ampu berlangsur dengan lancar. Materi Sosislisasi PJJ dibuat oleh tim PJJ Kota Dumai. Dalam sosialisasi orang tua diberi penjelasan tentang kenapa Pemko Kota Dumai melaksanakan PJJ .
Pembelajaran Jarak Jauh yang akan dilaksanakan dalam bentuk :
1. Online/Daring (Dalam Jaringan)
2. Offline/Luring (Luar Jaringan)
3. Blended (kombinasi), sesuai dengan keadaan satuan pendidikan masing-masing.
Dalam Moda Daring ada empat proses yang dijelaskan
1. Pembelajaran online menggunaka Google Clasroom (GC). Di sini saya menjelaskan ke siswa tentang aplikasi google classrom. Untuk SMPN 2 Dumai satu kelas hanya memakai satu kode google classroom. Guru mata pelajaran lain bergabung ke grup kelas sebagai guru.
Banyak pertanyaan orang tua dan siswa mengenai aplikasi ini. Beberapa orang tua yang semula kurang paham menjadi lega. Beberapa orang tua beranggapan dalam satu gawai hanya boleh satu classroom anak-anak mereka, karena sekolah mewajibkan anak-anak memilki foto dan nama di google classom dengan nama dan foto diri mereka masing-masing. Tentu kalau anak mereka ada dua orang harus dua pula gawainya. Karena ada orang tua yang belum paham tentang kelola akun
2. Pertemuan online. Pertemuan online dilakukan oleh guru mata pelajaran minimal 1 kali dalam 1 KD. Kalau 1 KD guru menjelaskan selama 1 bulan, berarti dalam 1 bulan ada 1 kali pertemuan untuk tiap mapel.
Orang tua banyak yang mengkhawatirkan ini, karena untuk pertemuan virtual diperlukan kuota yang besar. Tapi setelah saya menyampaikan beberapa solusi orang tua nampak memahaminya.
3. Penilaian online. Penilain dilakukan oleh guru dengan menggunakan google form atau aplikasi lain yang dikuasai oleh guru.
4. Sumber Belajar online. Sumber belajar sudah disiapkan oleh MGMP kemudian dikumpulkan oleh Team PJJ Kota Dumai dalam satu website dan channel YouTube “Dumai Belajo” (Dumai Belajar Lewat Jaringan Online).
Guru boleh menambahkan sumber belajar lain baik berupa bahan bacaan, video maupun presentasi yang bersifat memperdalam kajian materi atau untuk pengayaan.
Dalam pembelajaran moda luring dijelaskan teknisnya kepada orang tua. Adapun teknis sebagai berikut:
1. Bahan ajar yang sudah disiapkan oleh MGMP dapat di cetak oleh guru dan diperbanyak oleh satuan pendidikan, atau peserta didik dapat mengcopy filenya ke flashdisk peserta didik
2. Untuk pendistribusian bahan ajar tersebut, satuan pendidik perlu menyusun teknis agar bahan tersebut sampai ke peserta didik dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
3. Penilaian tetap dilaksanakan dengan memberikan bahan penilaian kepada peserta didik kemudian peserta didik mengumpulkan kembali kepada guru
4. Setiap tugas peserta didik harus diberikan tanggapan agar peserta didik termotivasi untuk menyelesaikan setiap tugas tersebut.
5. Penilaian yang dilakukan terdiri dari Penilaian harian, Tengah Semester dan Akhir Semester.
Dalam kombinasi (blended)
Moda kombinasi dilaksanakan oleh satuan pendidikan yang tidak dapat melaksanakan moda daring full, namun sebagian peserta didik dapat mengikuti moda daring sedangkan sebagian lagi tidak dapat mengikuti moda daring. Teknis pelaksanaan untuk moda kombinasi ini dengan cara menggabungkan kedua moda yaitu daring dan luring agar semua peserta didik dapat terlayani dalam mendapatkan pembelajaran.
Dalam sosialisasi juga dijelaskan masing-masing keunggulan dan kelemahan ketiga moda pembelajaran tersebut. Untuk kelas yang saya ampu hampir semua orang tua memilih pembelajara daring . Tak luoa dalam sosilisasi saya juga mengingatkan orang tua akan fungsinya sebagai kontrol, fasilitator, motivator dan pengarah bagi anak-anak di rumah. Karena sejatinya para orang tua adalah guru bagi anak-anak mereka.
Peran anak juga dijelaskan, sebagai wali kelas mereka saya mengingatkan bahwa kondisi sekarang jangan dianggap libur. Sekolah tidak libur tapi anak-anak belajar di rumah.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan