Ibu Julia - Part 5 (tagur ke 147)
#tantangangurusiana
Ibu Julia menatap anak di depannya. Prestasi akademik Roy memang tidak terlalu bagus. Bukan karena anak ini tidak pintar. Roy benar. Dia tidak tertarik belajar di bangku formal. Makanya nilai raportnya dibawah standar. Hanya enam bulan terakhir ini saja anak itu nampak semangat belajar. Di umurnya yang ke dua puluh tahun saat teman-teman seumurannya sudah kuliah dia baru menamatkan SMAnya.
"Ibu jawablah pertanyaan saya, Bu. siapa mereka dan berapa utang Ibu kepada mereka ? " Roy kembali mengulangi pertanyaanya.
"Roy... Ibu mohon biarlah ibu yang meyelesaikan masalah ibu. Masa depanmu masih panjang. Kamu harus kosentrasi ke masa depanmu, Roy." Ibu Julia berkata pelan.
"Ibu... Masa depan saya adalah Ibu. Saya menyukai Ibu, bukan suka seorang siswa kepada guru. Tapi rasa suka seorang laki-laki kepada wanita. Izinkan saya untuk membantu, Ibu." Roy berkata dengan suara pelan.
Perkataan Roy membuat Ibu Julia terdiam. Apa yang dikhawatirkannya selama ini ternyata benar. Ternyata anak ini menyukai dirinya. Ya Tuhan..., bantu aku untuk menjawab ini semua, batiin Ibu Julia.
“Roy, ini tidak lucu.” Ibu Julia menatap tajam kepada Roy.
“Saya tidak melucu Ibu Julia. Saya serius. Saya menyukai Ibu. Apa itu tidak jelas, Bu?” Roy kembali menegaskan ucapannya.
“Roy... Kamu silahkan pulang. Saya mau istirahat.” Ibu Julia mengusir halus mantan siswanya itu.
“Saya akan pulang, Bu. Saya akan menunggu jawaban Ibu.” Roy berkata tegas.
*****
Sepeninggal Roy, Ibu Julia lama tercenung di tempat duduknya. Kepalanya pusing bagaimana mengganti uang om dan tantenya. Utang keluarganya yang besar membuat dia tak mungkin membayar utang itu. gajinya sebagai guru yayasan tidak besar. Menabung puluhan tahunpun belum tentu akan terkumpul uang sebanyak itu, batin Ibu Julia. Gadis cantik itu merasakan kepalanya berdenyut.
Pernyataan Roy yang mengatakan menyukainya menambah pusing kepalanya. Dia menyayangi anak itu, tapi sebatas guru dan siswa. Terkadang tingkah laku siswanya itu membuat dia salah tingkah, tapi dia yakin itu buka cinta. Aduh, bagaimana aku menjelaskan kepada Roy, batin Ibu Julia.
*****
Mobil Roy yang berhenti di depan Ibu Julia membuat ibu guru itu terpaksa naik. Menolak akan membuat Roy memaksa dan itu akan memancing banyak mata melihat ke arah mereka. Ibu Julia tidak mau itu terjadi. Dia tidak mau akan lahir gosip di sekolah.
“Ada apa sih, Roy. Kenapa kamu memaksa ibu ikut denganmu?” Ibu Julia bertanya dengan suara pelan kepada Roy.
“Saya akan mengajak Ibu ke suatu tempat. Ibu jangan menolak ya.” Anak itu berkata sambil tersenyum.
Dengan sudut matanya Ibu julia memperhatikan Roy yang sedang menyetir mobil. Roy nampak sangat gagah sekali. Dia nampak lebih dewasa. Stelan oblong warna hitam dan celana jeans warna dongker sangat serasi dengan badan dan warna kulitnya. Wangi tubuhnya tercium oleh Ibu Julia. Ibu Julia tahu banyak siswi perempuan yang mengejar anak ini. Tapi Roy tidak pernah menampakan rasa suka kepada teman-teman perempuanya. Kenapa aku yang dipilihnya, batin Ibu Julia.
Mobil berhenti di sebuah kafe. Kafe yang letaknya agak jauh dari keramaian. Pemandangan di kafe sangat indah. Roy membuka pintu untuk Ibu Julia. Dia mempersilahkan Ibu Julia keluar dari mobil. Mereka melangkah beriringan. Pengunjung di kafe tidak terlalu ramai. Pegawai kafe menyambut mereka ramah. Roy nampaknya sangat dikenal di kafe ini.
Roy membawa Ibu Julia ke sisi samping kafe. Pemandangan di sini lebih indah. Ada taman bunga dan pancuran air kecil. Beberapa pengunjng nampak duduk tak jauh dari mereka.
Roy mempersilahkan Ibu Julia duduk. Suasana betul-betul nyaman. Alunan musik pelan dari musik kafe menambha suasana tambah nyaman. Roy menatap Ibu Julia yang ada di depannya. Ibu Julia mengalihkan pandangannya. Dia tidak mau menatap mata mantan siswanya itu. Ibu Julia brusha mengalihkan tatapannya.
“Ibu Julia, maafkan atas keterusterangan sikap saya kepada Ibu. Maafkan kalau itu membuat Ibu tidak nyaman. Saya tidak akan memaksa Ibu. Tapi izinkan saya membantu Ibu. Saya mohon Ibu mau menceritakan ke saya masalah yang Ibu alami.” Roy berkata dengan lancarnya. Dia nampak sangat dewasa sekali.
“Ceritakanlah kepada saya, Bu.” Kembali Roy mengulang permintaanya.
“Sebenarnya Ibu tidak mau menceritakan ini kepadamu Roy. Tapi karena kamu mekasa Ibu akan bercerita.” Ibu Julia menjawab pelan.
Perlahan cerita itu meluncur dari mulut Ibu Julia. Semuanya berawal dari kecelakaan mobil yang melanda keluarga Ibu Julia dua tahun yang lalu. Waktu itu orang tua Ibu Julia dan seorang adik perempuannya berniat mau pergi ke Bandung untuk menghadiri pesta pernikahan keponakannya. Ibu Julia tidak ikut karena lagi menghadapi ujian skripsi di kampusnya.
Di tengah perjalanan mobil mereka mengalami kecelakaan. Kedua orang tua Ibu Julia meninggal di tempat. Sedangkan adik perempuannya koma. Biaya perawatan adiknya yang banyak membeuat Ibu Julia meminta bantuan adik papanya. Biaya perawatan Siska, nama adiknya Ibu Julia, membuat Ibu Julia harus memijam uang kepada om dan tantenya. Hampur dua ratus juta biaya perawatan adiknya Ibu Julia. Enam bulan setelah koma akhirnya adik Ibu Julia meninggal juag.
Om dan tantenya menagih uang yang dipinjam. Ibu Julia belum sanggu mengganti uang itu. salah seorang kolega omnya Ibu Julia menyukai dirinya. dan dia bersedia melunasi utang Ibu Julia kepada omnya. Itulah yang menyebabkan om dan tantenya memaksa Ibu Julia menikah dengan temannya tersebut.
Ibu Julia mengakhiri ceritanya. Dia namoak sedih. Roy tak tahan melihat Ibu Julia sedih sekali. Dua ratus juta jumlah yang cukup banyak bagi Roy. Apalagi sekarang credit cardnya diatur oleh Airin, kakak iparnya.
Bagaimana aku bisa menolong Ibu Julia, batin Roy.
bersambung
Dumai, 25082020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan