Ibu Julia (Tagur hari ke 142)
#tantangangurusiana
Roy menatap wajah cantik di depannya. Bulu mata yang lentik dengan mata yang indah sangat cocok berada di wajahnya yang putih mulus. Alisnya yang tebal menambah indah areal sekitar mata. Bibirnya yang sensual dengan lipstik berwarma merah cerah sangat cocok dengan warna kulitnya. Betul-betull ciptaan Tuhan yang sempurna, batin Roy. Sayang dia ibu guruku, batin Roy lagi.
Walaupun dari tadi wajah cantik itu tak bosan-bosan mengomelinya, sedikitpun anak itu tidak tersinggung. Bagi Roy omelan Ibu Julia wali kelasnya itu bagaikan musik simponi rindu. Ea....
“Roy, kamu dengar ibu bicara nggak?” Teguran Ibu Julia mengagetkan Roy yang dari tadi melamunkan ibu guru cantik ini.
“Dengar dong, Bu. Dari tadi saya memperhatikan Ibu berbicara.” Roy menjawab dengan wajah tanpa dosanya.
"Ibu sangat cantik." Anak itu berkata cengesngesan.
Ibu Julia menatap Roy. Jujur pujian Roy membuat ada yang menghangat dalam dirinya. Sebenarnya dia tak bisa benar-banar marah pada anak ini. Tapi dia harus menjaga wibawa di depan Roy.
“Sudah sering ibu memperingatkan kamu jangan terlambat lagi. Tapi kamu selalu terlambat. Bisa nggak kamu berangkat lebih cepat ?” Ibu Julia menatap Roy tajam.
“Saya akan usahakan, Bu.” Roy menjawab yakin.
“Selalu itu yang kamu jawab. Ibu mau kamu berubah. Kapan sich kamu bisa berubah.” Ibu Juia berkata pelan.
“Saya akan berubah, Bu.” Roy kembali menjawab.
“Kapan, Roy. Ibu tidak mau kamu jani-janji terus.” Kembali Ibu Julia menatap anak itu.
Anak itu membalas tatapan mata ibu gurunya. Tatapan yang membuat jantung Roy berdebar. “Kalau ibu sudah jadi pacar saya, saya akan berubah” Lanjut Roy tapi dalam hati. Mau bicara langsung? Mana ada keberanian Roy. Ibu Julia walau cantik terkenal galak.
“Ibu tidak butuh janjimu, Roy. Ibu mau kamu berubah dari hatimu. Kalau masih seperti ini Ibu akan menyerahkan kasusmu ke guru BK.” Ibu Julia berkata tegas.
Pertemuan siang itu berakhir dengan perjanjian bahwa Roy tidak akan mengulangi kesalahannya.
*****
“Ngapain sih, lama kali.” Andre sahabatnya menyambut Roy sewaktu sobatnya itu keluar dari ruangan Ibu Julia.
“Biasa. Ibu Julia kangen sama gue.” Jawab Roy ngasal.
Andre ngakak mendengar jawaban sahabatnya itu. Sudah menjadi rahasia umum kalau Roy adalah biang masalah di sekolah ini. Anak itu nakalnya minta ampun. Tindakannya setiap hari selalu saja membuat heboh.
“Emangnya loe mau sama Ibu Julia ?” Andre menatap heran Roy.
“Mau dong. Cuma gua ragu, apa Ibu Julia mau ke gua.” Anak itu menjawab sambil tertawa. Andre ikut tertawa mendengar jawaban sahabatnya.
“Tapi gua janji Andre. Gua akan menaklukan hati Ibu Julia.” Lanjut Roy yang disambut dengan tawa lepas Andre.
“Tapi... Ibu Julia kan jauh beda umurnya dengan loe. Apa loe sudah memikirkannya? Loe mau pacaran sama tante-tante?” Andre bertanya ragu.
“Usah ragu Andre. Setiap malam gua selalu memikirkan beliau. Pikiran gua sudah bulat, beliau sangat pas untuk gua. Ibu Julia walau sudah berumur masih cantik. Kalau dandan kayak abg lebih cantik dari Amanda Manopo. Ibarat kelapa Ibu Julia semakin tua semakin oke." Roy menjawab pasti.
“Yuk ah pulang. Makin lama omongan loe tak jelas. Halu." Andre menarik tangan sahabatnya itu meninggalakan tempat itu.
Andre menarik tangan Roy menuju tempat parkir mobil. Sekejap mereka sudah berada di dalam mobil Roy. Mobil sport berwana putih itu membelah jalan raya dengan gagahnya.
Bersambuag
Dumai,
20082020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan