Ibu Julia - part 3 (Tagur hari ke -144)
#tantangangurusiana
Roy pulang dari rumah Ibu Julia dengan hati yang girang bukan kepalang ternyata sikap Ibu Julia berbeda 180 derajat di rumah dengan di sekolah. Pribadinya cukup hangat. Dan yang membuat Roy senang ternyata Ibu Sandra hanya beda umur empat tahun dengan Roy. Bukan perbedaan umur yang terlalu jauh, batin Roy. Pakaian dan make up yang membuat Ibu Julia nampak sangat dewasa kalau di sekolah.
Anak itu tersenyum menatap foto Ibu Julia di gawainya. Nasehat Ibu Julia tadi siang masih terngiang di telinganya. Roy berjanji akan merubah segala kelalakuannya yang buruk selama ini. Roy mau berubah ke arah yang lebih baik. Roy tidak mau membuat Ibu Julia kecewa.
Anak itu tertidur dengan senyum yang tersungging di bibirnya. Wajahnya nampak damai.
*****
Kawan-kawan sekelas terutama Andre sangat heran melihat perubahan pada diri Roy. Anak itu berubah pendiam. Belajarnya nampak sangat tekun. Tidak pernah lagi dia terlambat.
“Gue heran lihat loe, Roy. Apa sih yang buat loe berubah. Loe bukan Roy yang gue kenal.” Andre berkata pada Roy siang itu sewaktu mereka pulang sekolah.
“Loe tu yang aneh. Gue berubah loe heran. Kan loe yang selalu menasehati gue kayak nenek-nenek. Eh... giliran gue berubah loepun bising.” Roy menjawab sambil tersenyum.
“Tapi aneh saja lihat loe berubah mendadak gini.” Andre masih dalam keheranannya.
“Ah udahlah Andre.... Bising saja. Yuks pulang.” Roy mengajak Andre menuju mobilnya.
“Kali ni gue tak butuh tumpangan loe. Gue mau pulang sama yayang gue. Tuh...” Andre menjawab sambil menunjuk sebuah honda jazz warna merah yang parkir tidak jauh mereka berdiri.
Pintu mobil terbuka, Sisil anak kelas XI adik kelas mereka melambaikan tangan kearah Roy dan Andre. Roy menatap Andre.
“Aku dan Sisil udah jadian, bro. Aku tak jomblo lagi. Loe selamat menikmati jomblo sendirian.” Andre tertawa ngakak. “Sorry gua dulaan ya.” Anak itu berlalu sambil melambaikan tangan kepada Roy.
Roy mentap kepergian sahabatnya dengan Sisil. Wah... Aku kehilangan tempat curhat nih, batin Roy. Roy sudah bisa membayangkan alangkah sepinya hari-harinya tanpa Andre. Biasanya anak itu selalu ada di sampingnya. Anak itu sangat konyol dan selalu ceria. Andre adalah sahabat Roy. Tempat Roy melepaskan unek-uneknya.
Dengan langkah lesu Roy menuju tempat mobilnya terparkir. Roy meninggalkan parkiran sekolah dengan pikiran yang galau.
*****
Semangat belajar Roy yang semakin baik membuat anak itu mendapat nilai tertingi waktu kelulusan. Roy sangat bangga. Semua ini berkat arahan Ibu Julia. Roy semakin dekat dengan Ibu Julia. Ibu Julia banyak membimbing Roy sewaktu mau menghadapi ujian akhir kemarin.
Keinginan Roy untuk kuliah tidak ada sama sekali. Anak itu hanya diam saja waktu kakaknya menyuruh kuliah. Jujur Roy tidak ingin kuliah. Roy rasanya lebih ingin ikut menegelola usaha keluarga mereka. beberapa supermarket dan restoran yang ditinggalkan orang tua mereka sudah dibagi waktu oarang tua mereka meninggla. Hanya karena Roy masih sekolah, semua pengurusannya ditangani oleh kakaknya.
Roy pingin memajukan usaha supermerket dan restoran yang sudah diwariskan orang tua mereka. Tapi anehnya Airin si kakak ipar memaksa dia untuk kuliah. Roy merasa ada yang janggal dari sikap Airin, kenapa Airin nampak bernafsu sekali menyuruh dia untuk kuliah. Ada tanya di hati Roy.
*****
Pesan whatsapp yang dikirim Roy kepada ibu Julia belum juga dibalas. Roy heran tak biasanya Ibu Julia seperti ini. Ada apa dengan Ibu Julia, batin Roy. Apakah Ibu Julia sakit ? Perasaan Roy jadi tidak enak. Buru-buru anak itu menyambar kunci mobilnya yang terletak di nakas.
“Kemana Roy?” Anton menegur adiknya sewaktu Roy melewatinya yang sedang menonton TV di ruang tengah dengan Airin.
Roy tidak menyahut. Sorot mata Airin yang sinis membuat dia kehilangan nafsu untuk mejawab pertanyaan kakaknya. Sudah dua minggu ini Roy perang dingan dengan Airin. Airin menghasut suaminya agar membatasi kartu kredit Roy. Roy tidak terima perlakuan Airin. Roy merasa istri kakaknya itu sudah berusaha mengatur-ngatur masalah pribadinya.
Roy berlalu dari ruangan itu. Terburu Roy menaiki mobilnya. Anaknya melaju menuju ke rumah IbU Julia. Roy kaget di depan rumah Ibu Julia nampak sebuah mobil parkir. Siapa di rumah Ibu Julia, batin Roy.
Roy memarkir mobil tidak jauh dari rumah Ibu Julia. Dengan langkah perlahan Roy menuju rumah ibu gurunya tersebut. Suara orang sedang berbicara terdengar sampai keluar. Suara mereka yang keras membuat Roy jadi tahu apa yang dibicarakan. Roy menajamkan telinganya. Dia menguping pembicaraan orang yang di dalam rumah.
Roy mendengar yang suara seorang wanita membentak dan mengancam Ibu Julia. Terdengar sangat kasar. Roy kaget mendengarnya. Suara isakan pelan Ibu Julia membuat Roy tidak bisa menahan diri lagi untuk melangkah masuk.
bersambung
Dumai, 22-08-2020
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan