Ibu Julia Part 7(Tagur ke 149)
#tantangangurusiana
Undangan pernikahan Ibu Julia diterima Roy siang itu sewaktu dia sedang berada di restorannya. Seorang pegawai restoran mengantarkan undangan itu ke ruang kerjanya. Roy merasa badannya lemas setelah melihat nama yang tertera di undangan. Pupuslah harapannya untuk mendampingi Ibu Julia. Cinta tidak harus memiliki, batin Roy menghibur diri.
Suara notifikasi whatsapp masuk ke gawai Roy. Chat dari Andika. Sudah lama Andika tak pernah menghubunginya. Penasaran Roy membaca chat dari sahabatnya itu.
[Roy, Ibu Julia mau menikah. Gue dapat undangannya. Loe dapat ?]
[Loe yang sabar ya. Jangan patah hati pula loe, Roy. Sabar ya. Loe tu kurang usaha dan doa . Ntar gue cariin teman kampus gua ] chat susulan dari Andika masuk diikutti emoji ketawa.
Roy kesal baca chat sahabatnya. Diletakannya gawai itu ke tempat semula tanpa membalas chat Andika. Roy kembali termenung. Impiananya untuk mendampingi Ibu Julia kandas begitu saja. Ibu Julia adalah cinta pertamanya. Pesona mantan ibu wali kelasnya itu sungguh sangat membekas di hatinya. Tuhan bntu aku melupakan Ibu Juila, batin Roy.
*****
Pesta pernikahan Ibu Julia berlangsung mewah di sebuah hotel berbintang. Banyak tamu yang hadir. Suami Ibu Julia adalah seorang duda kaya. Pria berumur itu sngguh sangat beruntung dapat menikahi Ibu Julia yang cantik. Uang bisa mengatur segalanya.
Roy dan Andika datang bersamaan. Mereka berdua janjian datang ke pesta Ibu Julia. Roy yang lagi jomblo tidak memilki teman wanita untuk diajak pergi bareng. Roy semula tidak ingin datang, tapi sahabatnya ini memaksa terus.
Mereka mengambil posisi duduk agak ke pinggir. Mereka bebas memandang kedua pengantin dari tempat mereka duduk.
“Alangakah cantiknya Ibu Julia, ya Roy.” Andika berkata pelan kepada Roy.
Roy tidak menjawab. Anak itu asyik memainkan gawai yang ada di tangannya. Roy hanya berpura-pura saja memainkan gawai. Sebenarnya Roy berusaha menata hatinya. Jujur dia merasa sangat berdebar.
“Roy, harusnya loe yang duduk disamping Ibu Julia. Bukan laki-laki tua itu.” Andika kembali berkata.
“Roy, loe dengar nggak sih gue berbicara.” Andika memandang kesal kepada Roy.
“Kalau loe masih ngoceh juga gue siram loe pakai minuman ini.” Roy berkata tajam kepada Andika.
Andika terdiam. Roy marah benaran, batinnya. Melihat wajah sahabatnya yang serius dia tak berkata-kata lagi. Pasti Roy sangat sedih. Andika menyesal telah mengolok-olok sahabatnya itu.
“Maafkan gua, Roy. Gue nggak tahu perasaan loe sedalam itu kepada Ibu Julia.” Sesal Andika
Mereka berdua hening. Lantunan suara musik dan biduan yang membawakan sebuah lagu bertema patah hati membuat Roy semakin larut dengan perasaannya.
Andika mengajak Roy ke pelaminan untuk menyalami kedua penganten. Ibu Julia tersenyum menyambut mantan anak didiknya itu. Ibu Julia tahu bahwa Roy sangat sedih melihat pernikahannya. Semoga kamu mendapatkan jodoh yang pantas Roy, batin Ibu Julia.
*****
Usaha supermarket dan restoran Roy berkembang dengan pesat. Roy telah menjadi pengusaha muda yang sukses. Tapi anak itu sangat tertutup. Roy terkenal dingin terhadap wanita.
Kemapanan dan wajahnya yang tampan membuat banyak wanita cantik berlomba-lomba mendekatinya. Tak terkecuali para karayawan wanitanya. Tapi Roy terlalu dingin untuk dicairkan. Semua mundur teratur setelah laki-laki itu menolak mereka. Roy dikenal dengan patung es.
Airin si kakak ipar berusaha mengenalkan Roy dengan teman-teman sosialitanya. Tapi Roy tak pernah tergoda. Nampaknya hati Roy sudah beku dan susah untuk dicairkan.
*****
[Roy, nanti kakak dan Bang Anton ke rumahmu ya] chat dari Airin si kakak ipar masuk ke gawai Roy.
Roy hanya membaca chat itu. Roy sudah tahu, Airin pasti punya rencana lagi untuk menjodohkannya. Roy hanya tersenyum getir. Airin tidak pernah bosan-bosannya untuk menjodohkannya walau sudah bekali-kali Roy menolaknya.
Kembali Roy menekuni laporan yang ada di mejanya. Roy tenggelam dalam keasyikan mempelajari laporan tersebut.
*****
Roy pulang telat malam itu. Dia lupa kalau Airin dan kakaknya akan datang malam ini ke rumah. Rumah sangat ramai sewaktu Roy masuk.
“Gimana sih Roy, kakakkan sudah beritahu mau datang. Kok kmau pulangnya telat, Roy.” Airin menyambut Roy di depan pintu.
“Maaf, saya lupa.” Jawab Roy pendek.
“Emangnya ada apa sih Kak?” Roy bertanya heran.
Mata Roy menatap semua yang hadir di ruangan. Ada beberapa orang yang ada di ruangan itu. Roy tidak menegenal mereka, kecuali Anton kakak tertuanya dan Airin istrinya. Siapa mereka, batin Roy.
bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan