Pembelajaran Tatap Muka, Siapkah ? (tagur hari ke 130)
#tantangangurusiana
Pemberlakuan pembelajaran secara tatap muka bagi daerah zona hijau dan kuning disambut dengan beragam komentar oleh masyarakat. Ada yang pro dan ada yang kontra.
Masyarakat yang pro pembelajaran tatap muka berpendapat PJJ secara daring yang dilaksnakan selama ini tidak efektif. PJJ secara daring menyisakan masalah bagi masyarakat tak mampu.
Saat ini terlihat masyarakat sudah mulai membanjiri pusat-pusat keramaian, sebagian malah mengabaikan protokol kesehatan. Pusat perbelanjaan saja dibanjiri kenapa sekolah yang malah bertujuan untuk mencerdaskan anak bangsa dibatasi. Padahal kalau protokol kesehatan diterapkan sekolah, pembelajaran secara tatap muka dapat belangsung dengan baik. Masyarakat yang pro dengan pembelajaran tatap muka sangat mendukung keputusan mendiknas.
Masyarakat yang kontra pembelajaran tatap muka karena mereka mencemaskan kalau sekolah akan menjadi kluster baru bagi covid-19. Pendapat seperti ini tidak dapat kita salahkan, karena bagi sekolah yang tidak memenuhi protokol kesehatan dan tidak ada pengawalan dari tim gugus covid-19 memang akan rentan untuk penyebaran covid-19. Jadi masyarakat yang kontra tidak menyetujui pembejaran secara tatap muka.
Syarat yg wajib dipenuhi utk boleh melakukan pembelajaran tatap muka bagi derah pada zona hijau dan kuning menurut Mendiknas , Nadiem Makariem ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi :
1. Persetujuan Pemda
2. Sekolah memenuhi protokol kesehatan yg disetujui gugus tugas
3. Persetujuan komite sekolah
4. Persetujuan orang tua siswa, bila orang tua tidak setuju, maka siswa tetap belajar dari rumah.
Kriteria ini sudah memberikan sinyal kepada daerah untuk melaksanakan tatap muka. Sekarang pertanyaan, Siapakah Pemda, Sekolah, dan orang tua untuk melaksanakan pembelajaran secara tatap tatap muka ?
Kalau ada koordinasi antara pemerintah, sekolah dan orang tua maka pelaksanaan tatap muka bisa dilakukan.
Sekolah harus menyiapkan strategi pembelajaran dengan memperhatikan protokol kesehatan. Orang tua harus mendukung program yang dilakukan pihak sekolah. Pemerintaha dengan segala kemampuannya harus menurunkan tim untuk memantau pelaksanaan pembelajaran tatap muka, kalau semuanya bersinergi maka pembelajaran tatap muka akan berlangsung dengan aman.
Dengan diizinkan pembelajaran tatap muka bagi daerah zona hijau dan kuning, disatu sisi memberikan dampak positif ke perekonomian. Perekonomian akan bergeliat kalau sekolah mulai dibuka. Mobilitas akan mulai nampak. Karena dengan dibukanya sekolah aktivitas sudah mulai banyak yang terjadi.
Jadi arahan mas menteri untuk membuka sekolah bagi daerah zona hijau dan kuning harus ditanggapi positif. Pemerintah daerah harus punya kebijakan sehingga pembelajaran tatap muka bisa berlangsung dengan naik.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan