Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Pertama Masak Daging Kambing (Tagur hari ke 126)

#tantanagangurusiana

Lama aku termenung menatap daging kambing yang siap diolah. Aku bingung, karena tidak pernah mengolah daging ini sebelumnya. Jangankan mengolah, memakannya saja aku tidak mau. Dulu pernah mencoba daging ini disuatu hajatan, entah karena pengolahannya tidak benar, dagingnya terasa amis dan tidak enak banget. Semenjak itu aku tidak mau memakan daging kambing.

Di mesjid dekat rumah kami, setiap perserta kurban diberi tiga kantong daging. Peserta boleh memilih daging kambing atau daging sapi. Kesal juga sama suami, kenapa memilih daging kambing? Sudah tahu istri tidak suka daging kambing, kenapa dibawa pulang. Tapi kesalnya Cuma kau simpan dalam hati. He..he.. Kalau dikeluarkan nambahin dosa.

Suamiku beda denganku, beliau sangat suka daging kambing. Kata suamiku, daging kambing dikenal sebagai daging yang mudah dicerna daripada daging sapi. Daging kambing juga memiliki kandungan protein berkualitas. Jadi daging kambing lebih bagus dari daging sapi.

Apapun alasannya aku tidak suka dan tidak pandai mengolah daging ini. Jadi bagaimana cara mengolahnya, batinku.? Yah, demi menyenangkan hati suami biar dapat tambah disayang aku mencoba mengolahnya. Tak ada yang tak bisa, batinku.

Bismillah....Sesuai dengan request suami, sop daging kambing adalah menu yang akan aku buat. Mulailah tanganku berselancar di google mencari tahu cara pengolahan daging kambing. Berbekal dari ilmu dari google aku siap mengeksekusi daging kambing.

Setelah daging kambing dicuci bersih, daging aku beri garam dan jeruk nipis. Tujuannya menghilangkan bau amis. Kemudian aku gilingkan 8 siung bawang putih. Bawang putih yang sudah halus aku balurkan ke sekitar 1 kg daging kambing dan tulang iga kambing. Beberapa potong daun jeruk aku iris tipis dan aku masukan juga ke daging kambing tersebut. Aku biarkan selama 30 menit. Sambil aku menyiapkan bumbu dan remapah-rempah untuk sop.

Setelah tiga puluh menit daging kambing kembali aku cuci bersih. Kemudian daging kambing tersebut aku rebus. Untuk bumbu dan rempahnya aku menyiapkan bumbu dan rempah yang sama seperti bumbu sop daging sapi. Bedanya aku lebihkan bawang putihnya sekitar empat siung.

Dalap perebusan daging aku tambahkan daun salam. Nggak tahu tuh alasannya apa. He..he.. aku berpikir dengan menambahkan daun salam rasa amis tidak terasa.

Setelah dagingnya empuk aku tambahkan sayuran kentang dan wortel. Baunya sangat menggugah. Aku mencoba mencicipi kuahnya. Terasa sangat enak. Aku memasak tidak mennggunakan penyedap.

Sop yang sudah masak aku hidangkan di meja. Sengaja aku tidak menyebutkn ke anak-anak itu sop daging kambing, karena putra tertuaku sama denganku tidak menyukai daging kambing.

Suami dan ketiga buah hatiku makan sop dengan lahapnya. “Ternyata mama pintar masak daging kambing,” pujian aku terima dari suamiku. Anak tertuaku mengehentikan suapannya. Tapi hanya sesaat karena detik berikutnya dia melanjutkan suapannya. Aku tersenyum. Ternyata tidak susah memsak daging kambing. Senang melihat keluarga kecilku makan dengan lahap.

Dumai, 02082020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post