Aku Mau Adik, Mama... (tagur hari ke-168)
#tantanganguusiana
Wajah lucunya nampak semakin menggemaskan. Rasanya tangan ini pingin mencubit pipinya yang temben. Tapi sorot mata Tante Sarah nampak kurang senang. Aku tersenyum kecut.
Tante Sarah adalah tetangga kami. Nadin putrinya memang sangat cantik dan lucu. Usinya baru dua tahun. Terlahir sebagai anak bungsu membuatku sangat senang pada anak-anak kecil. Tapi mama tidak mau punya anak lagi. Kata mama cukup dua saja. Mama sudah punya aku dan Bang Yoga.
“Mama, Yola mau punya adik perempuan. Mama buatkan adik buat Yola.” Aku kembali merengek kepada mama malam itu.
“Yola apa an sich. Aneh-aneh aja. Siapkan sana tugas-tugas sekolahnya masih ada yang belum selesai?” Mama mengacak rambutku.
“Tugas Yola sudah siap semua, Mama. Yola nggak mau melalaikan tugas, nggak kayak yang itu.” Mulutku menunjuk Bang Yoga yang lagi sibuk mengerjakan tugas-tugasnya.
Bang Yoga memandangku marah. Aku tertawa mengejek. Bang Yoga mana berani mengejarku kalau ada mama dan papa. Bang Yoga baru saja kena tegur oleh mama dan papa karena banyak tugas sekolah banyak yang belum siap.
Bang Yoga keasyikan main game. Kata Papa kalau masih ada laporan dari wali kelas lagi tugas Bang Yoga terlambat, android Bang Yoga akan dibatasi. Bang Yoga hanya boleh memakai android untuk belajar saja. Bang Yoga takut dan berjanji tidak melalaikan tugas dari guru lagi.
“Mama.... Benar ya Ma, Mama janji ya kasi adik buat Yola.” Aku kembali membujuk mamaku.
Papa tertawa-tawa mendengar permintaanku. Mama memandang papa dengan mata membesar karena digodain oleh papa.
*****
Kedatangan nenek dan kakek membuatku melompat-lompat kegirangan, apalagi mereka membawa tas besar . Wah, kakek dan nenek bakalan lama di rumah kami, pikirku. Aku paling bahagia.
Sejak kakek dan nenek datang, mama sering sakit. Sebentar-sebentar muntah. Aku jadi sedih. Aku bertanya ke nenek kenapa mama nampak sangat lemah. Jawaban nenek membuatku tambah gembira.
Nenek mengatakan kalau aku mau punya adik. Aku senang sekali. Aku peluk erat mamaku. Aku berjanji akan menjaga mama selama sakit. Libur pandemi korona membuatku punya waktu untuk merawat mama.
Kata kakek aku harus banyak berdoa biar mamaku dan calon adik bayiku sehat. Sehabis sholat aku selalu berdoa buat mama dan calon adik bayi. Tak sabar rasanya menunggu calon dedek bayi keluar dari perut mama.
Didalam doa aku berdoa semoga Allah memberiku adik perempuan yang lucu. Aku mau punya teman di rumah. Tapi kata nenek, apapun yang dikasi Allah harus kita syukuri. Nenek benar, laki-laki atau perempuan sama saja. Terima kasih Tuhan, sudah memberikan adik buatkku.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan