Bimbang (Part 3 ) Tagur hari ke 177
#tantangangurusiana
Pak Arman sangat senang sekali waktu Ririn menerima lamarannya. Wajahnya sangat ceria. Sikapnya juga berubah. Kepada bawahan dia sudah mulai mau tersenyum. Semua karena Ririn. Suasana kantor jad hangat dan menyenangkan.
“Kamu tahu, Rin. Sudah lima tahun saya bercerai dengan mantan istri saya. Saya jadi kehilangan kepercayaan terhadap wanita. Kamu berhasil membuat saya berubah, Rin.” Pak Arman berkata sore itu sewaktu merek a duduk di sebuah kafe.
“Saya janji akan membahagiakan kamu, Rin.” Laki-laki itu tersenyum. Senyum Pak Srman membuat jantung Ririn berdebar. Umur yang sudah hampir kepala lima tapi tak megurangi ketampanan wajah laki-laki itu.
“Saya harap Bapak serius.” Ririn menjawab pelan.
“Jangan panggil saya Bapak, Rin.” Laki-laki itu tersenyum ke arah Rin. Senyum yang menggooda.
“Habis panggil apa, Pak ?” Ririn menjawab dengan lugunya.
“Kamu itu menggemaskan Rin. Kamu bisa panggil saya Sayang, Honey atau apalah gitu.” Pak Arman tersenyum menggoda Ririn.
“Ririn panggil Abang saja.” Ririn menjawab cepat.
“Panggil Mas, ya Rin. Masa sama pula panggilannya dengan mantan istri Mas.” Laki-laki tampak tambah senang menggoda Ririn.
Ririn tersenyum. Suasana sore itu sungguh sangat menyenangkan bagi Ririn. Cinta telah membuat Ririn bisa menerima Pak Arman. Usia mereka yang berbeda dua puluh lima tahun tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk memupuk cinta.
*****
Kehadiran dua putri Pak Arman di rumah Ririn sore itu mengagetkan Ririn. Kedua nak ABG itu dipersilahkan Ririn masuk.
“Maaf Tante Ririn kami datang tanpa memberi khabar.” Dita putri Pak Srman yang paling tua berbicara.
Ririn memandang kedua calon anak sambungnya itu. Usia mereka tidak jauh beda dengan Rindu adiknya.
“Nggak apa-apa. tante senang kalian datang, ada apa ya?” Ririn bertanya dengan suara lembut.
“Papa sudah menceritakan ke kami kalau akan menikah dengan Tante Ririn. Tapi tante... kami harap tante memikirkan ulang mau menikah dengan papa kami. Kami sudah lama ingin menyatukan papa dan mama kami. Kami mau punya orang tua utuh tante.” Dita kembali berkata.
“Ya tante, rencana papa meau menikahi tante membuat rencana kami berantakan.” Dwi putri kedua Pak Arman menimpali.
Ririn terdiam. Dia tak menyangka kalau kedua putri Pak Arman meminta dia menjauhi papa mereka. Ririn hanya diam. Dia tak tahu mau berkata apa. bahkan waktu kedua gadis itu pamit Ririn masih terdiam.
Jujur berat bagi Ririn untuk meninggalkan Pak Arman. Ririn sudah mulai menyayangi laki-laki itu. Perhatian dan kelembutan Pak Arman sudah menmbuat gadis itu jadi terlena. Sekarang kedua putri Pak Arman meminta dia menjahi Pak Arman. Apakah aku sanggup ? batin Ririn
*****
Ririn terpaksa menceritakan kepada Pak Arman kalau kedua putrinya meminta agar mereka jangan berhubungan lagi. Pak Arman kaget dia tak menyangka kedua putrinya berani menjumpai Ririn.
“Tapi Ririn, Mas tidak mungkin rujuk lagi sama mama mereka. Tidak mungkin Rin.” Pak Arman berkata tegas.
“Anak-anak mungkin dipengaruhi oleh mama meraka.” Lanjut Pak Arman.
“Tapi kasihan anak-anakmu Mas, mereka pingin punya keluarga lengkap.” Ririn berkata pelan.
“Mereka akan tetap jadi anak Mas, Rin. Mas sayang kepada mereka. Tapi Mas tidak bisa rujuk dengan mama mereka. Terlalu sakit untuk diceritakan Rin. Jangan tinggalkan Mas, Rin. Mas mencintaimu.” Pak Arman memegang jemari Ririn kuat.
Ririn merasakan ada ketakutan di mata laki-laki itu. takut Ririn akan meninggalkannya.
“Berjanjilah Rin. Jangan tinggalkan Mas, Mas akan membujuk Dita dan Dwi. Mereka akan menrimamu.” Laki-laki itu menatap Ririn.
Ririn hanya terdiam. Sebenarnya hatinya juga berat meningglakn laki-laki itu. laki-laki yang sudah mengisi hari-harinya. Tapi teringat dua orang calon putri sambngnya ada perasaan tidak enak di hati Ririn. Tuhan... tolonglah aku,batin Ririn.
bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan