Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Tidak Perlu Cinta Untuk Menikah, Yasmin... (Tagur hari ke-165)

#tantangangurusiana

Pembicaraan dengan ayah tadi pagi masih terngiang di benak Yasmin. Pembicaraan entah untuk yang keberapa kalinya. Masalah yang dibicarakan selalu itu-itu saja, apalagi kalau bukan kapan Yasmin akan menikah.

Yasmin termenung. Di usianya yang ke 33 tahun belum ada pria yang menarik hatinya. Sejak berpisah dengan Haikal lima tahun yang lalu Yasmin susah untuk melabuhkan hatinya ke pria lain. Cinta yang dalam untuk Haikal susah digantikan dengan pria lain.

Mengingat Haikal ada yang perih di hati gadis cantik itu. Haikal meninggalkanya untuk menikah dengan wanita lain, wanita pilihan orang tuanya. Kedua orang tua Haikal tidak menyukai Yasmin karena Yasmin tidak berasal dari suku mereka. Yasmin tidak habis pikir di zaman yang canggih ini masih ada orang tua yang bersikap seperti itu.

Sebenarnya sepenuhnya bukan salah Haikal. Pria itu sudah mengajaknya menikah tanpa restu kedua orang tuanya. Tapi Yasmin menolak. Bagi Yasmin pernikahan adalah menyatukan dua keluarga bukan malah merenggangkan hubungan keluarga. Yasmin merasa berdosa jika menikah dengan Haikal tapi malah Haikal melawan kepada orang tuanya.

“Kak Yasmin, ada Bang Yaldo diluar. Kakak disuruh keluar.” Yoana adik bungsunya mengagetkan lamunan Yasmin.

Bergegas Yasmin keluar menemui abang tertuanya. Bang Yaldo nampak sedang berbincang dengan ayah dan ibu. Ketiga orang itu nampak berbicara serius. Kehadiran Yasmin membuat mereka berhenti berbicara. Yasmin sudah bisa menebak apa yang dibicakan mereka. Yasmin duduk disamping ibunya.

“Kok Bang Yaldo sendiri saja. Kak Dewi dan Sasya kenapa tak ikut ?” Yasmin menegur abangnya.

“Abang dari kantor langsung ke sini.” Yaldo menjawab pertanyaanya adiknya. “Tadi ayah dan ibu menelpon, makanya abang langsung ke sini.” Lanjutnya.

“Ada apa sih, Bang ?” Yasmin langsung bertanya kepada abangnya.

“Yasmin, abang rencana mau mengenalkan kamu dengan teman abang. Abang harap kamu jangan menolak lagi. Ayah dan ibu sangat merisaukanmu. Jangan buat mereka sedih.”

Tebakannya tidak meleset. Dia sudah tahu Bang Yaldo memanggilnya pasti berhubungan dengan masalah jodohnya. Yasmin tak habis pikir, sudah berulang kali menolak tapi Bang Yaldo tidak pernah menyerah. Seingat Yasmin ini sudah laki-laki ke sepuluh yang dicalonkan abangnya.

“Kalau Yasmin tidak menyukainya nanti bagaimana ?” Yasmin bertanya ragu.

“Kamu tidak boleh begitu, Nak. Ingat usiamu sudah lebih 33 tahun. Teman seusiamu anaknya sudah besar-besar. “ Ibu menjawab pelan.

“Malam besok abang akan bawa dia ke sini. Abang harap kamu menjumpainya.” Bang Yaldo berkata tegas.

*****

Yasmin memandang sekilas kepada laki-laki yang dikenalkan abangnya. Usia mereka hampir sebaya. Dia seorang duda dengan satu anak. Istrinya meninggal waktu melahirkan anak meraka. Apakah aku akan menikah dengan duda? Alangkah sedihnya nasibku, batin Yasmin.

Aditya laki-laki yang dikenalkan abangnya itu cukup ganteng. Tutur katanyapun sangat sopan. Ayah dan ibu nampak simpati kepada laki-laki itu. Yasmin sudah bisa membayangkan kedua orang tuanya pasti nanti akan mati-matian meminta dia menerima laki-laki itu.

Perkenalan malam itu sangat membosankan bagi Yasmin. Dia berharap agar suasana ini cepat berakhir. Sama dengan perknalan sebelumnya, Yasmin merasa hatinya dingin buat laki-laki.

*****

“Bagaimana Nak, Aditya menyukaimu. Sekarang tinggal dirimu. Ayah harap kamu jangan menolak lagi seperti sebelumnya.” Ayah berkata dua hari setelah pertemuanya dengan temannya Bang Yaldo.

“Tapi Ayah, Yasmin tidak mencintanya. Yasmin tidak punya perasaanya untuknya.” Yasmin menjawab pelan.

“Yasmin... tidak perlu cinta untuk menikah, Nak. Jangan menikah dengan orang yang kamu cintai. Tapi cintailah dia setelah kamu menikah.” Ayah berkata pelan.

Yasmin terdiam, perkataan ayah barusan sangat mengena di hatinya. “Beri waktu Yasmin memikirkannya Ayah.” Yasmin menjawab lembut.

“Semoga besok pagi ayah sudah mendapat jawaban darimu.” Ayah tersenyum memandang putrinya itu.

Di dalam kamar Yasmin merenung. Ucapan ayah barusan sangat mengena dihatinya. Jangan menikah dengan orang yang kamu cintai. Tapi cintailah dia setelah menikah. Memang seperti itulah seharusnya. Ayah benar.

Yasmin masih ingat cerita ibu, ayah dan ibu menikah dijodohkan. Tidak ada rasa cinta sebelumnya di hati mereka. Tapi Yasmin melihat sekarangayah dan ibu sangat bahagia. Mereka saling mencintai.Yasmin mengambil wudhuk untuk salat. Yasmin ingin meminta jawaban kepada-Nya.

*****

Keputusan Yasmin menerima jodoh pilihan Bang Yaldo membuat ayah dan ibu sangat bahagia. Ibunya spontan sujud syukur saking bahagianya.

Perbuatan baik harus disegerakan, kata ayah. Tanpa menunggu waktu lama pernikahan mereka dilaksanakan. Pesta sederhana sesuai keinginan Yasmin mereka selenggarakan setelah akad nikah selesai.

Keluarga Aditya sangat senang kepada Yasmin. Putra Aditya yang baru berusia tiga tahun juga menyukai Yasmin, bocah cilik yang mengemaskan itu selalu ingin berada di dekatnya. Tingkahnya membuat Yasmin tertawa.

“Bunda sangat tantik.” Mulut mungil bocah itu berkomentar melihat Yasmin memaki gaun pengantin. Yasmin tetawa dan mencium pipi putra sambungnya

Yasmin tersenyum melihat keluarga besarnya dan suaminya nampak bahagia. Semoga pernikahanku mendapat rahmat dari-Mu ya Allah, jadikanlah keluargaku keluarga yang Sakinah Mawadah dan Warahmah, batin Yasmin.

Tamat

Dumai. 12-09-2020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post