Dilema PJJ (T-195)
#tantangangurusiana
Pembelajaran Jarak Jauh secara daring memang menuntut kesabaran. Betapa tidak ? Untuk meminta anak agar menyelesaikan tugas yang ada di Google Classroom bukan main sukarnya. Bujukan di whatsapp , memberi tahu wali kelas, menelpon orang tua, dan menelpon mereka yang tidak mengirim tugas semua dilakukan agar mereka mau melengkapi tugas mereka. Memang tidak semua anak, rata-rata tiap kelas ada tiga atau empat orang anak yang lalai dalam mengerjakan tugas.
Pembagian rapor tengah semester membuat setiap guru harus memasukan nilai yang diperoleh anak ke dalam aplikasi pengolahan nilai. Nilai-nilai anak yang masih kosong karena tidak mengirim tugas menjadi dilema. Sebagai guru mapel saya sudah berulang kali mengingatkan mereka agar mengerjakan tugas. Tapi sebagian ada yang tidak mahu tahu. Laporan kepada wali kelas juga sudah diberikan. Tapi masih ada anak-anak yang slow respon.
Sesuai dengan rapat virtual dengan kepala sekolah dan seluruh guru, semua siswa diberi kesempatan untuk melengkapi tugas selama dua hari. Batas terakhir diberi sampai hari Jumat tanggal 9 Oktober 2020 pukul 23.00 WIB. Tapi sampai batas waktu yang ditentukan tugas belum juga masuk.
Malam ini adalah batas terakhir pengiriman tugas dari guru mata pelajaran ke wali kelas. Jujur, hatinya tidak tega memnulis angka 0 di kolom penilain harian, tapi harus bagaimana ? Nilai mereka tidak ada. Banyak macam masalah dalam pembelajaran jarak jauh secara daring. Ada siswa yang hanya mengerjakan soal ulangan harian saja atau ada yang mengerjakan tugas saja.
Melihat tugas mereka di Google Classroom pun terkadang membuat pusing kepala. Tulisan mereka yang kurang jelas atau upload foto yang kurang bagus membuat mata lelah menatapnya. Bahkan ada kelas yang akun mereka yang jumlahnya terkadang melebihi jumlah anggota kelas dan ini membuat guru mapel bingung menginput nilai. Atau terkadang nama mereka tidak sesuai dengan nama yang di daftar absen. Hal ini disebabkan ada anak yang merubah nama akun mereka tanpa klarifikasi ke guru mapel. Terpaksa dech... guru mapel melacak ke WA kelas. Benar-benar merepotkan....
Malam ini nilai untuk PTS mereka siap di kirim ke wali kelas. Ada miris di hati melihat nilai mereka yang jauh dari harapan. Tapi mau bagaimana lagi ? Sebagai guru saya sudah maksimal rasanya mengingatkan anak agar melengkapi tugas.
Sebenarnya kalau orang tua punya waktu memantau dan mengingatkan anak akan tugas ini tidak terjadi, tapi orang tua mungkin punya kesibukan lain. Buat orang tua yang punya waktu untuk memantau dan memotivasi anak bekajar dari rumah saya mengucapkan terima kasih. Karena situasi seperti ini kami memrlukan bapak/ibu dalam membantu kami mencerdaskan putra-putri bangsa ini. Semoga situasi ini cepat berlalu, bisa mendidik dan mengajar lagi pada kondisi normal. aamiin
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan