Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Memoar Dari Dumai ke tanah Suci Part 4 (tagur 205)

#tantangangurusiana

Bagian 4

Menuju Sekolah Baru

Loket bus antar provinsi di Dumai berada di pusat kota. Tepatnya di Lepin. Aku turun bus dan segeramencari becak. Tidak susah mau mencari alamat Ajo Nasir sebagai salah seorang orang yang berpengaruh banyak orang-orang yang mengenalinya.

Aku disambut dengan hangay oleh keluarga Ajo Nasir, karena hubungan kekerabatan kami sangat dekat. Orang tua perempuan Ajo Nasir adalah saudara sepupu ibuku dan orang tua laki-laki istri Ajo Nasir juga saudara sepupu ibuku. Jadi Ajo Nasir menikahi “anak mamaknya”. Mamak adalah panggilan kepada saudara laki-laki ibu di Pariaman. Di dalam adat Minangkabau, Ajo Nasir yang menikahi “anak mamaknya” disebut istilahnya “pulang ka bako”.

Hubungan kekerabatan yang dekat membuat aku merasa berada di lingkungan keluarga sendiri. Rasa sedihku karena meninggalkan keluarga di kampung sedikit terobati. Aku merasa terhibur berada di tengah keluarga Ajo Nasir. Lingkungan tempat tinggal beliau yang mayoritas barasal dari Sumatera Barat membuat aku seakan merasa di kampung.

Aku mencari informasi mengenai sekolah tempat aku di tugaskan. Salah seorang tetangga Ajo Nasir ternyata sering melewati sekolah tempatku ditugaskan. Dia berprofesi sebagai pedagang di Pasa Basilam. Pasar yang mereka tuju melewati sekolah tempatku bertugas.

Hari Ahad adalah hari mereka ke Pasar Basilam. Pasar Basilam dikenal juga dengan pasar minggu, karena pasar ini hanya ramainya di hari minggu.

Dengan menumpang mobil pick up mereka aku ikut dengan mereka ke daerah Lubuk Gaung, nama daerah tempat sekolahku berada.

Kami berangkat dari rumah pukul 06.00 WIB. Mobil pick up mereka penuh dengan barang dagangan. Aku duduk di depan di samping sepasang suami istri tersebut.

Perlu waktu hampir dua jam untuk sampai ke Lubuk Gaung. Jalanan yang berdebu karena musim kemaru dan banyaknya lubang-lubang besar di sepanjang jalan membuat laju mobil pick up tak bisa laju. Apalagi barang yang penuh di bak belakang mobil mempelambat gerak mobil.

Sepanjang perjalanan aku merasa sedih, kenapa aku harus berada di daerah yang jauh dari kota. Sepanjang kiri kanan tidak banyak rumah yang aku jumpai. Rumah penduduk kebanyakan rumah kayu. Kiri kanan jalan banyak aku jumpai pohon-pohon sawit.

Sekitar pukul 08.00 WIB aku sampai di bangunan sekolah, bangunannya nampak besar sebuah plank dengan tulisan SLTPN 2 Bukit Kapur tertulis di halaman depan.

Aku turun dari mobil pick up, tetangga Ajo Nasir yang aku tumpangi opletnya minta maaf kepadaku karena tidak bisa menungguiku di depan sekolah. Mereka nampak terburu-buru. Aku memakluminya, karena mereka mau jualan. Apalagi dari cerita mereka, Pasar Basilam masih separoh perjalanan lagi.

Aku termangu di depan bangunan sekolah. Rumput hilalang hampir sama tinggginya denganku. Aku melihat berkeliling. Tidak nampak ada orang di sekitar situ. Aku melangkah kebagian dalam sekolah lewat halaman samping. Dari jauh aku melihat seorang anak sedang berdiri di halaman sekolahku. Aku memanggilnya, dia mendekatiku. Ternyata dia adalah adik salah seorang pegawai yang juga ditempatkan di sekolah ini.

Anak itu yang kemudian kau ketahuinya namanya Samharis, berlari menuju ke arah belakang sekolah. Tak lama kemudian dia muncul dengan seorang laki-laki yang hampir seusia dengaku.

Kami berkenalan, ternyata nama laki-laki itu Ibasri. Usianya dibawahku dua tahun. Ibas begitu panggilannya menceritakan bahwa sudah ada tujuh orang guru yang datang. Ada yang tinggal di rumah penduduk dan ada yang tinggal di sekolah.

Yang tinggal di rumah penduduk adalah guru yang sudah bekeluarga, sedangkan yang masih lajang tinggal di sekolah. Ibas menawariku tinggal di sekolah. Aku menerima tawaran Ibas, karena aku memang tidak tahu harus tinggal dimana.

Bagian belakang sekolah ada dua bangunan, yaitu bangunan labir dan ruang keterampilan. Sekolah ini adalah sekolah baru, bangunannya lumayan bagus, bahkan dari informasi yang aku dapatkan sekolah ini adalah sekolah terlengkap dan terbagus bangunanya di Dumai.

Ruang laboratorium IPA ditempati oleh tiga orang guru, Ibas membukakan pintu ruang labor IPA, di dalam labor ada dua ruangan kamar. satu kamar ditempati oleh dua orang guru dan satu kamar lagi ditempati oleh satu orang guru, putranya yang masih berusia dua tahun dan seorang pengasuh putranya. Jadi untuk di laboratorium IPA sudah penuh.

Ibas membawaku ke gedung di samping laboratorium IPA, ruang keterampilan. Ruang ini masih kosong. Juga ada dua kamar di sini. Aku di sarankan Ibas untuk tinggal di ruang ini. Aku tersenyum mengangguk.

Sepeninggal Ibas aku menata barang bawaanku. Sebuah kasur busa yang dibelikan istri Ajo Nasir, peralatan masak dan baju-baju aku susun dengan rapi.

Kain panjang batik pemberian dari ibu aku gunakan untuk penutup jendela. Selesai beres-beres aku termangu di ruangan keterampilan. Suasana yang sepi ditempat yang asing membuatku sedih.

Tidak ada teman membuatku merasa kesepian. Dari cerita Ibas tadi aku tahu bahwa ketiga orang guru yang tinggal di labor IPA pergi ke kota. Dan dua orang guru tinggal di perumahan penduduk di belakang sekolah.

Sorenya sekitar puku 16.00 WIB aku kedatangan tamu. Usianya nampak lebih muda, aku sempat memanggilnya adik. Ternyata beliau juga guru baru sepertiku. Usianya lebih muda lima tahun dariku. Namanya Sumiati, dan dia guru sejarah.

Aku senang sekali dapat teman, Kak Sumi begitu aku memanggilnya sekamar denganku. Aku gembira punya teman. Kak Sumi orangnya ceria, beliau sudah menikah dan punya dua orang putra. Kedua anak dan suaminya tinggal di Bagan Batu, Rokan Hilir.

Kami saling bertukar cerita mengenai daerah masing-masing. Aku jadi terhibur.

bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post