Memoar Dari Dumai ke Tanah Suci part 5 (tagur 206)
#tantangangurusiana'
Bagian 5
Kawan Baru di Sekolah Baru
Hari pertama kedatanganku di sekolah tempatku bertugas, aku merasa betah. Ada rasa yang membuatku cinta dengan sekolah ini, SLTPN 2 Bukit Kapur.
Sore hari rekan-rekan guru yang tinggal di ruang laboratorium IPA pulang dari kota. Kami berkenalan. Ada dua orang yang belum menikah sepertiku. Namanya Melia Defirta dan Riyantini. Usia mereka yang lebih tua dariku, membuat aku memanggilnya dengan sebutan kakak, Kak Defi dan Kak Yeni.
Kak Defi guru matematika, dan Kak Yeni guru geografi. Mereka berdua tamatan UNRI.
Satu guru lagi yang sudah punya anak namanya Gusna Dewi, aku memanggilnya Kak Dewi. Beliau punya putra namanya Yudi. Kak Dewi juga membawa seorang pengasuh anaknya yang masih berusia dua tahun, namanya Sila.
Mereka semuanya ramah-ramah. Aku merasa bahagia berada diantara kawan-kawan baru ini.
Dibagian samping belakang sekolah ada sebuah rumah dinas, kami diajak ke sana. Ternyata di sana sudah ada juga guru agama dan istrinya. Namanya Pak Mahdi.
Di luar lingkungan sekolah juga ada dua orang guru. Keduanya sudah bekeluarga. Aku dan Kak Sumi berkenalan dengan mereka. Namanya Reflita Fariani dan Miswita. Aku dan Kak Sumi memanggilnya Kak Lita dan Kak Miswita.
Kak Miswita juga membawa putrinya yang berusia dua tahun, Dila namanya. Kak Miswita di sini hanya berdua dengan putrinya, karena suaminya bekerja di Duri.
Kak Reflita juga tinggal sendiri di rumah penduduk. Karena suaminya bekerja di luar kota. Kedua-duanya sangat ramah. Kak Reflita dan Kak Miswita keduanya suka bercanda. Aku suka tertawa mendengar guyonannya.
Bahagia rasanya berada di tengah kawan-kawan baru yang ramah. Aku mersa tidak sendiri. Aku ingin juga tinggal di rumah warga seperti Kak Reflita dan Kak Miswita. Tapi di sini sangat susah mencari rumah kontrakan.
Rumah-rumah warga sini tidak besar. Kamar di rumah mereka hanya pas untuk anggota keluarga mereka. Jadi tidak memungkinkan untuk kami mengontrak. Kecuali rumah penduduk yang letaknya agak jauh dari sekolah.
Kondisi kami sebagai CPNS baru yang belum punya gaji juga menjadi kendala. Kami diizinkan tinggal di sekolah minimal sampai kami menerima gaji pertama.
Suasana malam di lingkungan sekolah tidak sesepi yang aku bayangkan. Pak Mahdi yang pandai bermain gitar cukup menghibur kami. Beberapa pemuda setempat ada yang gabung dengan kami. Suasana ini bisa membuatku terhibur dari rasa kangen berada jauh dari keluarga.
Suasana malam kami lalui hanya dengan kumpul-kumpul. Tanpa ada televisi. Beruntung sudah ada listrik di sini. Jadi kami tidak kegelapan. Kami semua mensyukuri apa yang sudah kami terima ini.
Cerita dari kawan-kawan kalau ada penempatan CPNS yang di pulau dan jauh dari kota membuatku semakin bersyukur. Wilayah Provinsi Riau tidak saja daratan, tapi juga ada kepulauan. Tahun 1999 Riau wilayahnya masih luas, karena pada tahun itu Provinsi Kepulauan Riau belum terbentuk.
Banyak penempatan CPNS yang jauh ke pulau, sampai ke Natuna. Bahkan ada rekan-rekan yang ditempatkan di kepualaun terpencil. Harus menempuh dua kali naik pompong untuk sampai ke sana.
Aku sangat bersyukur mendengar cerita teman-teman. Malam itu aku cepat tidur, karena besok hari senin adalah hari pertama aku akan menghadapi siswa baru. Dari cerita kawan-kawan guru sudah ada 4 kelas siswa kelas 1. Siswa kelas dua dan tiga juga sudah ada. Mereka adalah siswa dari kelas jauh SLTPN 4 Dumai, sekolah filial SLTPN 2 Dumai.
Rasanya tak sabar menunggu besok. Menunggu siswa putih biru yang akan aku hadapi. Semoga aku bisa jadi guru yang baik buat siswaku, batinku sebelum mengistirahatkan raga di tilam yang kami gelar hanya diatas lantai semen di ruang keterampilan
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan