Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Namaku Yulia... ( Part 1 )

#tantangangurusiana

(Tagur hari ke 197)

Foto yang dikirim Sandra tadi pagi ke gawainya masih membuat Yulia sedikit shock. Betapa tidak, foto itu adalah fotonya Mas Dewa suaminya dengan seorang karyawan yang sedang makan siang. Mas Dewa nampak sangat akrab dengan perempuan yang ada di foto itu.

[Semua di kantor sudah tahu lho Yul, kalau suami loe dekat sama tuh cewek, dia staf marketing baru di kantor. Loe jangan diam aja dong...] sebuah pesan mengiringi foto tersebut.

Yulia terduduk di kursi dapur, badannya lemas. Semangatnya untuk memasak jadi hilang. Yulia tak habis pikir, kok sampai hati Mas Dewa suaminya bermain di belakangnya.

Sebenarnya ini bukan aduan yang pertama diterima Yulia. Tiga hari yang lalu, Mbak Wiwit tetangga depan rumah Yulia juga melaporkan kalau Mas Dewa nampak berduaan dengan seorang perempuan di sebuah kafe. Yulia hanya menanggapi dengan senyum cerita Mbak Wiwit, karena bisa saja perempuan itu customer perusahaan tempat suaminya bekerja.

Mas Dewa adalah manager di sebuah perusahaan property. Yulia dulu juga bekerja di perusahaan yang sama. Peraturan perusahaan yang tidak memperbolehkan suami istribekerja dalam satu kantor membuat Yulia harus resign dari perusahaan. Padahal waktu itu karir Yulia sednag bagus-bagusnya. Dia akan dipromosikan jadi manager.

Yulia memilih untuk mengalah. Yulia resign dari perusahaan dan akhirnya perusahaan memberikan jabatan manager kepada Dewa Hanggara, suami Yulia. Yulia memilih menjadi ibu rumah tangga setelah menikah.

Tujuh tahun pernikahan mereka, Allah menitipkan dua buah hati kepada keluarga mereka. Dua orang anak perempuan yang cantik, Della dan Dista.

“Mama kenapa termenung ? Masaknya sudah selesai ?” Della putri tertua tiba-tiba muncul di dapur.

Yuliak aget dan memandang anaknya. Bocah lima tahun itu sangat cantik dan cerdas. Didikan dari Yulia sebagai mamanya berhasil menjadikan kedua putrinya anak-anak yang pintar.

“Belum sayang. Bantuin mama masak yuk. Tadi Mama tiba-tiba ingat sama nenek.” Yulia tersenyum menatap putrinya.

“Oke... Della siap membantu mama.” Della menjawab dengan lucu.

Berdua mereka memasak di dapur. Si keci Dista masih tertidur di kamar.

****

Tidak ada yang berubah dari Mas Dewa, semua perhatian dan kasih sayangnya tidak pernah nerunah. Yulia rasanya tidak percaya suaminya menduakannya. Di rumah pun Mas Dewa tetap hangat. Kepada kedua putrinya pun dia nampak sangat sayang. Rasanya tidak ada alasan untuk mencurigainya.

Tapi pesan dari Sandra tidak bisa diabaikan. Yulia tahu betul siapa Sandra. Lebih sepuluh tahun mereka bersahabat. Dari bangku kuliah Yulia sudah mengenal Sandr dan keluraganya. Kamu harus menyelidiki, yulia. Suara hati Yulia mengatakan seperti itu.

bersambung

Dumai, 14102020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post