Lili Herawati

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

Namaku Yulia (Part 2) Tagur-198

#tantangangurusiana

Hari minggu Mas Dewa minta izin kepada Yulia untuk ke kantor. Hal yang tak pernah dilakukakn Mas Dewa sebelumnya. Yulia merasa aneh kenapa suaminya hari minggu masih ke kantor.

Whatsapp yang dikirim ke Sandra menanyakan apakah hari ini ada pekerjaan lembur di kantor membuat semangat Yulia untuk menyelidiki suaminya semakin besar. Tidak ada kegiatan dikantor hari ini. itu yang dikatakan Sandra. Jadi Mas Dewa kemana ?.

Yulia bersikap seperti biasa dia mengantarkan suaminya sampai ke mobil. Dia mencium tangan suaminya dan laki-laki itu mengecup pelan ubun-ubun Yulia. Yulia bergegas memasuki rumah setelah mobil Mas Dewa meluncur meninggalkan rumah.

Yulia menuju ke kamar putrinya. Kedua malaikat kecilnya yang sedang tidur dibangunkan Yulia. Tekad Yulia sudah bulat, dia harus mencari informasi mengenai suaminya. Pagi ini dia mau mengantarkan ke dua putrinya ke rumah mamanya. Yulia mau menitipkan Della dan Dista di sana. Yulia mau menyelidiki apa yang dilakukan Mas dewa hari ini.

Aku harus cari tahu, batin Yulia. Dengan motor maticnya Yulia mengantar kedua putrinya ke rumah mama.

*****

Yulia merasa sedikit bingung, kemana harus menyelidiki Mas Dewa. [Yulia cepat, ke sini ] sebuah pesan whatapp dan share location masuk ke gawai Yulia. Dari sandra.

Cepat Yulia melajukan motornya menuju kafe yang diinfokan Sandra. Sebuah kafe yang agak jauh dari keramaian.

Yulia memarkir maticnya agak jauh dari kafe. Wanita itu berjalan menuju kafe, panggilan dari gawainya membuat Yulia menghentikan langkahnya.

“Lewat samping Yulia, aku berada di samping kanan kafe.” Suara Sandra terdengar dari gawai.

Yulia berjalan ke samping sesuai dengan instruksi Sandra. Sandra nampak menunggu di depan pintu. Bergegas Yulia memdekati sahabatnya itu. Sandra menarik tangan Yulia menuju ke tempat mereka duduk. Sandra tidak sendiri, Sandra bersama suami dan anaknya.

“Maaf aku menyuruhmu ke sini. Tadi di jalan aku melihat mobil suamimu. Jadi aku suruh suamiku membuntuti.“ Yulia berkata setengah berbisik.

“Lihat di meja yang ada di sudut itu. Tapi kamu harus berjanji jangan ribut. Aku percaya kepadamu. Kamu Yulia, sahabatku yang cerdas. Hadapi dengan elegan.” Sandra berkata sambil mengenggam tangan Yulia.

Mata Yulia mengarah ke arah yang ditunjukan Sandra. Mas Dewa suaminya nampak menimati makanan dengan seorang perempuan. Perempuan yang tampak lebih muda dari Yulia. Wajahnya cukup cantik. Kulitnya putih.

Ada gemuruh di hati Yulia melihat kebersamaan suaminya dengan perempuan itu. Yulia saki hati dibohongi oleh suaminya.

“Terima kasih Sandra, kamu sudah memberitahu aku.” Yulia berkata pelan.

“Jangan sedih belum terlambat untuk menyadarkan suamimu. Aku tahu kamu orangnya tidak akan percaya kalau tidak nampak langsung. Makanya aku sengaja membuntuti suamimu ke sini.”

“Ya Sandra. Kamu benar. Aku memang tadi sudah berencana mau membuntuti Mas dewa, bersyukur kamu memberitahu aku.” Mata Yulia mengisyaratkan terima kasih.

*****

Yulia tidak langsung menjemput anaknya ke rumah mama. Dia langsung pulang ke rumah. Pikirannya kacau. Yulia memilih untuk menengkan diri sendiri di rumahnya dulu.

Yulia termenung. Dia menatap bayangan wajahnya di lemari riasnya. Yah... Yulia merasa ada yang berubah daru wajahnya. Wajah Yulia tidak kinclong lagi sepert yang dulu. Yulia mengakui semenjak memiliki dua oranga nak dia agak lalai merawat wajahnya. Wajah yang baisanya sering dis au dengan skincare sekarang tidak pernah lagi. Pantas wajahmu kusam Yulia, batin Yulia.

Yulia tegak dan menatap badannya. Bodi yang dulu ramping tidak ada lagi, yang ada malah tonjolan di perut. Benar-benar membuat tidak enak mata memandang.

Pantas suamimu melirik perempuan lain, Yulia. Lihat dirimu. Kamu sangat tidak manarik. Seakan ada seseorang berbisik di telinga Yulia. Kamu harus berubah Yulia. Harus. Kalau tidak suamimu akan berpaling darimu, bisikan itu kembali terdengar.

bersambung

Dumai, 15102020

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post